Pemalang, Wartadesa. – Kasus pemukulan oleh oknum Kades di Ulujami Pemalang terhadap wartawan berita online HP berbuntut panjang. Senin (10/4) kemarin puluhan perangkat desa mendatangi Mapolsek Ampelgading untuk memberikan dukungan kepada RH.
Camat beserta paguyuban Kepala Desa Pemalang (Simongklang) serta perangkat desa menyampaikan solidaritasnya di depan Mapolsek. Aksi solidaritas yang disampaikan dari rekan-rekan kades Sukorejo, RH ini meminta agar kasus tersebut diselesaikan dengan transparan dan seadil-adilnya.
Menanggapi aksi solidaritas ini,Kapolsek Ampelgading, AKP Heryadi Noor menjelaskan bahwa kasus tersebut akan ditangani secara prosedural. “Polisi tetap memproses kasus ini secara prosedural, mohon kepada camat Ulujami dan Simongklang agar memaklumi prosesnya, memahami tugas polisi sekaligus mengawal prosesnya, ” papar Kapolsek.
AKP Heryadi Noer juga mengharapkan semua pihak dapat menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. “Biarkan dan percayakan polisi memproses kasus tersebut sesuai prosedur tanpa ada tekanan dari pihak manapun,” ujarnya.
Sebelumnya, beberapa tokoh dan elemen masyarakat khususnya organisasi kewartawanan di Pemalang menyampaikan solidaritasnya, menuntut polisi memproses kasus tersebut secepatnya. Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolsek Ampelgading, mengatakan,”Dalam penangananan kasus ini, polisi tetap berpedoman pada KUHP dan KUHAP, bukan atas dasar permintaan atau desakan.”
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa pemukulan tersebut terjadi saat Joko Longkeyang bersama Trisdiyantoro (29) dan Dasuki (46) sedang berjoget di kafe MT, Ujunggede, kecamatan Ampelgading Sabtu pagi, pukul 01.30 WIB. Tiba-tiba dari arah samping kanan, RH seorang oknum Kepaladesa di Ampelgading datang dan langsung memukul korban dengan tangan kosong. Akibat pemukulan tersebut, korban mengalami luka sobek di pelipis kanannya.
Atas kejadian tersebut, Joko dengan dibantu oleh dua rekannya langsung membuat visum dokter dan melaporkannya ke Polsek Ampelgading. (WD)










