close

Kesehatan

KesehatanPendidikan

UMPP Dorong Kader StuntCare Cegah Stunting Lewat Inovasi Aplikasi Catin CERIA

umpp

Warta Desa, Pekalongan, 7 Oktober 2025 – Upaya menekan angka stunting kini semakin diperkuat oleh langkah inovatif Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Melalui program StuntCare dan peluncuran aplikasi Catin CERIA (Calon Pengantin Sehat, Reproduksi Ideal, dan Anti Stunting), UMPP berkomitmen mempersiapkan generasi sehat sejak dari calon pengantin.

Program ini menjadi bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Kranji, Kabupaten Pekalongan, dengan melibatkan 12 kader desa dan 3 tenaga kesehatan dari Puskesmas Kedungwuni I. Para kader mendapatkan pembekalan intensif mengenai kesehatan reproduksi, gizi pranikah, serta keterampilan pemeriksaan dasar seperti berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, hingga kadar hemoglobin (Hb).

Menurut Risqi Dewi Aisyah,  Ketua Tim Pengabdian UMPP, pencegahan stunting harus dimulai dari masa pranikah. “Calon pengantin merupakan titik awal membangun generasi. Ketika kesiapan kesehatan dan gizi sudah baik sejak pranikah, maka peluang melahirkan anak sehat akan semakin besar,” ujarnya.
Aplikasi Catin CERIA hadir untuk membantu kader dan calon pengantin dalam melakukan deteksi dini risiko stunting. Melalui fitur yang mudah digunakan, data kesehatan dapat diinput dan dipantau secara digital oleh kader bersama tenaga kesehatan. Aplikasi ini juga mendorong calon pengantin untuk lebih aktif memahami kondisi kesehatannya sebelum memasuki masa kehamilan.

“Dengan teknologi ini, edukasi dan pendampingan bisa dilakukan lebih cepat, akurat, dan berkesinambungan,” tambah Risqi.

Selain meningkatkan kapasitas kader, program StuntCare juga menanamkan nilai dakwah dalam bidang kesehatan. Kader tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga pelopor perubahan perilaku di masyarakat agar lebih peduli pada gizi dan kesehatan reproduksi.

UMPP bersama puskesmas dan pemerintah daerah berkomitmen untuk memperluas program ini ke lebih banyak desa di Pekalongan, sehingga semakin banyak calon pengantin yang siap membangun keluarga sehat dan bebas stunting.

Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, berdasarkan Keputusan Nomor 0419/C3/DT.05.00/2025 tentang penerima Program Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri untuk Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025.

Sebagaimana spirit Muhammadiyah, langkah UMPP ini menjadi wujud nyata dakwah berkemajuan di bidang kesehatan. Membangun keluarga sehat adalah bagian dari jihad kemanusiaan—karena dari calon pengantin yang sehat, lahirlah generasi kuat yang menjadi pilar peradaban bangsa. (Ainun Muthoharoh)

 

Terkait
Prodi Diploma Tiga Kebidanan UMPP Bentuk Kelas Pijat Balita Anti Stunting “KEPITING” di Desa Getas: Upaya Cegah dan Turunkan Stunting di Kabupaten Pekalongan

Warta Desa, Pekalongan. - Stunting masih menjadi salah satu tantangan besar dalam pembangunan kesehatan anak di Indonesia, terutama di wilayah Read more

10 Desa di Pemalang Masuk Penanganan Stunting

Pemalang, Wartadesa. - Sepuluh desa di Kota Ikhlas bakal menjadi lokasi penanganan (lokus) stunting tahun 2023. Stunting adalah kondisi gagal Read more

Program Studi Pendidikan Jasmani UMPP Laksanakan Pengabdian Masyarakat Internasional di Kali Majapahit Martial Art Singapore

Warta Desa, Singapura, 15 Agustus 2025 – Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) kembali Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Prodi Diploma Tiga Kebidanan UMPP Bentuk Kelas Pijat Balita Anti Stunting “KEPITING” di Desa Getas: Upaya Cegah dan Turunkan Stunting di Kabupaten Pekalongan

berita

Warta Desa, Pekalongan. – Stunting masih menjadi salah satu tantangan besar dalam pembangunan kesehatan anak di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Getas, Kabupaten Pekalongan. Kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis ini tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan otak, kecerdasan, dan produktivitas jangka panjang. Menyikapi hal tersebut, Prodi Diploma Tiga Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) berkolaborasi dengan TP PKK Desa Getas, serta didukung penuh oleh pendanaan dari HIBAH Pengabdian Kepada Masyarakat Kemendiktisaintek tahun anggaran 2025 menginisiasi sebuah program inovatif yang bernama KEPITING (Kelas Pijat Balita Anti Stunting). Program ini dilaksanakan selama tiga bulan, mulai Juni hingga Agustus 2025, sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui pendekatan edukatif, preventif, dan partisipatif berbasis masyarakat.

