Batang, Wartadesa. – 73 orang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Batang dalam 70 operasi yang digelar selama bulan Januari hingga Agustus 2020. Ulah mereka yakni meminta retribusi parkir melebihi aturan yang berlaku dan tidak memberi karcis parkir pada para pengguna. Demikian terungkap dalam kegiatan rapat koordinasi Tim Saber Pungli UPP Kabupaten Batang, Selasa (25/8/2020) kemarin, di aula Pemerintah Kabupaten Batang.
Ketua Saber Pungli UPP Kabupaten Batang, Kompol Made Ariawan Budaya mengungkapkan, bahwa dari total 70 kali OTT yang telah dilakukan tersebut, anggota Saber Pungli berhasil menangkap 73 pelaku yang semuanya berasal dari para juru parkir wilayah Kabupaten Batang.
“Semua pelaku merupakan juru parkir. Mereka ada yang menarik retribusi melebihi perda, dan juga ada yang menarik retribusi tanpa menunjukkan bukti pembayaran (karcis),” ujar Ariawan.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Barang Silvia Desty Rosalina, SH, MH menyayangkan Tim Saber Pungutan Liar (Pungli) masih sebatas melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada juru pakir. ” Saya lihat direkap Tim Satuan Tugas Saber Pungli lebih banyak OTT juru parkir. Memang pelayanan publik yang terlihat hanya juru parkir yang pungli? ,” katanya.
Dirinya juga menyarankan Satgas Saber Pungli di era pandemi covid-19 masuk dalam penyaluran bantuan sosial tunai (BST) karena ada potensi punglinya.
Menurut Silvia, penyaluran penanganan covid-19 bantuan sosial tunai potensi punglinya sangat besar karena ada tumpang tindih bantuan dan penerima bantuan yang tidak diperbarui dan bantuan tidak sampai pada penerima. ” Saya harap Satgas Saber Pungli ikut mengawal penyaluran BST yang dimulai dari intelijen dan tim pencegahannya dengan melakukan sosialisasi,” harapnya.
Silvia Desty Rosalina juga meminta ada koordinasi dan kerja sama intelijen saber pungli dan Babinsa Bhabinkamtibmas. Satgas Saber Pungli bisa memanfaatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mencari informasi ke desa atau bantuan apa saja yang ada potensi punglinya. (Eva Abdullah)










