close
Sosial Budaya

449 Gugatan cerai kaum perempuan di Kota Batik dikabulkan

ilustrasi cerai gugat
Ilustrsi. Foto: i-stock

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Sedikitnya 449 gugatan cerai yang dilayangkan kaum perempuan  Kota Batik di Pengadilan Agama Kelas IA Kota Pekalongan  telah dikabulkan selama kurun waktu 2019. Alasan utama pengajuan gugatan cerai adalah masalah ekonomi. Demikian disampaikan oleh Humas PA Kelas IA Kota Pekalongan, Hamid Anshori, Jum’at (17/01/2020).

“Pengadilan Agama telah mengabulkan 166 perkara cerai talak, sedang kasus gugat cerai sebanyak 449. Itu artinya, ada 449 wanita yang resmi berstatus janda,” kata Hamid  dikutip dari Antara Jateng.

Hamid menambahkan, gugatan cerai yang didaftarkan selama 2019 sebanyak 614 kasus. “Adapun pada 2019, untuk cerai gugat yang didaftarkan sebanyak 448 perkara dan cerai talak ada 166 perkara,” katanya.

Menurut Hamid, tidak selamanya gugatan cerai diputuskan vonisnya, pihaknya terus mengupayakan mediasi kepada para pasangan untuk rujuk. “Kendati demikian, pada proses persidangan dan sebelum diputuskan vonisnya, kami terus mengupayakan mediasi pada pasangan suami istri agar bisa rujuk,” katanya.

Data permohoanan cerai gugat tahun 2020 tecatat 28 perkara cerai gugat dan delapan perkara cerai talak. “Sejak awal hingga pertengahan Januari 2020 memang (permohonan cerai gugat dan cerai talak) cukup karena pada Desember 2019 kita sudah tidak menerima perkara supaya tidak menganggu penyusunan laporan tahunan,” kata Hamid. (Sumber: Antara Jateng)

Tags : cerai gugatKota Pekalongan