close
KesehatanLayanan Publik

Hari pertama jam malam pemalang, tidak ada aktivitas berarti

jam malam

Pemalang, Wartadesa. – Tidak ada aktivitas warga yang berarti di hampir seluruh wilayah Kabupaten Pemalang, sejak pukul 21.00 WIB. Pemberlakuan jam malam oleh Pemkab Pemalang dinilai sukses dan berhasil. Warga tidak ada yang berkumpul kumpul ataupun nongkrong di jalan jalan utama, dan Pedagang Kali Lima (PKL) nasi goreng sudah tutup semua.

Di jalan utama Kota Pemalang tidak ada warga yang berkumpul maupun nongkrong, bahkan para penjual nasi goreng dan masakan lamongan sudah tutup semua. Mereka mengikuti anjuran atau himbauan dari pemerintah Pemalang agar tidak berjualan setelah jam 21.00. Masyarakat yang lalu lalang di jalan sangat sepi, hanya beberapa kendaraan yang melintas di jalan jalan kota. Bahkan lokasi pusat kuliner di Pemalang yaitu sebelah utara Alun Alun Pemalang dan lingkungan Alun Alun sudah tutup semua, meskipun tempat jualannya belum dibereskan semuanya, tetapi sudah tidak ada pedagangnya. Lampu penerangan jalan di jalan raya juga dimatikan semuanya.

Pemberlakuan jam malam dilakukan secara simbolis oleh Bupati Pemalang, Junaedi dengan mengibarkan bendera start dalam apel yang dihadiri oleh  seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di halaman Pendopo Kabupaten Pemalang, Rabu (27/5).

Dalam keterangan persnya, Bupati Pemalang H Junaedi menerangkan bahwa penerapan jam malam merupakan salah satu langkah untuk menuju new normal.

“Yaa ini kan salah satu bahwa untuk menuju new normal salah satunya adalah mendisiplinkan diri, nanti kalau sudah new normal itu kan bagaimana, siapa, dan berbuat apa termasuk kita juga harus mempersiapkan fasilitasnya seperti apa contoh di tempat-tempat usaha,mall dan sebagainya”, terang Junaedi.

Bupati Junaedi kembali menegaskan terkait sanksi yang akan dijatuhkan kepada para pelanggar jam malam di Kabupaten Pemalang.

Sementara itu, anggota DPRD sekaligus Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPRD Pemalang, Fahmi Hakim meminta Pemkab memperhatikan dampak sosial pemberlakuan jam malam.

“Salah satu tujuan diberlakukannya jam malam untuk menekan penularan virus Covid-19 di wilayah Pemalang, sebab potensi tersebut cukup besar. Namun kebijakan tersebut juga harus tetap memperhatikan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari jam malam,” ujar  Fahmi. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : jam malampemalang