close
pasar-darurat
pasar darurat kedungwuni

Kajen, Wartadesa. – Ijin bangunan lokasi Pasar Darurat Kedungwuni dipertanyakan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, menyebut bahwa, meski menempati lahan Pemkab, bangunan tersebut tidak mempunyai ijin.

“Kalau membangun bangunan di lahan miliki Pemkab Pekalongan, tanpa adanya izin terlebih dulu negara ini ya bubrah,” ujar Herry Triyono Sabdo saat memimpin audiensi dengan perwakilan pedagang pasar. Rabu (12/09).

Herry mempertanyakan jumlah pedagang pasar darurat yang terdata oleh Disperindagkop sebanyak 1.638 pedagang pada Maret 2017 lalu. Penempatannyapun sudah diatur dengan pengundian. Namun masih ada juga bangunan baru yang belum mengantongi ijin.

Sementara Kepala Disperindagkop, Hurip Budi Riyantini di hadapan peserta rapat audiensi mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan  selama dua bulan, berakhir pada 31 Maret 2017. Dari pendataan itu diperoleh data jumlah pedagang mencapai 1.931 orang. Adapun yang memiliki surat izin penempatan (SIP) hanya 897 orang, sisanya adalah pedagang beceran.

Pemindahan pedagang dilakukan dua kali, yakni pada  28-30 Juni 2018 dilakukan pengundian penempatan pedagang di pasar darurat, ternyata waktu tiga hari tidak cukup, waktu pengundian penempatan ditambah dan dilaksanakan pada 2-3 Juni 2018 di kantor Kelurahan Kedungwuni.

“Pedagang yang sudah menempati pasar darurat terjadi kekurangan untuk Kios 29 Beceran 21. Pada perkembangan pengundian dilakukan per komoditas, kios dan los. Untuk Beceran hanya KTP tapi orangorangnya terdaftar, sedangkan untuk pedagang tetap kios dan los melalui Surat Ijin Penempatan (SIP),” lanjut Hurip.

Menurut Hurip, sempat muncul isu bahwa Disperindagkop melakukan bagi-bagi kios  sehingga banyak pedagang dan warga dari Desa Kwayangan untuk meminta tempat berjualan dengan membawa KTP.

“Kami tetap mengacu pada data yang sudah ada. Soal penataan Disperindagkop sudah berkoordinasi dengan wilayah baik kecamatan maupun kelurahan,”  lanjut Hurip.

Herry meminta agar kisruh penempatan pedagang segera diselesaikan. (WD)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : pasar darurat kedungwuni