KEDUNGWUNI, WARTADESA – Ikhtiar nyata dalam memperkuat kedaulatan sektor agraris terus digulirkan oleh jaringan hilirisasi persyarikatan di tingkat daerah. Melalui sinergi taktis bersama Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), Program JagungMu PDM Pekalongan resmi menggelar panen raya tahap pertama di atas lahan produktif seluas 3,8 hektare dengan mengoptimalkan empat varietas benih unggul, Ahad (19/7/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Area Perkebunan JagungMu Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan ini menjadi bukti sahih keseriusan Muhammadiyah dalam menggerakkan sektor pertanian. Langkah ini dinilai strategis dalam mewujudkan tekad kemandirian pangan Kabupaten Pekalongan sekaligus mendongkrak kesejahteraan ekonomi umat di akar rumput.
Uji Coba 4 Varietas Unggul untuk Berbagai Segmen Pasar
Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup (MPMLH) PDM Kabupaten Pekalongan, Islah Milono, melaporkan bahwa keberhasilan panen perdana ini diraih setelah melalui masa tanam efektif selama empat bulan yang dimulai sejak pertengahan Maret lalu.
“Luas total lahan yang kami kelola dalam proyeksi ini mencapai 3,8 hektare. Guna memaksimalkan hasil, kami menerapkan diversifikasi agronomi dengan menanam 4 varietas benih unggul sekaligus, yaitu Bisi Maskot, Bisi Macho, NK Sakti, dan Dewo 99,” papar Islah Milono.
Langkah penanaman ini tidak hanya menyasar sektor pangan pokok semata, melainkan juga membidik ceruk pasar industri lain yang potensial. “Khusus untuk varietas jagung Bisi Macho, kami proyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pasar pakan burung yang permintaannya cukup tinggi di wilayah sekitar,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, MPMLH bertindak sebagai arsitek program yang didukung penuh oleh pendampingan teknis dari MPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, MPM PWM Jawa Tengah, serta Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pekalongan.
Integrasi Teknologi Modern dan Nilai Spiritualitas
Manajemen pemberdayaan petani Muhammadiyah di Perkebunan Podo ini juga menarik perhatian karena sukses mengawinkan modernisasi mekanisasi pertanian dengan penguatan karakter spiritual pekerja.
Di satu sisi, panen raya dikejutkan dengan demonstrasi teknologi canggih berupa drone pertanian DJI Agras T25 berkapasitas 25 kg untuk sistem penyemprotan otomatis, serta pengoperasian mesin Combine Corn Harvester yang mampu memotong, mengupas, hingga memipil jagung langsung ke dalam karung dalam sekali jalan. Mesin modern ini terbukti memotong biaya operasional dan menghemat tenaga kerja secara signifikan.
Di sisi lain, pengelola juga membangun sebuah mushola kokoh di tengah hamparan sawah. Fasilitas ini sengaja dihadirkan agar para petani lapangan tidak kehilangan momentum untuk tetap melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar berjamaah di tengah aktivitas kerja mereka.
Apresiasi Pusat dan Rencana Ekspansi Lahan Tidur
Keberhasilan formula agribisnis ini menuai pujian langsung dari Ketua MPM PP Muhammadiyah, Muhammad Nurul Yamin, yang hadir langsung di lokasi. Ia mengaku bangga karena ideologi gerakan Muhammadiyah kini membumi hingga ke sektor pangan.
“Hari ini Lagu Sang Surya berkumandang di area pertanian. Kalau di aula gedung kampus itu sudah biasa, tapi berkumandang di atas lahan tani seperti ini, luar biasa,” puji Muhammad Nurul Yamin.
Melihat keberhasilan di lahan pertanian produktif Podo (yang secara kultural masuk wilayah PCM Pekajangan), dorongan untuk memperluas skala produksi langsung disuarakan oleh tokoh lintas cabang.
Ketua PCM Kedungwuni, Mustami’an, bersama perwakilan PRM Pisma, Abdul Azis Muri, sepakat mendorong replikasi model JagungMu ini. Mereka berkomitmen untuk segera menjajaki kerja sama sewa lahan-lahan tidur milik Pemerintah Daerah setempat agar dapat dikonversi menjadi kluster pertanian produktif baru yang berkelanjutan. (Nanang)










