Tirto, Wartadesa. – Miris terhadap kondisi anak-anak jaman now (masa kini) yang lebih tertarik pada gim (games) dan jajet (gadged) membuat Pimpinan Cabang Nasyi’atl ‘Aisyiyah (PCNA) Wuled Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan memperkenalkan ragam permainan tradisional kepada anak-anak.
Perempuan muda Muhammadiyah ini menggelar kegiatan bertajuk Ayo Dolanan Bareng, kemarin. Ayo Dolanan Bareng mendapat sambutan positif dari masyarakat. Terbukti dengan hadirnya 50 anak-anak usia SD yang bergabung mengikuti kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, Kegiatan Ayo Dolanan Bareng yang difasilitasi oleh PCNA bersama IPM Wuled berjalan meriah dan diikuti banyak peserta. Setidaknya lebih dari 50 anak usia sekolah dasar mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan orangtuapun turut hadir untuk menyaksikan,”jelas Ayu Fadila, Ketua panitia kegiatan Ayo Dolanan Bareng. Ahad (16/09).
Ayu menambahkan bahwa gelaran acara tersebut merupakan upaya untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional jaman dulu yang hampir tidak dikenal lagi oleh anak-anak masa kini. Saking antusiasnya anak-anak yang ikut, orang tua mereka pun turut meramaikan dengan turut hadir menyaksikan anak-anak mereka bermain bareng.
“Banyak permainan menarik yang tidak dikenal anak-anak zaman now, ada gopak sodor, lompat tali, jengklek, peklung, mewarnai dan lainnya. Setelah dikenalkan, mereka bermain dengan gembira dan antusias. Kita juga bagikan doorprize sebagai hiburan,”lanjut Ayu.
Ayu menyebut kegiatan ini akan dilakukan rutin satu bulan sekali, bertempat di area Masjid Baiturokhim Wuled mulai jam 14.00 WIB. “Rekan-rekan Nasyiah Wuled semangat untuk galakkan kegiatan dengan fokus pendidikan anak sesuai program PPNA. Dunia anak adalah dunia bermain, penggunaan gadget berlebih membuat anak-anak kehilangan arena bermain dalam arti sebenarnya.” Jelasnya.
Anggota panitia lainnya, Aprilia mengungkapkan bahwa permainan tradisional terbukti mampu mengembangkan kemampuan anak, selain itu, permainan tersebut mempunyai nilai lebih dalam pembentukan karakter dan moral anak. “Anak-anak mampu mengembangkan banyak skill, selain juga karakter dan moral value yang sangat banyak dari permainan tradisional ini.” Tuturnya.
Salah satu peserta kagiatan, Hasna, mengaku senang dengan kegiatan ini, “Saya mengikuti banyak permainan, ikut Gopak sodor, lompat tali dan banyak lainnya. Menyenangkan, bermain bersama teman-teman disini, dapat hadiah juga,”kata siswa SD Muhammadiyah Wuled 1 itu.
Senada dengan Hasna, para orangtua juga menyambut antusias kegiatan ini, seperti yang dituturkan oleh Ibu Sukesi. “Kegiatan ini bagus ya, sangat positif. Daripada anak-anak main HP (handphone), lebih baikkan bermain bersama teman-teman seusianya dengan permainan-permainan tradisional.” jelas Sukesi. (WD)










