close

Kesehatan

Kesehatan

Cerita Humanis dari Bangsal: Perawat Muda Yeni Kusuma Dewi Jadi Sorotan Pasien di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan

susandi

WARTA DESA, PEKALONGAN — Di tengah rutinitas layanan kesehatan yang padat, sebuah kisah pelayanan humanis kembali menghangatkan suasana di Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Pekajangan, Kabupaten Pekalongan. Kali ini, apresiasi mendalam datang dari pasien yang menyoroti dedikasi Yeni Kusuma Dewi (21), seorang perawat muda dari Wonopringgo.

Aksi Yeni, yang bertugas di bangsal, terlihat pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Dengan kesigapan, ketelitian, dan senyum yang ramah, ia melakukan pemeriksaan tensi darah kepada para pasien, menunjukkan standar pelayanan profesional yang tinggi sekaligus sentuhan personal.

Apresiasi Pasien Pasca-Operasi

Salah satu pasien yang paling merasakan dampak positif dari pelayanan ini adalah Rohadi, warga Desa Lebakbarang, yang baru saja menjalani operasi bedah lipoma. Rohadi menyampaikan penghargaan tulusnya, tidak hanya kepada Yeni, tetapi juga kepada seluruh tim medis dan administrasi rumah sakit.

“Pelayanan di sini sangat humanis dan perhatiannya luar biasa. Para perawat melayani dengan ramah dan sabar, membuat kami merasa nyaman sekali selama proses pemulihan. Khususnya Yeni, dia selalu tulus membantu kami,” ungkap Rohadi.

“Saya menghaturkan banyak terima kasih. Mulai dari pelayanan administrasi, pelayanan dokter, hingga perawat, semuanya sangat memuaskan dan membuat saya merasa aman dan nyaman selama dirawat di RSI PKU Pekajangan,” tambahnya, menekankan bahwa pelayanan yang diberikan dilakukan dengan ketulusan hati dan sopan santun.

Pilar Kepercayaan Masyarakat

Kisah Yeni dan apresiasi dari pasien Rohadi ini menjadi cerminan nyata dari komitmen RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. Pelayanan yang mengedepankan aspek humanis dan keramahan seperti ini telah menjadi salah satu pilar utama yang terus menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

Rumah sakit ini secara konsisten membuktikan diri sebagai institusi yang tidak hanya mengutamakan keselamatan dan kualitas medis, tetapi juga menjadikan kenyamanan dan kepuasan pasien sebagai prioritas utama dalam setiap interaksi dan layanan. (Susandi)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Sentilan Ketua PP Muhammadiyah di Grand Opening RSI Pekajangan: “Rumah Sakit Jangan Sampai Sakit”

IMG_20251115_102252

WARTA DESA, PEKALONGAN – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., memberikan sambutan yang menarik perhatian saat peresmian (Grand Opening) gedung enam lantai Rumah Sakit Islam (RSI) Pekajangan, Kabupaten Pekalongan. Dalam sambutannya, Dr. Agus melontarkan ‘sentilan’ halus yang ditujukan kepada kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, terutama terkait program Universal Health Coverage (UHC) yang diduga mewajibkan pelayanan kesehatan berjenjang ke RSUD.

Dr. Agus Taufiqurrahman menekankan bahwa harapan utama dari pendirian dan pengembangan rumah sakit, khususnya di bawah naungan Muhammadiyah, adalah agar “rumah sakit tidak sakit.” Pernyataan ini dinilai sebagai respons terhadap potensi dampak kebijakan UHC Pemkab yang mungkin membatasi pilihan pasien dan mengurangi kunjungan ke RSI Pekajangan.

“Kita harap, rumah sakit ini tidak sakit. Bahkan dalam guyonan (jokes) saya sebutkan, saking bersihnya (rumah sakit), sampai bersih tak ada pasiennya. Ini jangan sampai terjadi,” ujar Dr. Agus, yang juga seorang dokter spesialis, menyiratkan isu persaingan dan regulasi di sektor kesehatan.

Dr. Agus Taufiqurrahman juga menyoroti sejarah panjang amal usaha tersebut, menyebutkan bahwa Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan, yang menaungi RSI, telah berusia 103 tahun dan memiliki amal usaha yang lengkap.

Ia menggarisbawahi makna di balik penamaan rumah sakit-rumah sakit Muhammadiyah dengan singkatan PKU, yang merupakan kependekan dari Penolong Kesejahteraan Umum.

