Pekalongan Kota, Wartadesa. -Aksi menolak ojek online di Pekalongan hari ini digelar oleh ratusan sopir angkutan kota, tukang ojek pangkalan, dan tukang becak. Aksi ini degelar sejak Senin (2/10) pagi dengan diikuti oleh ratusan peserta. Mereka malakukan mogok dan melakukan longmarch ke gedung DPRD dan Walikota Pekalongan.
Ratusan sopir, tukang ojek, dan tukang becak tersebut berkumpul di dua titik kumpul, yakni di depan Stasiun Kota Pekalongan dan Lapangan Sorogenen. Kemudian melakukan long march melewati Jalan Dr Cipto, Dr Wahidin, Dr Sutomo, Jalan Jenderal Sudirman, menuju Kantor Pemkot Pekalongan di Jalan Mataram.
Aksi tersebut menyebabkan kemacetan panjang di ruas jalan Pantura dan jalan lainnya yang dilewati peserta aksi. Sementara itu petugas Kepolisian setempat melakukan mobilisasi warga ke tempat kerja maupun sekolah.
Mobilisasi dilakukan dengan mengerahkan mobil patroli untuk mengantarkan para siswa dan karyawan yang terlantar akibat tidak adanya angkutan yang beroperasi.
Salah seorang peserta aksi mengungkapkan bahwa aksi tersebut dilakukan karena kehadiran ojek online mematikan pendapatan mereka, “Kami melakukan aksi demo karena ojek online telah menghabiskan pendapatan kami. Kami menuntut agar ojek online dibubarkan,” ujar Totok Harya, koordinator aksi.
Totok menambahkan bahwa aksi mereka akan digelar hingga tuntutan mereka dikabulkan. (WD, dari berbagai sumber)









