close

Seni Budaya

Berita DesaSeni Budaya

Warga Dukuh Petungkon Gelar Sedekah Bumi di Bulan Legeno, Arak-arakan Gunungan dan Ogoh-Ogoh Babi Hutan Jadi Daya Tarik

IMG-20250526-WA0000

Warta Desa,  Pekalongan – 25 Mei 2025 –
Warga Dukuh Petungkon, Desa Tembelanggunung, Kabupaten Pekalongan, menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi pada bulan Legeno dengan penuh semangat dan kekhidmatan. Acara yang digelar sejak pagi hari ini diawali dengan arak-arakan gunungan hasil bumi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, semuanya tampil mengenakan pakaian adat.

Gunungan yang berisi aneka hasil pertanian seperti padi, sayur-mayur, dan buah-buahan, diarak keliling dukuh sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki dari bumi. Arak-arakan semakin semarak dengan kehadiran Ogoh-Ogoh berbentuk babi hutan yang menjadi perhatian utama warga.

Menurut Budi Legowo, perwakilan panitia Sedekah Bumi Dukuh Petungkon, Ogoh-Ogoh babi hutan dibuat sebagai simbol keresahan petani terhadap gangguan hama babi hutan yang kerap merusak tanaman.

“Ogoh-Ogoh ini kami buat berbentuk babi hutan karena selama ini wilayah pertanian kami sering diganggu oleh hama tersebut. Ini menjadi simbol harapan agar lahan pertanian di Petungkon terbebas dari hama dan hasil panen bisa melimpah,” ungkapnya.

Usai arak-arakan, digelar pula seremonial penumbakan Ogoh-Ogoh babi hutan oleh Ki Dalang Atmo Subarno sebagai bentuk simbolis pengusiran hama dan energi negatif dari wilayah pertanian warga.

Sementara itu, pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Dalang Atmo Subarno yang membawakan lakon Kumbakarno Gugur. Pentas budaya ini disambut antusias oleh warga setempat maupun dari dusun sekitar yang memadati lokasi pertunjukan.

Tradisi Sedekah Bumi ini bukan hanya menjadi sarana pelestarian budaya warisan leluhur, tetapi juga menjadi momen kebersamaan warga dalam menyampaikan doa dan harapan untuk keberkahan serta ketentraman desa. Diharapkan, acara ini bisa terus dilestarikan dan menjadi daya tarik budaya yang membanggakan Kabupaten Pekalongan. (Rohadi)

 

QR Code
Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Seni Budaya

PWI-LS Gelar Festival Budaya Legenonan di GPU Kabupaten Pekalongan

legenonan

Warta Desa, Kabupaten Pekalongan – Perjuangan Walisongo Indonesia – Laskar sabillilah(PWI -LS) kab pekalongan menggelar Festival Budaya Legenonan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kabupaten Pekalongan, Minggu 25 Mei 2025. Acara ini digelar sebagai bentuk komitmen PWI- LS dalam melestarikan budaya lokal serta mempererat sinergi antara Seni dan budaya, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas kab pekalongan mulai dari tari tradisional, musik daerah, dan kuda lumping hingga pengajian. Antusiasme masyarakat tampak tinggi, ditandai dengan padatnya pengunjung yang memadati lokasi sejak pagi hari.

Ketua PWI-LS kab pekalongan Bapak Abdul ghofur menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya luhur yang mulai terlupakan di tengah modernisasi. Ia juga menekankan pentingnya peran seniman dalam membumikan kebudayaan.

“Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni dan budaya lokal, sekaligus momentum membangun kedekatan antara budayawan dan masyarakat,” ujar Ketua PWI-LS dalam sambutannya.

Festival Budaya Legenonan ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh daerah
A. Mokh. Muhtadin ( Panitia penyelenggaraan
B. Abdul Ghofur ( Ketua PWI- LS)
C. Jalal ( Pengurus PWI- LS)
D. KH. Kholil ( pembicara tausiah), perwakilan organisasi masyarakat, pelajar, dan para pelaku seni. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan dan semakin memperkuat identitas budaya daerah serta meningkatkan pariwisata berbasis kearifan lokal. (Rohmat Hidayat)