“Ini adalah spirit persyarikatan (Muhammadiyah). Nama PKU itu tujuannya jelas, yakni Penolong Kesejahteraan Umum. RSI Pekajangan harus merefleksikan spirit ini dengan melayani seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Dr. Agus menyampaikan dua harapan besar untuk pengembangan RSI Pekajangan ke depan.

Pertama, Amal usaha Muhammadiyah, termasuk RSI Pekajangan, harus terus memberikan kontribusi terbaik bagi pelayanan kesehatan masyarakat.

Kedua, RSI Pekajangan diharapkan dapat berkembang lebih jauh menjadi tempat pendidikan dokter spesialis, berkontribusi dalam mencetak tenaga medis ahli di Indonesia. (Red)


Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Aduan Wali Murid Karangdadap: Bakpao Program MBG Diduga Basi, Berlendir, dan Berbau Menyengat

Screenshot_20251113_141551

Warya Desa, Karangdadap, [13 Nov 2025] — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak di sekolah kembali menuai keluhan. Kali ini, aduan datang dari para wali murid di wilayah Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terkait kualitas makanan yang dibagikan.

Wali murid dari TK Raudhatul Athfal (RA) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Karangdadap mengungkapkan kekecewaan mereka, menyebut menu bakpao yang diterima siswa diduga telah basi, berlendir, dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat.

Keluhan ini mencuat setelah bakpao yang menjadi salah satu menu dalam program MBG tersebut dibagikan kepada peserta didik, termasuk siswa kelas 1 hingga kelas 3.

“Gen lare (anak) q kelas 1 kaleh kelas 3 geh Sami berlendir, mpon basi sdanten niku bakpaone,” demikian bunyi pesan pengaduan salah satu wali murid, yang berarti, “Anak saya kelas 1 dan kelas 3 semua (mendapatkan bakpao) berlendir, sudah basi semua bakpaonya.”

Dalam rekaman video yang dilampirkan terlihat jelas kondisi bagian dalam bakpao yang menjadi keluhan. Roti bakpao terlihat terbelah dengan isian berwarna cokelat gelap yang tidak lagi berbentuk padat dan menunjukkan tekstur mencurigakan, sesuai dengan deskripsi wali murid yang menyebutkan adanya lendir dan bau menyengat.

Keluhan ini menambah panjang daftar permasalahan kualitas makanan yang dilaporkan dalam pelaksanaan program MBG di berbagai daerah. Para wali murid berharap pihak penyelenggara program, baik dari tingkat sekolah maupun pemasok pangan (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG), segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Mereka mendesak agar standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas bahan baku benar-benar diawasi dengan ketat, mengingat makanan ini dikonsumsi oleh anak-anak usia sekolah yang rentan terhadap risiko keracunan atau gangguan kesehatan. Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah setempat untuk memastikan bahwa program yang bertujuan mulia ini tidak justru membahayakan kesehatan generasi penerus bangsa.

Saat ini kami masih mencari informasi terkait unit SPPG yang melayani sekolah tersebut. Pihak orang tua tidak mengetahui SPPG dimaksud, untuk melakukan klarifikasi sebagai upaya cover both side. (Red)

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Warga Adukan Dugaan Pelayanan Tidak Profesional RSUD Kajen, Pihak Rumah Sakit Beri Penjelasan dan Klarifikasi