Kegiatan KEPITING memilih sasaran yaitu ibu dan balita dengan kondisi stunting maupun risiko stunting, sebagai bagian dari intervensi dini untuk memperbaiki status gizi dan nafsu makan anak serta meningkatkan kesadaran pengasuhan anak yang tepat.

Ketua pelaksana kegiatan, Wahyu Ersila, menjelaskan bahwa kegiatan ini terdiri dari berbagai rangkaian edukatif dan praktik yang dirancang untuk menjawab permasalahan gizi dan tumbuh kembang anak. “Materi yang diberikan mencakup edukasi gizi, pola asuh yang berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan balita, demonstrasi pijat nafsu makan, hingga pembuatan Modified Dietetic Skim and Coconut Oil (Modisco) sebagai suplemen penambah berat badan. Selain itu, peserta juga mengikuti cooking class pembuatan puding penunjang berat badan” terang Ersila.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, para peserta juga mendapatkan pendampingan rutin selama satu bulan, yang meliputi pemantauan praktik pijat balita di rumah serta konsumsi Modisco secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memastikan intervensi yang dilakukan dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan rumah tangga masing-masing.

Kelas ini mendapatkan sambutan positif dari warga, khususnya para ibu yang merasa lebih teredukasi dalam memberikan perawatan dan asupan gizi yang sesuai bagi buah hati mereka.

Ketua TP PKK Desa Getas,  Dewi Ratna Winingsih, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan KEPITING ini. Program ini sangat bermanfaat bagi kesehatan balita di Desa Getas, terutama dalam menambah pengetahuan ibu-ibu mengenai pola makan dan perawatan anak yang tepat. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga,” ujarnya.

Pelaksana Tim PKM berharap, kegiatan ini menjadi langkah nyata yang dapat memberikan dampak jangka panjang dalam menurunkan angka kejadian stunting di Desa Getas, bahkan secara lebih luas di Kabupaten Pekalongan. (.*.)

Kontributor: Wahyu Ersila, dosen Diploma Kebidanan, FIKes UMPP

Terkait
Program Studi Pendidikan Jasmani UMPP Laksanakan Pengabdian Masyarakat Internasional di Kali Majapahit Martial Art Singapore

Warta Desa, Singapura, 15 Agustus 2025 – Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) kembali Read more

Rapat Setengah Periode BEM dan UKM UMPP 2024/2025: Evaluasi dan Sinergi Menuju Paruh Kedua Kepengurusan

Warta Desa, Pekalongan, 14 Agustus 2025 — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Read more

Tunarungu Tak Menghalangi Prestasi: Ika Rizqi Sajikan Evaluasi Aplikasi “Hear Me” di UMPP

Warta Desa, Pekalongan — Semangat luar biasa ditunjukkan oleh Ika Rizqi Damayanti, mahasiswa Program Studi D3 Manajemen Informatika FASTIKOM Universitas Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Warga Bojong Keluhkan Pelayanan Puskesmas, Pasien Patah Tulang Sempat Ditolak Rujukan

IMG-20250911-WA0015

Warta Deaa, Pekalongan – 11 September 2025. – Seorang warga Bojong yang mengalami kondisi gawat darurat akibat patah tulang mengaku kecewa dengan pelayanan Puskesmas Bojong 1. Saat meminta rujukan untuk perawatan lebih lanjut, pihak puskesmas justru menyarankan pasien pulang dengan alasan persyaratan kurang lengkap dan BPJS pasien sudah tidak aktif.

Keluarga pasien mengaku sempat kebingungan hingga akhirnya berkoordinasi dengan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben Prabu Faza. Setelah mendapat bantuan komunikasi dari Ruben, barulah pihak puskesmas merespons dan membuatkan surat rujukan untuk pasien.