QR Code

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaSeni Budaya

Desa Limbangan Gelar Sedekah Bumi, Wujud Syukur dan Cinta pada Alam

WhatsApp Image 2025-05-24 at 18.17.27

Warta Desa, Pekalongan, 24 Mei 2025 — Suasana meriah menyelimuti Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, saat ratusan warga memadati jalan dan lapangan desa untuk mengikuti tradisi Sedekah Bumi. Acara tahunan ini digelar sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan hasil bumi sekaligus bentuk cinta masyarakat terhadap alam.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan kirab dan pawai gunungan hasil bumi yang dimulai dari Limbangan Barat dan berakhir di Lapangan Desa Limbangan. Rute pawai yang dimulai pukul 08.30 WIB melintasi Balai Desa Limbangan menuju Desa Karangsari, Kulu, dan kembali ke Lapangan Limbangan, menjadi tontonan yang menyedot perhatian masyarakat sekitar.

Tidak hanya kirab, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh penampilan seni tradisional seperti Jaran Kepang Dadi Mulyo dan Kuda Lumping Turonggo Rekso Sari Pamuji, yang disambut antusias oleh masyarakat dari seluruh RT dan RW di desa.

Kepala Desa Limbangan, Rendy Subiyanto,  menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara tersebut dengan lancar. “Bismillah, alhamdulillah, saya melihat masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan adat ini. Ini adalah warisan budaya yang perlu terus kita lestarikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan memperkuat kerja sama antara masyarakat dan pemerintah desa.

“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan kerukunan untuk seluruh warga Desa Limbangan. Terima kasih atas dukungan dan partisipasi masyarakat yang luar biasa,” tambahnya.

Dengan digelarnya Sedekah Bumi, Desa Limbangan menegaskan komitmennya dalam menjaga tradisi lokal sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam dan lingkungan sekitar. Tradisi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Karanganyar. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaSeni Budaya

Tak Ada Pagelaran Wayang, Warga Garungwiyoro Rame-Rame Unggah Meme

meme wayang

Warta Desa, Paninggaran. – Geram karena Pemerintah Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan dalam bulan Legeno (penanggalan Jawa) tidak menghelat pagelaran wayang. Pemuda setempat ramai-ramai mengupload meme dan didistribusikan di platform WhatsApp.

Cerita atau story WhatsApp yang diungah ini bahkan dipos ulang oleh warga lainnya diluar kecamatan Kandangserang. Meme yang beredar masif ini merupakan gambaran kekecewaan para warga utamanya pemuda desa setempat. Lantaran acara Legenanan, acapkali disebut sedekah bumi merupakan acara yang memadukan wujud syukur warga atas panen hasil bumi yang melimpah dan hiburan bagi warga.

Perangkat desa Garungwiyoro, Edi (40) saat dikonfirmasi Warta Desa pada Jum’at (23/05/2025) membenarkan beredarnya meme di media sosial tersebut. “Desa Garungwiyoro tidak mengadakan pagelaran wayang. Leaflet yang beredar saat ini itu fiktif. Kami tidak tahu siapa yang menyebarkannya,” ujarnya.

Sepertinya itu buat lucu-lucuan saja, lanjut Edi.

Meme adalah suatu ungkapan emosi (senang, sedih, marah), bisa juga suatu maksud, diungkapkan berbentuk tulisan, saat ini di sertakan pada media visual misalnya gambar yang dianggap mewakili perasaan dan maksud tersebut.

Dengan masifnya meme pagelaran wayang ini warga Desa Garungwiyoro sebenarnya menyampaikan protes dan aspirasinya, bahwa sebagai budaya turun-temurun, tak selayaknya acara sedekah bumi menghilangkan fungsi hiburan warga dengan menanggap wayang. (Aan)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaSeni Budaya

Desa Gandarum Gelar Tasyakuran Sedekah Bumi atau Legènanan di Aula Balai Desa

IMG_20250523_080016

Warta Desa,Pekalongan, 22 Mei 2025 – Warga Desa Gandarum berbondong-bondong menghadiri acara tasyakuran Sedekah Bumi atau Legènanan yang digelar di aula balai desa. Mereka datang dengan membawa tumpeng dan berbagai macam makanan sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah.

Acara ini juga dihadiri oleh para pemuda, sesepuh desa, serta tokoh masyarakat yang sangat mendukung dan bangga atas pelaksanaan tradisi yang telah menjadi agenda tahunan tersebut dan memper,erat tali silahturahmi antar warga.

