close
EkonomiJalan-jalanPendidikanSosial Budaya

Butuh dukungan Pemkab Pekalongan untuk wujudkan regenerasi pengrajin gerabah di Wonorejo

gambar ketua karangtaruna
Sigit Rohmatullah, Ketua Karangtaruna Desa Wonorejo, Wonopringgo, Pekalongan

Wonopringgo, Wartadesa. – Minimnya minat kaum milenial untuk menekuni usaha kerajinan gerabah di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan membutuhkan dorongan dan pendampingan dari pihak terkait, khususnya pengambil kebijakan di Pemkab Pekalongan. Demikian disampaikan oleh Sigit Rohmatullah, Ketua Karangtaruna desa setempat disela-sela kunjungan wisata edukasi Kampung Gerabah, Sabtu (02/02).

Sigit menyebut, kerajinan gerabah di desanya mulai bergeliat sejak pertengahan tahun 2018 lalu. “Geliat kerajinan gerabah di Desa Wonorejo mulai bergairah sejak pertengahan tahun 2018 lalu. Dari pelatihan kerajinan gerabah yang kami selenggarakan kemudian dibentuk desa wisata edukasi kerajinan gerabah, respon dari warga sangat memuaskan,” tuturnya.

Saat ini banyak warga dari desa lain dan lembaga pendidikan setingkat PAUD, TK, SD, SMP bahkan SMA datang untuk belajar bersama proses pembuatan gerabah. Menurut Sigit, dengan makin dikenalnya Desa Wonorejo sebagai Kampung Gerabah di Kabupaten Pekalongan akan meningkatkan animo para pemuda desa setempat menekuni kerajinan yang hampir punah tersebut.

“Agar kerajinan gerabah tidak punah … kami mencoba berbagai cara agar para pemuda desa setempat mulai tertarik dengan usaha gerabah. Karena kondisi saat ini semakin menurun minat pemuda untuk menekuni kerajinan gerabah.” Ujar Sigit.

Menurut Sigit, saat ini pihaknya sedang menginisiasi regenerasi dari kalangan kaum muda untuk menekuni kerajinan gerabah. “Regenerasi dari pemuda terus kita lakukan agar tergugah untuk melanjutkan pembuatan gerabah di Wonorejo, dengan melakukan inovasi bentuk-bentuk baru.” Lanjutnya.

Upaya untuk menumbuhkembangkan kecintaan kaum milenial desa setempat sempat dilakukan Karangtaruna dengan menggelar pelatihan pembuatan gerabah dengan mendatangkan instruktur dari Kasongan, Bantul Jogja beberapa waktu lalu.

“Ada 50 orang yang mengikuti pelatihan, sejak pelatihan tersebut, didapatkan ilmu baru, tidak hanya menggunakan alat manual untuk pembuatan geraah, tetapi sudah bisa menggunakan mesin cetak dengan bentuk bentuk baru seperti hello kitty dll,” lanjut Sigit.

Agar para pemuda di desanya tertarik dengan kegiatan wisata edukasi pembuatan gerabah, Sigit mengungkapkan, pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para pemuda desa untuk belajar pembuatan gerabah.

Sigit juga berharap bahwa pihak Pemkab Pekalongan, khususnya Bupati Asip Kholbihi berkenan memfasilitasi pengrajin gerabah agar lebih berkembang demi pengembangan Desa Wonorejo menjadi Desa Wisata Edukasi Gerabah.

“Sebelumnya Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi merespon dengan memberikan los di UMKM Centre yang sedang dibangun, tempat tersebut akan digunakan untuk mempermudah pemasaran hasil pengrajin di Wonorejo, pusat pelatihan, dan sekretariat pengrajin gerabah.” Pungkas Sigit. (WD)

Tags : desa wisata gerabahgerabahwonorejo

Leave a Response