images(12)
Pekalongan, 4 November 2025 – Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kajen menuai sorotan setelah seorang warga melayangkan aduan langsung kepada Direktur RSUD, dr. H. Imam Prasetyo, terkait dugaan penanganan yang dinilai tidak profesional terhadap pasien BPJS Kesehatan.
Insiden ini terjadi pada Selasa sore, 4 November 2025, menjelang waktu magrib, dan berakhir dengan keputusan keluarga untuk memindahkan pasien ke rumah sakit lain.
Kronologi Aduan: Pasien Dipulangkan Meski Kesakitan Hebat
Menurut keterangan pelapor, yang disampaikan melalui pesan tertulis kepada dr. Imam, ia mengantar adiknya ke IGD RSUD Kajen dengan keluhan nyeri hebat pada bagian rahim. Namun, setelah menjalani pemeriksaan awal, pihak rumah sakit menyatakan kondisi pasien tidak mengkhawatirkan dan memintanya untuk pulang.
Keputusan tersebut disayangkan oleh pihak keluarga, mengingat kondisi pasien yang disebut masih sangat lemah dan merintih kesakitan. Tidak lama setelah tiba di rumah, kondisi pasien memburuk, mendorong keluarga untuk segera mencari pertolongan medis di rumah sakit lain.
“Saya kejar sampai ketemu di depan Indomaret dekat SPBU Karanganyar. Kondisi pasien waktu itu panas, lemah, dan terus merintih kesakitan,” tulis pelapor, menggambarkan kondisi adiknya saat dalam perjalanan menuju rumah sakit kedua.
Sesampainya di salah ssatu rumah sakit swasta, pasien langsung ditangani secara intensif dan dinyatakan harus menjalani rawat inap. Diagnosis awal di RS menunjukkan pasien mengalami tekanan darah rendah dan gejala penyakit serius, yang berkebalikan dengan hasil pemeriksaan di RSUD Kajen.
Melalui aduannya, pelapor berharap kejadian ini menjadi masukan berharga bagi RSUD Kajen, khususnya dalam meningkatkan profesionalitas pelayanan, terutama bagi pasien peserta BPJS Kesehatan.
Penjelasan RSUD Kajen: Pelayanan Sesuai Prosedur Medis
Menanggapi aduan tersebut, pihak unit pengaduan RSUD Kajen memberikan klarifikasi melalui saluran WhatsApp resmi. RSUD Kajen menegaskan bahwa pelayanan yang diberikan kepada pasien telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan prosedur medis yang berlaku.
Pihak rumah sakit merinci hasil pemeriksaan fisik pasien saat tiba di IGD pada tanggal 4 November 2025:
  • Tekanan darah: 90/60 mmHg (tergolong rendah, namun dalam konteks klinis saat itu tidak dianggap kegawatdaruratan)
  • Nadi: 88 kali/menit (normal)
  • Saturasi oksigen (SpO₂): 98% (normal)
  • Suhu tubuh: 36,5°C (normal)
  • Frekuensi napas: 20 kali/menit (normal)
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien tidak termasuk dalam kategori kegawatdaruratan,” tulis pihak RSUD dalam pesan resmi mereka.
Pihak rumah sakit juga menambahkan bahwa keluarga pasien telah diberikan edukasi dan saran untuk melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut di Poli Obgyn pada jadwal berikutnya, mengindikasikan bahwa kasus tersebut bukan kondisi darurat yang memerlukan rawat inap saat itu.
Perkembangan Terkini
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari dr. Imam Prasetyo atau manajemen puncak RSUD Kajen terkait dugaan pelayanan tidak profesional ini. Pihak rumah sakit tetap berpegang pada hasil pemeriksaan medis awal mereka.
Sementara itu, pasien dikabarkan telah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Swasta dan kondisinya berangsur membaik, memvalidasi kekhawatiran pihak keluarga mengenai kondisi serius yang dialami pasien.
Kejadian ini kembali membuka diskusi publik mengenai standar pelayanan gawat darurat dan pentingnya komunikasi efektif antara tenaga medis dan pasien, khususnya dalam penanganan kasus yang melibatkan rasa sakit hebat. (Rohadi)
Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Ratusan Pelajar Muhammadiyah Pekalongan Adu Terampil Senam Anak Indonesia Hebat

IMG-20251101-WA0027

Warta Desa, Pekalongan – Dalam rangka menyemarakkan Milad ke-113 Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Lomba Senam Anak Indonesia Hebat, Sabtu, 1 November 2025, di lapangan Pondok Pesantren International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftakhul Ulum Pekajangan, Ambokembang Gg. 9, Kedungwuni, Pekalongan. Ratusan siswa dari sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Sejak pagi, para peserta yang didampingi guru pendamping tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai halaman sekolah saat anak-anak berbaris rapi mengenakan kostum senam berwarna-warni.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Riyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari perwujudan tema Milad ke-113 Muhammadiyah yaitu “Memajukan Kesejahteraan Bangsa.” Menurut Riyanto, lomba senam tersebut sejalan dengan salah satu program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, yakni membentuk Anak Indonesia Hebat melalui kebiasaan berolahraga.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap anak-anak Muhammadiyah semakin sehat, semangat, dan berkarakter kuat, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi hebat yang siap memajukan bangsa,” ujar Riyanto.

Acara dilanjutkan dengan senam bersama yang diiringi lagu Senam Anak Indonesia Hebat. Anak-anak terlihat kompak dan bersemangat mengikuti setiap gerakan senam dengan penuh ekspresi dan kegembiraan.

