close
KesehatanLayanan Publik

Rapid tes, tiga staf medis RSUD Batang reaktif Korona

rapid tes
ilustrasi. Pelaksanaan rapid tes di pasar tradisional di Batang
  • Total 16 orang reaktif Covid-19 hasil rapidtes di sejumlah pasar Batang

Batang, Wartadesa. – Hasil swab tes yang dilakukan oleh Pemkab Batang, Jawa Tengah menyebut tiga orang staf klinis RSUD Kalisari Batang reakfit Covid-19 (reaktif Korona = antibodi sudah ada dalam tubuh, sehingga orang tersebut sudah pernah kemasukan Virus Corona). Demikian disampaikan Bupati Batang, Wihaji, Rabu (27/05).

Hasil tersebut membuat Wihaji memerintahkan pihak RSUD Kalisari untuk secepatnya merawat tidak perawatnya. “Saya sudah perintahkan direktur RSUD secepatnya 3 perawat untuk menjalani isolasi,” ujar Wihaji.

Orang nomor satu di Batang Berkembang ini menambahkan, bahwa  dari hasil tracking riwayat tiga perawat tersebut, penularan bukan dari pasien yang dirawat tapi dimungkinkan berkontak dengan orang luar.

Pihak Pemkab akan melakukan tindakan lebih jauh terkait hal tersebut. “Hasil rapid tes belum tentu juga positif hasil swab, tetapi karena sudah reaktif harus diliburkan, diawasi, diisolasi secara mandiri,” jelas Wihaji.

Untuk sementara, lanjut Wihaji, tiga perawat yang hasil swabnya reaktif untuk tidak bekerja terlebih dahulu.

Sementara itu, Direktur RSUD Kalisari Batang melalui Kepala seksi bidang pelayanan, Samuri menjelaskan bahwa tiga orang perawatnya yang reaktif tersebut merupakan pengembangan dari satu perawat yang sebelumnya dinyatakan reaktif.  “Dari hasil tracking ketemu dua staf klinis hasil rapid tes reaktif Covid-19,” jelasnya.

Samuri menjelaskan, dua perawat yang reaktif tidak melakukan kontak dengan perawat yang reaktif sebelumnya. Jadi kemungkinannya kontak dengan pihak luar. “Dari tiga staf klinis tersebut sudah kami isolasi, ruangan pasien sudah dikosongkan dan bersihkan dengan penyemprotan disinfektan. Sehingga sudah bisa ditempati lagi untuk perawatan pasien,” tutup Samuri.

16 pedagang Pasar Tradisional di Batang Reaktif Covid-19

Sementara itu, hasil dari rapid tes massal yang digelar di beberapa pasar tradisional Batang, terdeteksi 16 orang pedagang reaktif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Mukhlasin menjelaskan pihaknya telah melakukan pemeriksaan uji sample rapid test terhadap pedagang dan pengunjung pasar dilakukan oleh petugas surveilans Dinkes Batang, di Pasar Batang, Bandar dan Blado.

“Hasil pemeriksaan uji sample rapid test di Pasar Batang, sebanyak 145 orang negatif dan 5 orang reaktif positif covid-19. Uji sample rapid test di Pasar Blado, sebanyak 43 orang negatif dan 7 orang reaktif positif covid-19. Pasar Bandar, sebanyak 96 orang negatif dan 4 orang reaktif positif covid-19. Sehingga total ada 16 pedagang yang reaktif ,” jelas dr Mukhlasin. (Eva Abdullah)

Terkait
Mengisi ronda dengan catur dan jimpitan

Reban. Batang. Wartadesa - Menjaga kemamanan lingkungan di pos kamling (keamanan lingkungan) kadang menjenukan. Nah, warga Reban Kabupaten Batang mempunyai Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Bus wisata yang ditumpangi warga Batang masuk jurang

Purbalingga, Wartadesa. - Naas, bus pariwisata Metropolitan E 7599 V yang membawa 64 warga Batang yang hendak berwisata ke objek Read more

Hidup sebatangkara, kakek ini makan seadanya

Batang, Wartadesa. - Tinggal sebatangkara, di rawa-rawa sebelah timur Mencawak, Sigandu Kabupaten Batang dengan gubuk berdinding terpal, itulah kondisi kakek Ra'adi Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : Batangreaktif covid-19