Kepala Desa Gandarum, Agus, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan Sedekah Bumi ini terus dilestarikan dan dilakukan setiap tahun. “Sedekah Bumi adalah warisan dari nenek moyang kita yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujar Agus.

Rangkaian acara berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, serta ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan akan keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga desa. (Gusanto)

 

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaSeni Budaya

Desa Sabarwangi Bubarkan Panitia Legenanan Sedekah Bumi

sabarwangi

Warta Desa, Pekalongan, 21 Mei 2025 – Seluruh pengurus panitia kegiatan legènnan atau sedekah bumi Desa Sabarwangi berkumpul di balai desa dalam rangka pembubaran panitia. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh panitia yang telah berperan aktif dalam kesuksesan acara tradisional tersebut.

Kepala Desa Sabarwangi, Asep Meka Suwandi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia atas kerja keras dan dedikasi mereka. Ia mengungkapkan kebanggaannya karena seluruh rangkaian kegiatan yang telah dirancang panitia berjalan dengan sukses dan meriah, seperti arak-arakan gunungan hingga pagelaran wayang kulit.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh tim panitia yang penuh semangat dalam mengadakan acara yang begitu meriah dan sukses,” ujar Kades Asep dalam sambutannya.

Ia juga berharap agar tradisi ini dapat terus dilestarikan di masa mendatang, sebagai wujud syukur dan upaya mewujudkan Desa Sabarwangi yang makmur dan maju. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaSeni Budaya

Desa Brondong Gelar Sedekah Bumi dan Arak-arakan Hasil Bumi

brondong

Warta Desa, Pekalongan, 20 Mei 2025 — Warga Desa Brondong menggelar acara syukuran Sedekah Bumi atau yang dikenal juga dengan istilah “Legenanan”, sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen dan berkah dari alam. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, pukul 09.00 pagi, dan dipusatkan di Balai Desa Brondong.

Ratusan warga turut serta dalam acara tersebut dengan membawa berbagai hasil bumi seperti buah-buahan, sayur-mayur, dan palawija yang disusun menjadi gunungan oleh masing-masing dukuh. Gunungan hasil bumi ini kemudian diarak dan menjadi simbol kebersamaan serta rasa syukur masyarakat terhadap rezeki yang diberikan oleh Tuhan.

Acara ini juga dihadiri oleh para sesepuh desa, tokoh masyarakat, dan ulama setempat.

Kepala Desa Brondong Sunoto, dalam sambutannya berharap agar tradisi ini terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya nenek moyang.

“Nguri-uri kabudayan (melestarikan budaya) adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun,” ujarnya.

Acara berlangsung dengan khidmat dan sakral, kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga desa. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaSeni Budaya

Wayang Kulit Meriahkan Malam di Desa Lambang Gelun, Paninggaran

langmbanggelun

Warta Desa, Paninggaran, 18 Mei 2025 — Suasana malam di Desa Lambang Gelun, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, terasa istimewa pada Sabtu malam (17/5), dengan digelarnya pertunjukan wayang kulit yang menarik antusiasme ratusan warga. Acara ini diselenggarakan dalam rangka legenonan, sedekah bumi.

Dalang Ki Joko Setyo Pranolo memimpin pertunjukan dengan membawakan lakon ” Mbangun Khayangan”, yang sarat pesan moral dan nilai-nilai kebijaksanaan. Iringan gamelan yang merdu serta kepiawaian dalang dalam menghidupkan tokoh-tokoh pewayangan membuat penonton terhibur hingga larut malam.

Kepala Desa Lambang Gelun, Abdul Hadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pelestarian budaya Jawa sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Wayang kulit adalah warisan budaya yang harus terus kita jaga. Selain sebagai hiburan, ini juga menjadi media pendidikan moral bagi generasi muda,” ujarnya.

Selain pertunjukan wayang, warga juga disuguhi jajanan tradisional dan bayang menambah semarak suasana. Acara ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat.

Dengan antusiasme warga yang tinggi, diharapkan kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara rutin sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas lokal masyarakat Paninggaran. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaSeni Budaya

Desa Lambanggelun Meriahkan Tradisi Sedekah Bumi dengan Pagelaran Wayang Kulit

wayang2

Warta Desa, Lambanggelun – Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan menyelimuti Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, dalam acara Sedekah Bumi yang digelar pada 18 Mei 2025. Rangkaian kegiatan tradisional ini dipuncaki dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, yang dihadiri ratusan warga dari berbagai dukuh.

