Pemalang, Wartadesa. – Pemkab Pemalang akhirnya memperbolehkan 17 SD dan 25 SMP untuk melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka mulai Kamis (18/03). Pembukaan KBM tatap muka tersebut diperuntukkan bagi sekolah piloting project yang sudah lama dipersiapkan.
Kepala Bidang Pembinaan Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Ani Khasanah mengungkapkan hal tersebut setelah pihaknya mendapatkan izin dari pemerintah daerah setempat.
“Untuk tatap muka, insya Allah sudah di-izinkan oleh pemerintah daerah, akan kita mulai hari Kamis besok tanggal 18,” ujar Ani Khasanah, Selasa (16/03).
Ani menambahkan bahwa 17 SD dan 25 SMP di Kota Ikhlas yang menggelar KBM tatap muka pada Kamis depan tersebut tetap menjalankan protokol kesehatan. “Tetap berpedoman pada protokol kesehatan. Makanya kami menerbitkan panduan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka selama masa Covid-19,” lanjutnya.
Model pembelajarannya, lanjut Ani, dengan menerapkan sistem shift (giliran) dengan maksimal peserta didik yang masuk 50 persen dari kapasitas kelas. “Jadi kalau yang SD maksimal 14 (orang), kalau SMP itu maksimal 16, berarti 17 plus 1 guru. Berada di kelas maksimal 4 jam, tidak boleh keluar, sehingga anak harus membawa bekal dari rumah,” jelasnya.
Selain itu, papar Ani, siswa yang ke sekolah hrus diantar-jemput oleh orang tua masing-masing. Untuk teknis waktu pembelajaran diserahkan kepada masing-masing sekolah, dengan batasan maksimal yang sudah ditentukan.
“Tatap muka itu bisa dilaksanakan, yang pertama harus ada izin orang tua. Yang kedua sekolah itu sudah siap, baik secara sarana pra-sarana maupun yang lain,” papar Ani.
Jika orang tua murid tidak mengizinkan anak mengikuti sekolah tatap muka, berarti peserta didik tersebut masih mengikuti pembelajaran secara daring. (Bono)