Setelah sesi pembukaan, lomba senam resmi dimulai. Para peserta menampilkan performa terbaik mereka di hadapan dewan juri yang menilai berdasarkan tiga aspek utama, yaitu kekompakan, ekspresi, dan kesesuaian gerakan dengan irama musik.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap gaya hidup sehat di kalangan pelajar Muhammadiyah. (Rizqon)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Semarak Milad ke-113, Muhammadiyah Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

cek kesehatan

Warta Desa, Pekalongan – Dalam rangka memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan pengobatan gratis yang berlangsung pada Sabtu, 1 November 2025, pukul 08.00–11.00 WIB di Masjid Baiturrokhim Desa Wuled Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Semarak Milad Muhammadiyah dan bekerja sama dengan Tim Kesehatan RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. Sebanyak 12 personel diterjunkan, terdiri dari 10 tenaga kesehatan dan 2 tenaga teknis, dengan target melayani 300 pasien dari berbagai kalangan masyarakat.

Selain pengobatan umum, warga juga mendapatkan layanan pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol sebagai bagian dari deteksi dini penyakit.

Ustad Nifsun Nahar, PDM Kabupaten Pekalongan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dakwah Muhammadiyah di bidang kesehatan. “Muhammadiyah senantiasa berdakwah dalam berbagai bidang. Hari ini, melalui pengobatan gratis, kami ingin masyarakat tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga rohani dan bertakwa,” ujarnya.

Panitia Semarak Milad, Riyanto dan Nasokha, mengungkapkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. “Alhamdulillah, kegiatan pengobatan gratis ini terlaksana dengan baik. Kuota hari ini 300 orang, dan kami berharap tahun depan bisa menjangkau lebih banyak lagi,” kata Riyanto.

Warga Desa Wuled yang hadir pun merasa terbantu. Buhron (60), mengaku senang bisa memeriksakan keluhan nyeri dan kaku di kakinya. “Saya senang sekali ada pengobatan gratis seperti ini. Sangat membantu,” tuturnya.

Senada dengan Buhron, Abdin (58) yang mengalami sesak napas juga memanfaatkan layanan ini. “Kalau capek, dada saya terasa sesak. Saya ikhtiar lewat pengobatan gratis ini, semoga bisa sembuh,” harapnya.

Puri Hanyani, tenaga apoteker dari RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, menjelaskan bahwa keluhan yang paling banyak ditemui adalah pusing, tekanan darah tinggi, nyeri sendi, dan gangguan lambung. “Obat yang kami berikan disesuaikan dengan keluhan masyarakat, dan kami pastikan sesuai standar pelayanan,” jelasnya. (Nanang Fahrudin)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Senam Sehat di Grow Apotek Gumingsir: Wadah Semangat dan Kesehatan Ibu Muda Karangdadap

senam1

Warta Desa, Pekalongan, 19 Oktober 2025 – Suasana pagi di Grow Apotek Gumingsir, Karangdadap, Kabupaten Pekalongan kembali riuh dengan semangat dan tawa para ibu muda yang antusias mengikuti Senam Sehat, Sabtu (19/10/2025). Kegiatan yang telah menjadi tradisi sejak apotek ini dibuka pada 8 September 2024 ini terus menarik perhatian masyarakat setempat, khususnya para ibu rumah tangga dan ibu muda yang mencari wadah untuk menjaga kesehatan sekaligus melepas penat.

Senam yang digelar secara gratis ini dipandu oleh instruktur profesional yang telah rutin hadir setiap pekannya. Gerakan-gerakan ringan namun efektif berhasil menyegarkan tubuh dan membangkitkan energi positif di kalangan peserta. Tidak hanya sebagai aktivitas fisik, senam ini juga menjadi ruang sosial yang hangat, tempat para ibu saling berbagi cerita, dukungan, dan semangat dalam menjalani peran mereka sehari-hari.

“Senam ini lebih dari sekadar olahraga. Ini adalah pelampiasan, pelepas lelah, dan pengisi ulang energi kami sebagai ibu. Di sini kami merasa tetap sehat, tetap semangat, dan tidak merasa sendiri,” ujar Siti, salah satu peserta yang telah rutin hadir sejak awal.

Grow Apotek Gumingsir, yang dikelola oleh kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker UMPP dan tenaga kesehatan profesional, tidak hanya fokus pada pelayanan kefarmasian, tetapi juga aktif dalam promosi kesehatan masyarakat. Kegiatan senam ini merupakan bagian dari komitmen mereka untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pola hidup sehat di tengah masyarakat.

“Kami ingin Grow Apotek bukan hanya tempat membeli obat, tapi juga menjadi pusat kesehatan dan kebahagiaan bagi masyarakat sekitar,” tutur salah satu apoteker yang terlibat.

