Tirto, Wartadesa. – Warga Bodren, Desa Pucung Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan memadati tepi jalan Bodren untuk melihat grub ‘drumband’ Welas Asih dalam acara ngarak manten Suratnah bin Tarawi. Grub ‘drumband‘ yang lazim disebut dengan ‘koprekan’ ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga setempat, Jum’at (27/1).
Biasa disebut dengan Weee … Aaaaa … yang merupakan yel-yel grub Welas Asih, asal Desa Pandanarum Kecamatan Tirto. Grub ‘drumband‘ ini terdiri dari anak-anak, remaja, dan pemuda Desa Pandanarum. Dengan menggunakan alat musik sederhana dari drum bekas, kentongan bambu, diiringi dengan tarian khas, menjadi hiburan tersendiri bagi warga.
Andi, salah seorang warga Pucung Tirto, menyampaikan kepada Wartadesa bahwa ngarak manten dengan grub drumband maupun koprekan ini lagi marak di Pekalongan. “Terinspirasi dari acara pawai Panjang Jimat di Pekalongan, sepertinya mas. Sekarang ini banyak masyarakat yang punya hajat baik khitanan maupun pengantin, mengundang grub drumband untuk memeriahkan acaranya,” ujarnya.
Bahkan, acara balik kloso (semingu setelah resepsi pernikahan, dalam tradisi Jawa, pihak mempelai wanita akan kembali ke mempelai pria_red.) pun ada yang nanggap drumband. Tambah Andi.
Pawai ‘ngarak’ manten (pengantin_red.) yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dengan berkeliling kampung ini menjadi fenomena tersendiri di Pekalongan. Dengan tembang-tembang yang berisi syair puji-pujian dan sholawat, grub Welas Asih ini mencoba membumikan sholawat dan pesan kebaikan kepada masyarakat.
“Tembang-tembang yang kami bawakan berisi syair-syair puji-pujian dan sholawat agar masyarakat sekitar lebih mengenal sholawat dan dapat memetik pesan kebaikan yang kami sampaikan,” ujar Dewi Permata Sari, salah seorang anggota Welas Asih. ***(Bono, Eva Abdullah)