Kepala Puskesmas Bojong 1, Nunung Wulandari, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyampaikan permohonan maaf serta menegaskan akan mengambil langkah pembinaan kepada petugas.

“Ngapunten ampun pak… Besok saya konfirmasi dulu dan akan lakukan pembinaan kepada petugas yang piket. Karena benar salahnya kita belum tahu. Pengumuman pembinaan sampun saya share di grup puskesmas, pak,” tulisnya.

Meski begitu, warga tetap menyesalkan kejadian ini. Menurut mereka, pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas seharusnya lebih sigap dan mengutamakan keselamatan pasien, terlebih dalam kondisi gawat darurat.

“Padahal Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sudah sering mengingatkan secara tegas agar pelayanan kesehatan jangan sampai mengecewakan masyarakat. Tapi faktanya masih saja terjadi hal seperti ini,” ujar salah seorang warga.

Kasus ini menambah sorotan publik terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan. Warga berharap adanya evaluasi serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Rohadi)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Puskesmas Karangdadap Disorot Soal Penanganan Pasien Darurat, Ini Klarifikasinya

puskesmas karangdadap

WARTA DESA, PEKALONGAN – Dugaan buruknya pelayanan di Puskesmas Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, mencuat setelah seorang warga melaporkan adanya keterlambatan penanganan terhadap korban kecelakaan pada Selasa malam (2/9/2025) sekitar pukul 23.30 WIB.

Menurut keterangan warga, seorang korban perempuan berusia sekitar 19 tahun dalam kondisi kritis dibawa menggunakan mobil bak terbuka ke Puskesmas Karangdadap. Namun, setibanya di lokasi, korban tidak segera mendapatkan tindakan medis. Pihak puskesmas bahkan disebut sempat berdebat dengan pengantar korban dan menyarankan agar pasien langsung dibawa ke RSI Pekajangan.

Pelapor juga menyebutkan, meski tersedia ambulans di puskesmas, kendaraan tersebut tidak segera digunakan untuk merujuk korban. Hal ini membuat sopir yang membawa korban panik dan syok. Akhirnya, korban baru dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil keluarga setelah menunggu cukup lama.

Update yang diterima redaksi menyebutkan, korban sempat hampir setengah jam berada di bak kendaraan tanpa tindakan medis berarti sebelum akhirnya masuk IGD RSI Pekajangan. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan warga, yang berharap fasilitas kesehatan tingkat pertama lebih sigap dalam menghadapi kondisi darurat.

Klarifikasi Puskesmas Karangdadap

Menanggapi pemberitaan yang beredar, Kepala Puskesmas Karangdadap, dr. Isti, memberikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp kepada redaksi.

“Terima kasih atas informasi yang telah diberikan. Kami sudah menindaklanjuti dan menelusuri kejadian tersebut,” ujar dr. Isti.

Menurutnya, berdasarkan keterangan petugas jaga UGD, pasien datang sekitar pukul 23.15 WIB dengan kondisi sadar, tanda vital normal, namun terdapat perdarahan di telinga kiri yang diduga akibat cedera kepala sedang.

“Petugas sudah melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik di mobil. Karena ditemukan tanda cedera kepala, pasien harus segera dilakukan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Penanganan dari pasien datang hingga dirujuk kurang lebih hanya 10 menit,” jelasnya.

Ia menambahkan, petugas telah menjelaskan bahwa pasien bisa diantar menggunakan ambulans puskesmas dengan prosedur standar, yaitu terlebih dahulu menghubungi rumah sakit rujukan untuk memastikan ketersediaan kamar. Namun, demi mempercepat penanganan, petugas menyarankan agar pasien langsung dibawa menggunakan kendaraan yang dipakai saat itu.

“Pengantar pasien menyetujui untuk mengantar secara mandiri ke rumah sakit,” tegas dr. Isti.

Harapan Warga

Meski sudah ada klarifikasi, warga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama bisa lebih tanggap dalam merespons pasien dengan kondisi darurat.

