close
Sosial Budaya

Berawal meramaikan malam Takbiran Hari Raya, kini jadi fenomenal di Pekalongan

welas asih

Tirto, Wartadesa. – Grub ‘koprekan’ Welas Asih yang memanfaatkan drum bekas dan kentongan dari bambu untuk mengiringi syair-syair kebaikan dan sholawat menjadi fenomenal di Kabupaten Pekalongan. Beberapa waktu lalu sering diundang ‘manggung’ untuk meramaikan hajatan perkawinan maupun khitanan warga, bahkan balik kloso.

[button type=”round” color=”” target=”” link=”https://www.wartadesa.net/ngarak-manten-pakai-koprekan-marak-pekalongan/”]Baca: Ngarak Manten Pakai ‘Koprekan’, Marak Di Pekalongan[/button]

Wartadesa, menyempatkan untuk mampir ke basecamp Welas Asih di ruko Pandanarum yang berlokasi di pertigaan pasar Pandanarum. Sangat mudah untuk mencari basecamp grub drumband unik ini karena terpampang ‘plang’ basecamp Welas Asih di salah satu ruko.

Grub yang biasa menggunakan yel-yel Weeee … Aaaa… ini biasanya hari Jum’at sore sekitar jam 14.00 WIB melakukan latihan bersama.

Dewi Permata Sari dan Rozi Ahmad, penggagas dan komandan grub berbincang-bincang santai dengan Wartadesa. Jum’at (27/1).

Berawal dari keinginan untuk meramaikan takbiran keliling hari raya Iedul Fitri tahun lalu (2016), grub ini resmi berdiri. “Sebenarnya fenomena Welas Asih ini pertama berdiri untuk meramaikan takbiran keliling hari raya mas …, dan untuk menyiarkan sholawat melalui budaya,” tutur Dewi.

Kemudian salah satu anggota Weee…Aaaa ada yang menikah dan minta diarak, lanjut Dewi, kalau malam biasanya ada oncornya.

Dari arak-arakan (pawai_red.) salah satu anggota kami tersebut, grub Welas Asih mulai dikenal oleh masyarakat, Rozi, menuturkan.

“Saat itu pihak mempelai merasa terhibur, dan warga menyaksikan fenomena ‘baru’ hingga saat ini banyak yang mengundang kami untuk ikut meramaikan kebahagiaan pasangan yang menikan,” sambung Rozi.

Pesan moral yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat adalah semakin kita sering membaca sholawat semakin bertambah pula kita mahabbah kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Tutup rozi. ***(Bono, Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : arak-arakandrumbanddrumband Welas AsihfenomenalpawaiWelas Asih