Warta Desa, Pekalongan, 4 Mei 2025 – Kawasan hutan di wilayah Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, sebagian besar ditanami pohon pinus yang dimanfaatkan getahnya untuk mendukung peningkatan hasil hutan bukan kayu. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan hutan berkelanjutan oleh Asper BKPH Karanganyar di bawah naungan KPH Pekalongan Timur.
Getah pinus telah menjadi salah satu komoditas andalan yang terus didorong produksinya. Untuk itu, Asper BKPH Karanganyar, Musholeh, menegaskan pentingnya peningkatan kinerja para penyadap, khususnya di wilayah Desa Lebakbarang.
“Kami mengharapkan para penyadap lebih giat dan disiplin agar target produksi dapat tercapai dengan baik,” ujar Musholeh dalam arahannya.
Selain fokus pada penyadapan, masyarakat yang memiliki tanaman tumpang sari di dalam kawasan hutan seperti kopi, durian, dan tanaman produktif lainnya juga diimbau agar menjalin kerja sama atau melakukan sistem bagi hasil yang adil dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di desanya masing-masing.
Skema tersebut dinilai mampu menciptakan sinergi antara warga dan pengelola hutan serta memperkuat ekonomi masyarakat sekitar tanpa mengesampingkan kelestarian hutan.
“Melalui peningkatan produksi getah pinus dan kerja sama dalam pengelolaan tanaman tumpang sari, kami berharap hutan di Lebakbarang tidak hanya lestari tapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” tambah Musholeh.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus memberdayakan masyarakat sebagai mitra strategis dalam pengelolaan sumber daya alam. (Rohadi)










