close
gambar mahasiswi
Titi Marfiyah, salah seorang anggota Tim KKN Undip di Desa Wonorejo mendorong pemasaran gerabah melalui media online

Wonopringgo, Wartadesa. – Kerajinan gerabah di Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan saat ini masih dilakukan secara langsung. Pembeli dari berbagai wilayah di Tegal, Pemalang, Comal, Batang, Limpung dan daerah lain, biasanya datang langsung ke pengrajin gerabah untuk dijual lagi di wilayah mereka. Ragam dan jenis gerabah yang masih tradisional turut menurunkan minat remaja dan pemuda desa setempat untuk menggeluti usaha turun-temurun di desanya.

Untuk mendongkrak sekaligus mengenalkan gerabah asli Wonorejo, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menggandeng Karangtaruna dan pemuda desa setempat untuk mencintai dan memasarkan gerabah melalui media online.

“Pendampingan yang kami lakukan di Desa Wonorejo yakni dengan membantu warga dan generasimuda melalui pemasaran online, melalui platform e-comercee pada marketplace yang ada seperti Lazada, Bukalapak dan marketplace lainnya maupun media sosial,” ujar Titi Marfiyah, salah seorang anggota Tim KKN Undip, Sabtu (02/02) disela-sela mendampingi Karangtaruna desa setempat saat kunjungan wisata edukasi Kampung Gerabah dari TK dan PAUD Islam Futuhiyah Doro.

Menurut Titi, pihaknya juga melakukan pendampingan warga pengrajin gerabah, pembekalan kepada para remaja dan pemuda tentang pemasaran, potensi usaha secara online. “Karena dengan pemasaran secara online, akan lebih efektif, cepat dan mudah dilakukan,” lanjutnya.

Selama ini, menurut Titi, kerajinan gerabah hanya dilakukan oleh para orang tua, “kedepan … melalui Karangtaruna kami turut berkontribusi membina remaja untuk menjadi pengrajin gerabah, agar kerajinan tersebut menjadi ikon Desa Wonorejo,” tutur gadis cantik berkerudung tersebut.

Singkatnya waktu KKN di Desa Wonorejo menjadikan timnya, masih menurut Titi, tidak mendampingi warga membuat aneka gerabah modern. Bentuk gerabah tradisional berupa lemper (tempat makan), celengan, teko dan lain sebagainya masih tetap dipertahankan, timnya hanya memberikan inovasi berupa pengecatan dengan cat tembok maupun cat lainnya sesuai dengan keinginan pasar.

“Kami tidak melakukan pendampingan pruduk baru, karena mereka harus belajar dari nol lagi untuk belajar yang baru, inovasinya dilakukan dengan pengecatan sesuai dengan keinginan seperti cat tembok, atau cat lainnya,” ujar Titi.

Titi dan tim KKNnya juga turut mendorong warga di Pekalongan dan sekitarnya untuk datang ke Desa Wonorejo dengan belajar sambil berwisata di wisata edukasi Kampung Gerabah, “silakan datang ke Desa Wonorejo, sambil wisata edukasi gerabah,” pungkasnya. (WD)

Tags : kkn undippesaran online gerabah

Leave a Response