Dengan dukungan penuh dari manajemen apotek dan antusiasme masyarakat yang terus meningkat, Senam Sehat di Grow Apotek Gumingsir diharapkan dapat terus berlangsung dan menjadi contoh baik bagi inisiatif kesehatan berbasis komunitas di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Ayuk ikuti Senam Sehat bersama Grow Apotek Gumingsir – sehat bersama, semangat bersama! (Ainun Muthoharoh)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pegawai RSUD Kesesi Keluhkan Keterlambatan dan Ketidaktransparanan Pembayaran Jaspel

rsud kesesi

Warta Desa, Pekalongan — Sejumlah pegawai di RSUD Kesesi, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan persoalan pembayaran jasa pelayanan (jaspel) yang dinilai tidak transparan dan sering mengalami keterlambatan. Keluhan ini disampaikan oleh seorang sumber internal rumah sakit yang enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan.

Menurut penuturan sumber tersebut, sejak Desember 2024 hingga kini, proses pencairan jaspel kerap terkendala. Bahkan, pembayaran untuk Desember 2024 disebut-sebut tidak diterima oleh sebagian pegawai.

“Desember itu pasien sangat banyak dan dokter juga full. Tapi katanya jaspel bulan Desember 2024 hangus,” ungkapnya, Senin (13/10/2025).

Ia menuturkan, jaspel untuk Januari hingga April 2025 memang sudah dicairkan, namun periode Mei hingga September 2025 belum diterima pegawai.

“Yang Januari–Februari baru cair Maret, Maret cair April. Sekarang sudah Oktober, tapi dari Mei sampai September belum keluar,” ujarnya.

Selain keterlambatan, ia juga menyoroti ketidaksesuaian antara data laporan internal dengan nominal yang masuk ke rekening pegawai. Ia menilai perhitungan jaspel tidak dilakukan secara terbuka, padahal besaran jaspel ditentukan berdasarkan jumlah pasien dan beban kerja.

“Nilai jaspel tidak transparan. Kadang saya hanya dapat ratusan ribu, padahal kerjaannya sama bahkan lebih berat. Harusnya golongan lebih tinggi punya poin tersendiri, tapi justru banyak yang golongan 3D di bawah 2C,” keluhnya.

Sumber itu juga menyebut dugaan kejanggalan dalam proses perhitungan dan pencairan dana jaspel, mulai dari klaim BPJS Kesehatan, perhitungan oleh bendahara, hingga transfer ke rekening pegawai.

“Uangnya dari BPJS masuk ke bendahara, lalu dihitung poin, baru dikirim ke Bank Jateng. Tapi di situ sering perhitungan yang tidak sesuai,” tambahnya.

Berdasarkan data internal, jumlah pegawai PNS penerima jaspel di RSUD Kesesi mencapai sekitar 130 orang. Nominal yang diterima bervariasi antara Rp200 ribu hingga Rp30 juta per bulan, tergantung posisi dan beban kerja.

Pihak Manajemen RSUD Kesesi Akui Terjadi Keterlambatan

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kesesi, Arif, mengaku enggan berkomentar banyak karena baru menjabat sejak Oktober 2025.

“Saya baru PLT mulai Oktober kemarin. Jadi kalau itu bukan kewenangan saya, saya tidak tahu. Kalaupun saya tahu, saya juga tidak bisa apa-apa karena itu kebijakan sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha RSUD Kesesi, Adin Sutanto, membenarkan adanya keterlambatan pembayaran jaspel. Ia menyebut, jaspel Mei hingga Juli 2025 belum dicairkan, sementara Agustus dan September masih menunggu proses klaim BPJS.

“Jaspel yang belum kita bagi memang dari bulan Mei, Juni, Juli. Kami sudah bersepakat dengan teman-teman, pencairan akan dilakukan sekitar tanggal 25 Oktober ini. SPJ sudah dibuat, mudah-mudahan sekitar tanggal 20 sudah cair,” jelas Adin.

Ia menjelaskan keterlambatan disebabkan kondisi keuangan rumah sakit yang harus menanggung biaya operasional harian seperti obat dan alat kesehatan.

“RSUD Kesesi ini masih rumah sakit baru, jadi kami tidak hanya memikirkan jaspel, tapi juga operasional. Kalau semua dana langsung untuk jaspel, pelayanan bisa terganggu,” ujarnya.

Adin juga membantah kabar bahwa jaspel Desember 2024 belum dibayarkan.

“Untuk Desember 2024 itu sudah ada SPJ-nya dan sudah ditransfer ke pegawai. Informasi bahwa belum cair itu tidak benar. Yang belum itu mulai Mei sampai Juli 2025,” tegasnya.

