close
Sosial Budaya

Ada khitanan massal dalam Haul Syeikh Murtadlo

haul
Khitanan massal haul Syeikh Murtadlo Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pemalang

Jalan Pemuda ditutup

Pemalang, Wartadesa. – Dalam rangka haul Syeikh Murtadlo Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pemalang mengadakan khitanan massal yang diikuti 21 anak sekaligus pengajian umum dengan pembicara KH. Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dari Pekalongan. Jum’at (04/01).

Menurut Subhi mashuri (55) selaku wakil ketua panitia menyampaikan Agenda tahunan yang rutin dilaksanakan ini bertujuan untuk mengingat dan memperingati Syaikh Murtadlo sekaligus menjadi ajang silahturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar umat islam di kabupaten Pemalang.

Acara yang dimulai sejak pagi tadi dengan pawai ta’aruf yang diikuti oleh 21 anak yang mengikuti sunatan massal ini juga akan mengadakan pengajian akbar yang akan dimulai jam 20.00 WIB

Demi kelancaran agenda haul tersebut pada pukul 18.00 WIB, tepatnya didepan gedung NU Jalan Pemuda Utara samsat Pemalang akan di tutup sementara sampai acara selesai.

Kami selaku panitia memohon maaf sebesar-besarnya atas terganggu nya perjalanan warga Pemalang khususnya yang melintas di Jalan Pemuda ini.
Atas pengertian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih, ujar subhi. (Eky Diantara)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian