close
jejak digitalLayanan PublikSosial Budaya

Begini kisah Zaki, bakul sayur ganteng, muda dan disukai ibu-ibu yang diusir tak boleh jualan

zaki
Zaki sayur, foto grup Facebook Warta Subah

Batang, Wartadesa. – Kisah bakul sayur keliling, muda, ganteng dan disukai ibu-ibu yang diusir tidak boleh berjualan keliling oleh oknum Kepala Desa Jrakah Payung, Kecamatan Tulis Kabupaten Batang kini viral.

Zaki dilarang berjualan sayur dengan mobil bak terbuka (colt doplak), lantaran dianggap mematikan bakul sayur desa setempat.

Dalam sebuah grup media sosial Warta Subah, Vivi KT memposting kisah Zaki yang diusir oleh kepala desa, tidak boleh berjualan sayur lagi.

Zaki GAGATAN. KEMIRI TIMUR. SUBAH
Penjual Sayur Muda Tampan Baik dan Santun
Masyarakat JrakahPayung sudah Berlengganan dengan Baik
TAPI KENAPA PAK LURAH JRAKAHpayung bertindak tidak SeDerajat dengan Pangkat nya… Miris sekali PakLur Mengusir Pedagang di Kampung mu. Kasihan wargamu butuh masak go Sarapan..

Meniko dosPundi to PakLurah e
Kok ada PakLurah yg gak Punya Hati…

Zaki sabar ya Dekkkk.. Rejeki sudah ada yang Mengatur sudah Ada takaran nya.. 
Semoga Usaha Sayur nya Lebih Maju setelah km Lulus di Cobaan ini…

Zaki Penjual Sayur Ganteng

Postingan tersebut dibagikan oleh 1.363 orang dalam beberapa jam. Bahkan empat jam dari postingan semalam, admin grup sempat mematikan komentar. Baru siang hari ini (Selasa, 04/02) komentar dibuka kembali.

Dalam sebuah konfirmasi, Zaki menceritakan kejadian yang menimpa dirinya kemarin, Ahad (03/02). Menurut Zaki, warga Desa Kemiri Timur, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, dia menceritakan kronologi pengusiran dirinya saat hendak masuk kampung dengan “kol doplak” untuk berjualan sayur di Desa Jrakah Payung.

“Ya … ngertine guyonan. Pas lagi tekan gapuro deso, arep masuk kampung. Diadang neng dalan karo lurahe … dalan ngulon ngetan, pas neng gapuro masuk kampung ora olih mblebu,” ujarnya.

“Aku dibentak-bentak … Tidak boleh dagang disini lagi … karo mbentak. Terus tak jawab, masalahnya apa pak … terus dijawab pak lurah, sudah pergi saja,” Zaki yang lulusan MANU Banyuputih ini melanjutkan.

Pak lurah melanjutkan, tutur Zaki, “Pedagang ngkene ora payu kabeh … kae ruko-ruko bakulan ora payu … nggak boleh dagang … kalo mau ambil resiko, ya silakan,” tutur Zaki menirukan oknum Kades Jrakah Payung.

“Aku ya … nangis … akeh sing weruh kejadiane … ya nangis bae … wis pada ngerti kabeh sih kedadeyane,” lanjut Zaki.

Kejadian tersebut mengundang banyak simpati warga, khususnya pelanggan sayur Zaki bersimpati. Warga berdatangan ke rumah Zaki untuk rembugan kasus tersebut bagaimana sebaiknya mensikapi.

Keluarga Zaki dengan dukungan warga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tulis .

Di grup media sosial Facebook yang sama, Budi Prabowo SE menulis dua postingan, agar kejadian tersebut menjadi pelajaran bersama.

Postingan ini saya beri judul: KHILAF TIDAK HARUS KALAP.
Terkait dgn kejadian td pgi “bakul sayur” ZAKI , shrsnya kpla desa Jrakah payung bisa menyikapi seorg anak pedaganhg sayuran seumuran zaki dgn bijak. Tdk dgn cara menakut nakuti anak seumuran zaki pak kades….
Cb klo yg jd Zaki itu anake sampeyan pak kades???
Dadi pejabat iku ojo sewenang wenang. Kabeh iku iso di rembug apik2…
Mesak ake pak zaki iku bocah ijek cilik

Tidurlah dex Zaki..
Tenangkan jiwamu…
Selagi kamu dlh posisi yg benar kami akn sllu mendampingimu Zaki..

#sepulangnya dari Kantor PolSek Tulis , Zaki nampak bekitu kelelahan ( lelah fusik jg mgkin lelah fikiran) atas kejadian yg di alaminya , wajahnya bekitu trlht jls msih ada rasa trauma yg dia rasakn ats kejadian yg menimpanya.

Kami brhrp semuanya cpt selesai dgn sebaik-baiknya, dan kejadian yg menimpa zaki (ANAK PENJUAL SAYUR YG DI USIR DARI SALAH SATU KAMPUNG) OLEH OKNUM KEPALA DESA JRAKAH PAYUNG) Bisa kita ambil hikmahnya.
Bhwa jiwa Pemimpin itu smestinya mempunyai hati bijak kpd siapapun. Bijak,bijak..bijak..
Bukan arogansi di dlm bertindak.

(KHILAF ITU TDK HARUS KALAP).

Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pihak oknum Kepala Desa Jrakah Payung. (WD)

Tags : bakul sayur ganteng