Terkait perhitungan jaspel, Adin menjelaskan dilakukan oleh tim khusus di bawah koordinasi bendahara dan ketua tim perhitungan, lalu diverifikasi sebelum ditandatangani direktur. Proses pencairan tidak bisa dilakukan setiap bulan karena harus menunggu verifikasi dan pencairan klaim BPJS.

LPKM Desak Audit dan Transparansi

Menanggapi polemik ini, Ketua Lembaga Poros Keadilan Masyarakat (LPKM) Kabupaten Pekalongan, Feri Erwansyah, mendesak aparat penegak hukum melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan jaspel di RSUD Kesesi.

“Tenaga medis adalah ujung tombak pelayanan kesehatan. Keterlambatan dan ketidakjelasan pembagian jaspel bukan hanya merugikan secara finansial, tapi juga menurunkan motivasi kerja,” tegas Feri.

Feri meminta manajemen RSUD Kesesi lebih terbuka dan profesional dalam mengelola dana jaspel agar tidak muncul dugaan penyimpangan.

“Jika ditemukan indikasi pelanggaran, maka harus ada tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci agar pelayanan publik di sektor kesehatan berjalan dengan baik dan masyarakat mendapatkan haknya secara adil,” pungkasnya. (Rohadi)

Terkait
BPJS Kesehatan hutang Rp 19,6 miliar lebih ke RSUD Kajen

Kajen, Wartadesa. - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen harus melakukan efisiensi agar operasional tetap berjalan. Pasalnya jumlah piutang BPJS Read more

Warga Keluhkan Lamanya Antrian di Poli Bedah Onkologi RSUD Kraton

Warta Desa, Pekalongan, 11 Agustus 2025 – Sejumlah warga mengeluhkan lamanya proses antrian di ruang bedah onkologi Rumah Sakit Umum Daerah Read more

Pihak RSUD Kraton Tanggapi Keluhan Antrian di Poli Bedah Onkologi

Warta Desa, Pekalongan. - Menanggapi keluhan warga terkait lamanya waktu tunggu di Poli Bedah Onkologi RSUD Kraton, pihak rumah sakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Dosen UMPP Raih The 2nd Winner Poster Presentation dalam International Non Communicable Diseases Exhibition & Conference

umpp

Warta Desa, Brunei Darussalam. – Kali ini Siti Khuzaiyah mengenalkan project pendampingan Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah (PASHMINA) yang telah dilakukan bersama tim dosen Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan pada 2018-2020 silam bekerjasama dengan Nasyiatul Aisyiyah Kab Pekalongan. Tim dosen tersebut adalah Nur Chabibah, Ainun Mutoharoh, Winda W dan Sandi Ari S.

Dengan menitikberatkan pada aspek community empowerment, community engagement, prinsip sukarela, keberlangsungan, serta kolaborasi lintas bidang untuk mencegah penyakit tidak menular pada remaja, program PASHMINA berhasil menarik perhatian audiens dan juri. Desain poster yang menarik dengan menyajikan aspek penting secara sistematis juga tak luput dari perhatian publik Brunei.

“Saya bahagia bisa mengenalkan program PASHMINA dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia dalam event ini. Sebenarnya, Indonesia memiliki banyak program kesehatan yang layak kita tampilkan di ajang-ajang Internasional. Banyak Komunitas Internasional belum mengenal inovasi-inovasi kesehatan yang ada di Indonesia. Melalui forum internasional seperti ini, alih-alih ikut memberikan insight ke komunitas Internasional, saya juga berharap bahwa sisi positif Indonesia semakin dikenal di kancah Internasional.” Ujar Siti Khuzaiyah yang berhasil meraih juara 2 dari total 78 peserta yang mengikuti presentasi poster.

Kegiatan exhibition dan conference ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Brunei Darussalam dan Jerudong Medical Park Medical Centre Brunei Darussalam.

Acara Pameran dan Konferensi Internasional tentang Penyakit Tidak Menular di Brunei Darussalam.

Brunei 1st NCD’ Exhibition and Conference. Acara fokus pada beberapa topik penting seputar penyakit tidak menular seperti Penyakit jantung pembuluh darah, diabetes, obesitas, kanker dll. Topik yang dibahas seputar prevalensi, management terbaru dan teknologi terkait penyakit tersebut.

Terdapat pameran sepanjang acara mengenai teknologi terkini yang digunakan dalam upaya preventif, kuratif dan rehabilittif penyakit tidak menular.

Diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Brunei Darussalam, Jerudong Park Medical Centre, dan Gleneagles JPMC.

Acara pameran 8-12 Oktober menghadirkan lembaga pemerintah, sektor swasta dan NGO yang bergerak di bidang kesehatan baik dari dalam Brunei maupun dari berbagai negara ASEAN lainnya (exp Malaysia, Thailand, Singapore, Filipina, etc)
Masyarakat Brunei secara umum berbondong-bondong datang mengikuti berbagai game dan pameran menarik yang disediakan oleh para peserta pameran.

Untuk acara konferensi ilmiah berlangsung tgl 10-12 Oktober menghadirkan pakar-pakar kesehatan dari berbagai negara seperti Brunei, Singapore, Malaysia, dan juga dari WHO. Pakar Pakar ini berasal dari Clinician, Akademisi, Peneliti, dan juga dari stake holder di bidang kesehatan.

Selain menghadirkan para pakar untuk menjadi keynote speaker, terdapat pula oral presentasi dan poster presentasi. Dalam proses seleksi yang cukup ketat tercatat ada 86 total abstrak poster diterima. Dan akhirnya terdapat 78 poster yang ditampilkan yang dibuat oleh berbagai tenaga kesehatan seperti dokter, public health, biomedis, perawat, bidan, fisioterapis dan farmasi.

Dari 78 poster, panitia memilih 10 terbesar. Para finalis 10 besar menghadiri sesi presentasi dan penilaian khusus di hadapan juri untuk menentukan 3 besar. Para juri adalah akademisi Profesor dan dokter Pakar di bidang penyakit tidak menular.

Setelah melewati proses penilaian akhir, didapatkan 3 pemenang poster yaitu: 1st winner : dari Kementerian Kesehatan Brunei, 2nd Winner: Siti Khuzaiyah, dosen Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (Kandidat doktor kebidanan Universiti Brunei Darussalam) dan, 3rd winner: dokter dari Berakas Primary Health Centre Brunei Darussalam. Acara diselenggarakan di International Convention Centre (ICC) Brunei Darussalam. (Imam Setio Budi)

Terkait
HEBAT! Prodi Pendidikan Jasmani Sabet Juara Umum Milad ke-6 UMPP dan Raih Piala Bergilir Rektor!

Warta Desa, Pekalongan. - Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menorehkan prestasi gemilang dengan dinobatkan sebagai Read more

UMPP Dorong Kader StuntCare Cegah Stunting Lewat Inovasi Aplikasi Catin CERIA

Warta Desa, Pekalongan, 7 Oktober 2025 – Upaya menekan angka stunting kini semakin diperkuat oleh langkah inovatif Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Read more

Prodi Diploma Tiga Kebidanan UMPP Bentuk Kelas Pijat Balita Anti Stunting “KEPITING” di Desa Getas: Upaya Cegah dan Turunkan Stunting di Kabupaten Pekalongan

Warta Desa, Pekalongan. - Stunting masih menjadi salah satu tantangan besar dalam pembangunan kesehatan anak di Indonesia, terutama di wilayah Read more

Program Studi Pendidikan Jasmani UMPP Laksanakan Pengabdian Masyarakat Internasional di Kali Majapahit Martial Art Singapore

Warta Desa, Singapura, 15 Agustus 2025 – Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) kembali Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Peran Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan dalam Upaya Keselamatan Pasien

berita umpp

Oleh: Tri Sakti Wirotomo, S.Kep., Ns., M.Kep

Pendahuluan

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan salah satu indikator utama mutu pelayanan kesehatan. Konsep ini menekankan pencegahan terjadinya cedera, kesalahan medis, dan kejadian tidak diinginkan dalam proses pelayanan. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan keterlibatan berbagai pihak, salah satunya adalah perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), dimana di dalamnya terdapat Fakultas Ilmu Kesehatan yang menyelenggarakan proses pembelajaran untuk calon tenaga bidang kesehatan profesional. UMPP sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, memiliki peran strategis dalam membangun budaya keselamatan pasien di lahan praktik, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun komunitas di masyarakat.

Hari keselamatan pasien sedunia (world patient safety day) yang diperingati tanggal 17 September 2025 dengan tema “ safe care for every newborn and every child ” menjadi momentum bagi UMPP untuk selalu berkomitmen menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada keselamatan pasien pada berbagai usia dan area meliputi:

1. Pendidikan, Kurikulum, dan Pedoman

UMPP sebagi perguruan tinggi bertanggung jawab dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan berorientasi pada keselamatan pasien. Melalui kurikulum, terdapat mata kuliah patient safety, untuk kemudian dapat diintegrasikan ke dalam setiap mata kuliah, baik teori maupun praktik klinik. Mahasiswa dibekali keterampilan komunikasi efektif, kepatuhan pada prosedur, hingga penerapan enam sasaran keselamatan pasien, serta metode pembelajaran simulation based learning berdasarkan kasus. Tahap ini dilaksanakan sebelum mahasiswa praktik di rumah sakit atau lahan praktik klinik lainnya, sehingga menjadi sarana penting untuk menanamkan budaya keselamatan sejak awal. Selain itu dengan adanya pedoman keamanan dan keselamatan dalam pembelajaran praktikum maupun praktik klinik, sangat mendukung keselamatan pasien.