Sedekah Bumi diawali dengan doa bersama dan pembacaan tahlil untuk para leluhur. Warga membawa berbagai hasil bumi, tumpeng, dan jajanan tradisional ke balai desa sebagai wujud syukur atas rezeki dan keselamatan yang telah diberikan Tuhan.

Kepala Desa Lambanggelun Abdul Hadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sedekah Bumi adalah bentuk kearifan lokal yang harus terus dijaga. “Ini adalah warisan budaya yang menyatukan warga untuk slalu bergotong royong dan menyampaikan pesan-pesan moral melalui seni,” ujarnya.

Pagelaran wayang kulit malam harinya menghadirkan dalang kondang ki joko setio pranolo yang membawakan lakon bertema kebaikan dan keadilan, lengkap dengan iringan gamelan dan sinden yang memukau penonton.

Warga menyambut antusias acara ini, bahkan banyak yang berharap kegiatan seperti ini bisa dijadikan agenda tahunan desa sekaligus sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat identitas budaya lokal.

Kepala desa Lambang gelun Abdul Hadi menambahkan, ke depan diharapkan kegiatan Legenonan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi daya tarik budaya dan wisata desa, yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaSeni Budaya

Arak-Arakan Gunungan Meriahkan Sedekah Bumi Desa Dororejo Warga Rela “Tekor” Demi Lestarinya Tradisi Legenonan

dororejo

Warta Desa, Pekalongan – 17 Mei 2025 – Pemerintah Desa Dororejo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi atau Legenonan secara meriah dan penuh makna. Rangkaian acara dimulai sejak Jumat malam dengan istighosah dan doa bersama di balai desa, hingga Sabtu pagi dan malam harinya, melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Malam istighosah yang berlangsung khidmat dihadiri oleh Kepala Desa Dororejo Alimin Slamet, jajaran perangkat desa, Ketua dan anggota BPD, panitia Sedekah Bumi, para ketua RW/RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur Linmas. Doa-doa dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang melimpah.

Keesokan harinya, Sabtu pagi pukul 06.00 WIB, warga kembali berkumpul di balai desa untuk menggelar slametan bersama. Acara dilanjutkan pukul 09.00 WIB dengan arak-arakan gunungan hasil bumi yang dimulai dari Lapangan Dororejo. Suasana kian meriah dengan kehadiran ogoh-ogoh kreatif buatan warga dan iringan tari-tarian tradisional.

Lomba gunungan yang diikuti oleh 25 RT ini tak hanya sekadar kompetisi. Kepala Desa menyediakan hadiah utama sebesar Rp3 juta, namun yang menonjol justru semangat kebersamaan warga. “Kami bukan cari menang, yang penting Legenonan meriah. Wani tekor, sing penting Legenonan sukses!” ujar salah satu perwakilan RT dengan semangat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Alimin Slamet menegaskan pentingnya pelestarian budaya. “Tradisi ini adalah bentuk syukur atas karunia Allah SWT. Semoga panen warga semakin berkah, kehidupan makin rukun, dan generasi muda tetap nguri-uri budaya Jawa,” katanya.

Antusiasme masyarakat tak hanya datang dari warga lokal. Banyak pengunjung dari luar desa turut hadir menyaksikan kemeriahan arak-arakan. Mereka menyebut, meski acara digelar oleh pemerintah desa, skala dan antusiasme masyarakat terasa seperti gelaran tingkat kabupaten. Warga juga mengapresiasi kepemimpinan Alimin Slamet yang berhasil menggerakkan seluruh unsur masyarakat, termasuk pemuda, dalam semangat gotong royong dan sinergi.

Sebagai puncak rangkaian, malam harinya digelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Semar Mbangun Jiwo, dibawakan oleh Ki Dalang Santoso Joko Bledeg dari Bonorowo, Kebumen. Pertunjukan ini sukses menghibur sekaligus menyampaikan pesan moral melalui seni tradisional Jawa yang adiluhung.

Di sela pertunjukan wayang, panitia juga membagikan hadiah lomba gunungan dan doorprize menarik seperti kulkas, mesin cuci, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya, yang disambut antusias warga.

Tradisi Sedekah Bumi di Desa Dororejo tak sekadar seremoni budaya, namun menjadi simbol kuat persatuan warga, sarana mempererat silaturahmi, serta komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya leluhur yang sarat makna. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya