close
KesehatanLayanan Publik

10 warga reaktif Covid-19 saat rapid tes di Pasar Banyu Urip

rapid tes

Kota Pekalongan, Wartadesa. – 10 warga dinyatakan reaktif Covid-19 dalam rapid tes yang digelar oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan di Pasar Banyu Urip, Kota Pekalongan, Rabu (27/05).

Petugas melakukan rapid tes kepada 50 orang dengan hasil 10 orang reaktif. “Ini tadi di Banyurip ada yang reaktif sebanyak 10 orang. Nanti akan kita tindaklanjuti dengan tes kedua” ujar Saelany Mahfudz Walikota Pekalongan.

Data 10 orang reaktif tersebut terdiri dari tujuh orang warga Kota Pekalongan dan tiga orang lainnya warga diluar.

Sebelumnya, dua orang terindikasi reaktif Virus Korona (Covid-19) berdasarkan hasil rapid tes di Pasar Grogolan, Kota Pekalongan. Rapid tes digelar oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan, Jumat (22/5), kemarin setelah menyasar Pasar Darurat Sorogenen.

Diberitakan Wartadesa sebelumnya, rapid tes massal di Pasar Darurat Sorogenen dengan hasil negatif.

Wakil Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid mengungkapkan, rapid test di Pasar Grogolan menunjukkan dua orang reaktif Covid-19 yang masing-masing warga Batang dan Kota Pekalongan.

“Di Pasar Grogolan dilakukan rapid test secara acak terhadap 57 orang dan hasilnya dua orang reaktif Covid-19. Dua orang itu satu pedagang satu pembeli,” ujar Afzan.

Aaf panggilan akrab Wakil Walikota Pekalongan mengaku sudah berkoordinasi dengan Tim Gugus Batang setelah satu warga Kota Berkembang tersebut reatif positif Korona.

Sementara untuk warga Kota Pekalongan, pihaknya langsung melakukan tracking. “Untuk warga Kota Pekalongan langsung dilakukan tracking riwayat perjalanan dan rencananya besok (hari ini_Sabtu) akan dilakukan tindaklanjut berupa tes swab. Yang bersangkutan juga telah diminta untuk sementara waktu melakukan karantina mandiri di rumah dan membatasi kontak dengan orang lain,” katanya.

Sementara itu, hasil rapid tes para pedagang di Pasar Darurat Sorogenen, Kota Pekalongan negatif korona. Rapid tes digelar oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan,  Jumat (22/5).

Rapid test dilakukan mulai sekitar pukul 10.30 WIB. Petugas secara acak meminta para pedagang yang sebagian besar berusia paruh baya untuk menjalani tes. Setelah beberapa menit, hasil tes ternyata negatif.

Salelany Machfudz, Walikota Pekalongan menyebut sebanyak 40 pedagang pasar darurat menjalani rapid tes secara gratis. “Rapid test ini kita gratiskan. Maksudnya tentu saja paling tidak kita akan bisa mengukur sejauh mana di Kota Pekalongan ini untuk tingkat terkena Covid-19,” katanya.

Pihaknya bersyukur, kasus Covid-19 di Kota Pekalongan tidak menunjukkan peningkatan signifikan. “Alhamdulillah kita sekarang perkembangannya masih cukup bagus, masih konstan, tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Mudah-mudahan masih segini terus,” ujarnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia

Bekasi, Wartadesa. – Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) yang berdiri pada tahun 2016 yang lalu, menyelenggarakan Gathering dan Silaturrahim perdana Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Sejumlah orang tua tolak vaksinasi Rubella

Pekalongan Kota, Wartadesa. -  Setidaknya 15 orang tua siswa di beberapa SD di wilayah Kota Pekalongan menolak anaknya diimunisasi Measles Read more

Kasus HIV/AIDS di Kota Santri capai 40

Kajen, Wartadesa. - Kasus HIV/AIDS di Kota Santri sejak Januari hingga Juni 2017, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Komisi Penanggulangan Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : pasar banyu uriprapid tes