Warta Desa, Pekalongan 16/03/2025
Ramadan, para penjual takjil di Jalan Raya Wonopringgo, Pekalongan, merasakan berkah tersendiri dari tingginya minat masyarakat dalam berburu makanan berbuka. Setiap sore, jalan ini berubah menjadi pusat kuliner dadakan, di mana berbagai jenis takjil seperti gorengan, kolak, es buah, dan aneka kue tradisional laris terjual.
Para pedagang, baik yang sudah berjualan rutin maupun pedagang musiman, memanfaatkan momen ini untuk meraup keuntungan. Banyak di antara mereka yang mengaku pendapatan meningkat berkali lipat dibanding hari biasa.Beberapa penjual bahkan bisa menghabiskan ratusan porsi dalam waktu singkat, terutama menjelang waktu berbuka.
Yani seorang pedagang takjil di jalan raya wonopringgo, Lokasi ini sangat tepat baginya, karena berada pada jalan utama dan warga pasti berbondong-bondong ke sini
“setiap tahun hanya berjualan disini saja, tidak mau tempat baru. Karena disini sudah ramai sejak dulu, ada juga warga yang ke pasar sehingga membeli kue dan aneka takjil lainnya. Lokasi ini juga menjadi tempat rejeki bagi saya pada saat Ramadhan seperti ini.” Ungkap ibu Yani
Namun, di balik berkah ini, ada tantangan seperti kemacetan lalu lintas akibat ramainya pembeli dan keterbatasan tempat berjualan. Meski begitu, bagi para pedagang, Ramadan tetap menjadi bulan penuh rezeki yang dinanti setiap tahunnya.
Bagi warga sekitar, berburu takjil di Jalan Raya Wonopringgo bukan hanya soal mencari makanan, tapi juga menikmati suasana khas Ramadan yang penuh kebersamaan. (Ken Ken)










