Bojong, Wartadesa. – Merasa dirugikan dan menjadi korban dampak pembangunan Tol Trans Jawa, warga dua desa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah melakukan aksi unjuk rasa ke kantor PT. SMJ, Jum’at (15/02).
Warga Desa Jajarwayang dan Desa Babalan Kidul Kecamatan Bojong, menggelar aksinya sejak pukul 08.20 WIB. Mereka menuntut agar kontraktor pembangunan jalan tol, yakni PT SMJ bertanggung jawab lantaran rumah mereka retak dan rusak akibat pembangunan jalan tol.
Warga menyampaikan bahwa mereka merasa dirugikan akibat dampak pengerjaan pembangunan jalan tol yang dilakukan oleh PT.SMJ yang mengakibatkan beberapa rumah warga mengalami retak.
Dalam aksinya tersebut, warga menuntut pertanggungjawaban pihak PT. SMJ untuk mengganti rumah warga yang retak atau rusak, dan apabila tidak dipenuhi warga akan menggelar aksi naik kejalan tol.
Aksi tersebut mendapatkan pengamanan pihak kepolisian setempat. Puluhan petugas kemananan dari Polres Pekalongan dan Polsek Sragi diturunkan. Mediasipun dilakukan.
Pukul 09.15 WIB, mediasi digelar di PT. SMJ, dihadiri kurang lebih 35 orang diantaranya Perwakilan pimpinan PT SMJ Bapak Reza, Humas PT SMJ Bapak Rahmat, Kabag Ops Polres Pekalongan Kompol GD NGRH Simatupang, Staf PT SMH Bpk. Damamhuri, KBO Sat Intel Polres Pekl Ipda Eko Widiyanto, Kades Jajarwayang bpk. Edi Fahrudin, Warga Desa Jajarwayang dan Warga Desa Babalan Kidul yg rumahnya rusak.
Dari hasil mediasi tersebut disepakati bahwa pihak dari PT. SMJ akan memberikan konpensasi terhadap rumah warga yang mengalami retak atau rusak karena dampak pembangunan proyek jalan tol baik rumah yang mengalami rusak sedang maupun rumah warga yang mengalami rusak berat. (WD)