Catatan Redaksi: Redaksi masih terus berupaya mengonfirmasi lebih lanjut terkait informasi yang beredar, untuk memastikan kebenaran peristiwa ini secara utuh. Perkembangan informasi akan disampaikan pada pembaruan berikutnya. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaEkonomiHukum & KriminalKesehatanLayanan PublikLingkunganPendidikanPolitikSosial Budaya

Warga Bojongminggir Tolak Cafe Remang Penjual Miras Diduga Jadi Tempat Prostitusi

wartadesa.net_20250822_162300_0000

PEKALONGAN, JATENG – Puluhan warga Desa Bojongminggir, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, menggelar aksi penolakan terhadap keberadaan cafe remang-remang yang diduga menjual minuman keras (miras) dan menjadi tempat prostitusi, Jumat (22/8/2025).

Dalam aksi tersebut, warga memasang spanduk besar di sejumlah titik strategis desa sebagai simbol protes keras. Mereka menilai keberadaan cafe tersebut mencemari lingkungan dan meresahkan masyarakat.

Gerakan ini dipelopori oleh Forum Peduli Bojongminggir (FPB) yang digagas para kyai dan sesepuh desa. Ketua FPB, H. Sukarjo, menegaskan aksi ini sebagai wujud komitmen warga menjaga desa agar tetap bersih dari praktik yang merusak moral.

> “Dengan pemasangan spanduk ini, kami ingin menegaskan penolakan terhadap cafe penjual miras. Lingkungan harus dijaga agar tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi keluarga,” tegasnya.

Pendamping warga, Mustadjirin, juga memberi ultimatum. Jika dalam waktu 1×24 jam tidak ada langkah nyata, warga mengancam akan menggelar aksi lebih besar dengan melibatkan ibu-ibu pengajian dan komunitas pemuda Bojongminggir.

Aksi ini mendapat dukungan luas. Banyak warga hadir langsung untuk menunjukkan solidaritas. Ketua Forum Masyarakat Sipil Indonesia (Formasi), Mustadjirin, mendesak aparat penegak hukum (APH) dan Satpol PP bertindak tegas.

> “Kami minta ada tindakan nyata. Jangan biarkan tempat-tempat maksiat menjamur di Pekalongan yang dikenal sebagai kota santri. Apalagi ada gudang miras di utara Masjid Jami’ Bojong Selatan, Pasar Bojong. Itu harus segera ditutup dan disegel,” ujarnya.

Menindaklanjuti aspirasi warga, pihak Forkompimcam Bojong mengeluarkan surat peringatan kepada pemilik warung dan kafe. Surat tertanggal 22 Agustus 2025 itu berisi perintah penghentian aktivitas yang diduga terkait miras, togel, maupun praktik prostitusi, dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Namun, kebijakan ini menuai keberatan. Kiswanti, salah satu pemilik warung, menilai teguran itu tidak adil.

> “Kalau soal miras saya akui salah, tapi kalau dibilang ada prostitusi dan togel, itu tidak benar. Saya jualan warung makan, masa mau ditutup juga? Ruko ini saya beli Rp75 juta, status hak guna pakai, dan tiap tahun tetap bayar pajak bangunan Rp300–400 ribu ke desa,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah dan aparat dapat menindak tegas praktik penjualan miras tanpa mengorbankan pedagang kecil yang tidak terlibat langsung. Aksi ini juga menjadi peringatan agar pihak-pihak yang mendirikan usaha sejenis tidak lagi mengganggu ketertiban serta kehidupan masyarakat Desa Bojongminggir.

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

PKS gelar safari peringatan Hari Ibu

Bojong, Wartadesa. - Bidang Perempuan DPD Partai Keadikan Sejahtera ( PKS) menyelengarakan peringatan Hari Ibu di beberpa lokasi secara safari Read more

13 Pengurus DPRa PKS Petungkriyono dilantik

Petungkriyono, Wartadesa. -  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Petungkriyono berhasil menyelesaikan kepengurusan tingkat ranting (DPRa). Hal ini Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaEkonomiHukum & KriminalKesehatanLayanan PublikLingkunganPendidikanPolitikSosial Budaya

‎Pemdes Jetak Lengkong Gelar Jalan Sehat, Sediakan Hadiah Menarik

IMG-20250822-WA0016

Wonopringgo – 22 – 08 – 2025 Pemerintah Desa Jetak Lengkong menggelar kegiatan jalan sehat dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari perangkat desa, pelajar, hingga masyarakat umum. Jalan sehat tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.

‎Panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi peserta yang beruntung. Hadiah utama berupa sepeda gunung, mesin cuci, dan kulkas, disertai dengan doorprize lainnya seperti kipas angin, peralatan rumah tangga, hingga paket sembako. Kehadiran hadiah-hadiah ini semakin menambah semangat masyarakat untuk mengikuti kegiatan hingga selesai.

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Wonopringgo. Dalam sambutannya, Camat Wonopringgo menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidaklah diraih dengan mudah. Beliau mengajak masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan dengan semangat persatuan, kerja keras, serta partisipasi aktif dalam pembangunan desa maupun bangsa agar Indonesia semakin maju.

‎Selain jalan sehat, Polsek Wonopringgo juga memanfaatkan momentum ini untuk melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba. Penyuluhan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, agar menjauhi narkoba dan menjaga diri dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.

‎Secara keseluruhan, acara jalan sehat di Desa Jetak Lengkong tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarat dengan pesan kebangsaan, kesehatan, serta kesadaran sosial yang bermanfaat bagi seluruh peserta.

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

PKS gelar safari peringatan Hari Ibu

Bojong, Wartadesa. - Bidang Perempuan DPD Partai Keadikan Sejahtera ( PKS) menyelengarakan peringatan Hari Ibu di beberpa lokasi secara safari Read more

13 Pengurus DPRa PKS Petungkriyono dilantik

Petungkriyono, Wartadesa. -  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Petungkriyono berhasil menyelesaikan kepengurusan tingkat ranting (DPRa). Hal ini Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaEkonomiHukum & KriminalKesehatanLayanan PublikLingkunganPendidikanPolitikSosial Budaya

Dugaan Penyelewengan Dana PBB di Desa Sembung Jambu, Bojong, Mencuat ke Publik

IMG-20250822-WA0028

PEKALONGAN – Dugaan penyelewengan dana Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Sembung Jambu, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mencuat dan menjadi sorotan warga. Sejumlah masyarakat mempertanyakan transparansi serta kejelasan pengelolaan dana PBB yang setiap tahun ditarik dari warga, namun dinilai penggunaannya tidak jelas.

Informasi yang dihimpun, dugaan ini bermula dari adanya ketidaksesuaian antara setoran wajib pajak masyarakat dengan laporan desa kepada pemerintah kabupaten. Beberapa warga mengaku telah melunasi kewajiban PBB tepat waktu, namun belakangan diketahui masih tercatat memiliki tunggakan.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya.

> “Saya kaget, padahal setiap tahun saya selalu bayar. Bahkan saya simpan bukti pembayaran. Kok bisa muncul tunggakan? Ini jelas merugikan kami,” ujarnya kesal.

Konfirmasi juga pernah dilakukan warga kepada Kepala Dusun (Kadus) setempat, Alif, pada Rabu malam (20/8) sekitar pukul 20.30 WIB. Menurut pengakuan warga, Kadus menyampaikan bahwa setoran pajak sebenarnya sudah dibayarkan, namun terjadi kesalahan pada sistem perpajakan.

“Pokoknya tahun depan saya urus semua, tak bayarkan. Warga jangan ribut, jangan khawatir, ini tanggung jawabku,” kata Kadus Alif, sebagaimana ditirukan warga.

Sejumlah warga masyarakat Desa Sembung Jambu dukuh Sembung Grecek menilai lemahnya transparansi menjadi penyebab munculnya dugaan penyelewengan ini. Tidak adanya papan informasi atau laporan terbuka membuat masyarakat sulit mengetahui ke mana aliran dana PBB.

“Kami berharap pemerintah desa bisa lebih terbuka, karena uang PBB itu bukan milik pribadi, melainkan kewajiban rakyat yang disetor untuk negara. Kalau benar ada penyelewengan, aparat penegak hukum harus segera turun tangan,” tegas seorang warga lain yang mengaku pajak milik orang tuanya juga bermasalah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Sembung Jambu belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut. Beberapa perangkat desa hanya menyebut permasalahan ini masih dalam proses pengecekan internal.

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

PKS gelar safari peringatan Hari Ibu

Bojong, Wartadesa. - Bidang Perempuan DPD Partai Keadikan Sejahtera ( PKS) menyelengarakan peringatan Hari Ibu di beberpa lokasi secara safari Read more

13 Pengurus DPRa PKS Petungkriyono dilantik

Petungkriyono, Wartadesa. -  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Petungkriyono berhasil menyelesaikan kepengurusan tingkat ranting (DPRa). Hal ini Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaEkonomiKesehatanLayanan PublikLingkunganPendidikanSosial Budaya

Target Sasaran Capai 100 Persen, Brigjen TNI Zainul Bahar Resmi Tutup TMMD Reguler Ke – 125 Kodim Pekalongan di Desa Windurojo

no thumb

Pekalongan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-125 Tahun Anggaran 2025 yang digelar Kodim 0710/Pekalongan secara resmi ditutup setelah berhasil mencapai target sasaran fisik dan non-fisik hingga 100%.

Penutupan digelar melalui upacara yang dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara (Irup), Kapoksahli Kodam IV/Diponegoro Brigjen TNI Zainul Bahar, di Lapangan Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan pada Kamis (21/8/2025).

Kegiatan TMMD yang berlangsung selama 30 hari ini berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di Desa Windurojo. Keberhasilan mencapai target 100% menunjukkan komitmen TNI dan semua pihak dalam mempercepat pembangunan di daerah.

Brigjen TNI Zainul Bahar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat khususnya Desa Windurojo yang telah bersinergi dan bahu-membahu menyukseskan program TMMD Reguler Ke – 125.

“Alhamdulillah semua sasaran – sasaran yang direncanakan dapat dilaksanakan secara 100 persen di seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro”, ungkap Brigjen TNI Zainul Bahar.

Brigjen TNI Zainul Bahar juga berharap bahwa kegiatan seperti ini terus berlanjut melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh jajarannya serta instansi terkait. Adapun hasil yang sudah dicapai agar dijaga bersama – sama agar masa pakainya lebih panjang dan awet.

“Mari kita jaga bersama – sama apa yang telah dicapai, yang pasti semoga akan bermanfaat bagi masyarakat” pungkasnya.

Beberapa sasaran fisik yang telah berhasil diselesaikan antara lain pengaspalan jalan sepanjang 977,5 meter dengan lebar 2–2,5 meter, pengaspalan jalan sepanjang 175 meter dengan lebar 2 meter, pemasangan 6 titik Penerangan Jalan Umum (PJU), dan penataan lahan SMP Satu Atap.

Sasaran tambahan yang merupakan program unggulan KASAD antara lain pembuatan 1 unit sumur bor, 4 titik Pipanisasi, rehabilitasi 4 unit rumah, penanaman 500 bibit pohon di lahan perhutani, percepatan penanganan stunting 100 paket dan bantuan benih padi gogo 10 kg serta jagung 28 kg kepada petani.

Sementara itu sasaran non fisik dilakukan berbagai penyuluhan antara lain, penyuluhan wawasan kebangsaan, kamtibmas, kesehatan, PKK, kebencanaan, pertanian, UMKM, kelembagaan masyarakat desa, tertib berlalu lintas dan penyuluhan pencegahan Bullying pada anak.

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pihak RSUD Kraton Tanggapi Keluhan Antrian di Poli Bedah Onkologi

rsud kraton1

Warta Desa, Pekalongan. – Menanggapi keluhan warga terkait lamanya waktu tunggu di Poli Bedah Onkologi RSUD Kraton, pihak rumah sakit menyampaikan klarifikasi. Humas RSUD Kraton membenarkan bahwa jumlah pasien yang datang setiap harinya memang cukup tinggi.

“Benar, antrian di poli bedah onkologi memang panjang karena jumlah pasien yang kami tangani bisa mencapai lebih dari 150 orang per hari,” ujar Humas RSUD Kraton saat dikonfirmasi.

Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa mereka telah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik, namun saat ini mengalami kendala pada keterbatasan fasilitas.

“Kami sudah berusaha maksimal dalam memberikan pelayanan. Namun, karena keterbatasan ruang yang ada saat ini, kami belum bisa menambah jumlah dokter di lokasi RSUD Kraton. Penambahan ruang praktek tidak memungkinkan di gedung yang sekarang,” lanjutnya.

Lebih lanjut, pihak RSUD Kraton menjelaskan bahwa solusi jangka menengah sedang dikaji, termasuk kemungkinan pemindahan atau pengembangan layanan ke lokasi rumah sakit yang baru agar distribusi pasien lebih merata dan pelayanan menjadi lebih optimal.

Pihak rumah sakit menyampaikan terima kasih atas masukan dari masyarakat dan berharap dapat terus meningkatkan mutu layanan demi kenyamanan dan keselamatan pasien. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Warga Keluhkan Lamanya Antrian di Poli Bedah Onkologi RSUD Kraton

Warta Desa, Pekalongan, 11 Agustus 2025 – Sejumlah warga mengeluhkan lamanya proses antrian di ruang bedah onkologi Rumah Sakit Umum Daerah Read more

Kongregasi Suster-Suster Santa Bunda Maria Menangkan PK Sengketa Lahan RSUD Kraton

Kota Pekalongan, Wartadesa. - Kongregasi Suster-Suster Santa Bunda Maria memenangkan upaya hukum luar biasa, Peninjauan Kembali (PK) Pemkab Pekalongan atas Read more

Sembilan tenaga medis RSUD Kraton positif Korona

Enam  jamaah Tabligh positif Korona Kota Pekalongan, Wartadesa. - Humas RSUD Kraton, Teguh Ikhwan mengabarkan bahwa sembilan tenaga medis di Read more

Tenaga medis RSUD Kraton jalani isolasi mandiri, layanan Poli Rawat Jalan tutup sementara

Kota Pekalongan, wartadesa. - Pelayanan di poliklinik rawat jalan RSUD Kraton ditutup sementara lantaran puluhan tenaga medis, baik perawat maupun Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Warga Keluhkan Lamanya Antrian di Poli Bedah Onkologi RSUD Kraton

rsud

Warta Desa, Pekalongan, 11 Agustus 2025 – Sejumlah warga mengeluhkan lamanya proses antrian di ruang bedah onkologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton, Kabupaten Pekalongan. Pasien harus menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan penanganan dari dokter spesialis.

Keluhan ini disampaikan salah seorang warga asal Kajen yang merasa kecewa karena belum juga dipanggil meskipun sudah datang sejak pagi hari.

“Saya sudah menunggu cukup lama di lobi Poli Bedah Onkologi, tapi belum juga dipanggil. Antriannya sangat lambat,” ujarnya kepada awak media.

Pasien dan keluarga berharap pihak rumah sakit dapat meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam hal kecepatan penanganan serta ketersediaan tenaga medis.

“Kami berharap RSUD Kraton bisa menambah jumlah dokter, agar antrian tidak terlalu panjang dan pasien bisa segera ditangani,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak RSUD Kraton melalui Humas menyampaikan klarifikasi. Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pihak rumah sakit membenarkan bahwa lonjakan jumlah pasien memang menjadi tantangan tersendiri.

“Terima kasih atas masukannya. Memang benar, antrian cukup panjang karena jumlah pasien yang datang bisa mencapai lebih dari 150 orang per hari,” ujar Humas RSUD Kraton.

Pihak RSUD menjelaskan bahwa mereka telah berupaya memberikan pelayanan secara maksimal, namun terkendala oleh keterbatasan ruang di gedung yang saat ini digunakan.

“Kami sudah berusaha maksimal dalam memberikan pelayanan. Namun karena keterbatasan lahan dan ruang praktek, penambahan dokter belum memungkinkan di lokasi saat ini. Penambahan tenaga medis akan kami rencanakan di RSUD yang baru,” tambahnya.

Masyarakat pun berharap ke depan layanan kesehatan di RSUD Kraton dan rumah sakit lain di wilayah Kabupaten Pekalongan dapat semakin baik, efisien, dan ramah terhadap kebutuhan pasien. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Anak 5 Tahun Belum Dapat Kamar Inap di RSUD Kajen, Keluarga Keluhkan Pelayanan

WARTA DESA, PEKALONGAN – Seorang anak berusia sekitar lima tahun bernama Alvino, warga Desa Pedawang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, hingga Senin Read more

Warga Tanggeran Paninggaran Bingung dengan Pelayanan RSUD Kajen, Pasien Bolak-balik Tanpa Penjelasan Diagnosa

Warta Desa, Pekalongan, 12 Juli 2025 – Keluarga Teguh, warga Desa Tanggeran , Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan pelayanan di Read more

Dinyatakan Meninggal di RSUD Kajen, Warga Karanggondang Sempat Hidup Kembali Saat Tiba di Rumah

Warta Desa, Pekalongan, 28 Juni 2025 – Peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Seorang warga bernama Suryo Read more

selengkapnya