2. Penelitian dan Inovasi

Sebagai pusat ilmu pengetahuan, perguruan tinggi dalam hal ini UMPP, memiliki peran dalam melakukan penelitian mengenai faktor risiko insiden keselamatan pasien, evaluasi kebijakan, serta efektivitas sistem pencegahan kesalahan medis. Perlu penelitian dan pengembangan inovasi teknologi, baik teknologi berbasis elektronik maupun teknologi berbasis digital untuk keselamatan pasien di dalam institusi pelayanan kesehatan maupun di luar pelayanan kesehatan, misalnya aplikasi digital SIMBAHSAR (Sistem Bantuan Hidup Dasar) sebagai modul aplikasi digital penanganan henti jantung, sistem rekam medis elektronik yang aman, hingga instrumen monitoring insiden. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar evidence-based practice bagi tenaga kesehatan di lapangan bahkan bagi masyarakat sesuai kewenangannya.

3. Pengabdian kepada Masyarakat

UMPP tidak hanya berfokus pada pendidikan internal, tetapi juga memiliki kewajiban dalam pengabdian masyarakat. Edukasi mengenai keselamatan pasien dapat diberikan kepada tenaga kesehatan di puskesmas, rumah sakit, kader kesehatan, maupun masyarakat umum. Kegiatan seperti pelatihan, seminar, kredensialing tenaga kesehatan, atau kontribusi dalam akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan dapat meningkatkan kesadaran dan penerapan standar keselamatan pasien. Kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait keselamatan juga dapat diselenggarakan melalui media cetak, media elektronik, maupun media digital.

4. Pengembangan Sumber Daya Manusia

UMPP menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang tidak hanya memiliki pengetahuan klinis, tetapi juga beretika dan berorientasi pada pasien. Selain itu, UMPP juga berperan dalam menyediakan pelatihan berkelanjutan (continuing professional development) bagi alumni dan praktisi. Dengan demikian, tenaga kesehatan dapat terus memperbarui kompetensi mereka sesuai perkembangan ilmu dan standar keselamatan pasien.

5. Advokasi dan Kebijakan

Melalui kajian akademik, UMPP sebagai perguruan tinggi dapat memberikan masukan kepada pemerintah dan lembaga terkait dalam menyusun kebijakan keselamatan pasien. Rekomendasi berbasis riset yang dihasilkan perguruan tinggi akan memperkuat dasar regulasi dan standar akreditasi di bidang kesehatan. Kolaborasi dengan Organisasi Profesi, lembaga akreditasi, serta fasilitas pelayanan kesehatan juga dapat mempercepat implementasi budaya patient safety.

Penutup

UMPP dengan Fakultas Ilmu Kesehatan nya mempunyai peran strategis dalam meningkatkan keselamatan pasien melalui pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan SDM, advokasi kebijakan, hingga nilai-nilai keselamatan yang terkandung dalam al islam dan kemuhammadiyahan. Dengan keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika, UMPP dapat menjadi motor penggerak terciptanya pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan baik pada pasien, keluarga, maupun masyarakat.

 

Penulis adalah Dosen Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, Pengurus PPNI Kab. Pekalongan

Terkait
UMPP Dorong Kader StuntCare Cegah Stunting Lewat Inovasi Aplikasi Catin CERIA

Warta Desa, Pekalongan, 7 Oktober 2025 – Upaya menekan angka stunting kini semakin diperkuat oleh langkah inovatif Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Read more

Penyerahan Berkas Korban Pemecatan Sepihak dan Pemotongan Gaji ke DPRD Kabupaten Pekalongan

WARTA DESA, PEKALONGAN – Sejumlah aktivis dan perwakilan korban pemecatan sepihak tenaga outsourcing dan pegawai BLUD di Kabupaten Pekalongan, Senin Read more

HEBAT! Prodi Pendidikan Jasmani Sabet Juara Umum Milad ke-6 UMPP dan Raih Piala Bergilir Rektor!

Warta Desa, Pekalongan. - Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menorehkan prestasi gemilang dengan dinobatkan sebagai Read more

selengkapnya