close
Politik

Dua desa terancam gagal gelar Pilkades

sosial media

Kajen, Wartadesa. – Dua desa di Kota Santri terancam gagal menggelar Pilkades Serentak pada 13 Nopember 2019 mendatang. Pasalnya dua desa tersebut, hingga saat ini, tahapan Pilkades tidak berjalan sebagaimana mestinya. Desa Sidorejo, Kecamatan Tirto, delapan bakal calon kades mengundurkan diri, sementara Desa Surobayan, Kecamatan Wonopringgo, P2KD nya yang mengundurkan diri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan P2KB Kabupaten Pekalongan, M. Afib mengungkapkan bahwa delapan bakal calon Kades Sidorejo, kompak mengundurkan diri saat pemilihan lima orang calon kepala desa.

“Di desa ini (Sidorejo) ada delapan calon kades yang maju dan semuanya sudah memenuhi persyaratan. Akan tetapi, saat akan ada seleksi untuk menentukan jatah lima kursi yang diperebutkan, terjadi keributan sehingga semua calon mengundurkan diri,” kata Afib, Selasa (22/10)  dikutip dari Antara Jateng.

Afib menambahkan bahwa pengunduran diri seluruh bakal calon kades di Sidorejo lantaran mereka takut akan terjadi sesuatu pada saat tahapan Pilkades. “Kemungkinan besar karena ada faktor ‘x’ dari masyarakat sehingga calon takut. Masyarakat minta ada ‘umpukan’ (uang) padahal aturan itu tidak diperbolehkan pada pelaksanaan pilkades,” katanya.

Di Desa Surobayan, delapan dari sembilan anggota P2KD secara massal “mundur alon-alon”. Seperti diberitakan Warta Desa sebelumnya dalam video, Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Surobayan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan mengundurkan diri secara massal. Surat pengunduran diri bermaterai diserahkan kepada BPD setempat semalam. Selasa (08/10)

Pengunduran diri P2KD dilakukan lantaran mereka merasa tidak mampu melaksanakan tahapan Pilkades.

Perwakilan warga dan bakal calon Kepala Desa Surobayan yang tidak lolos tahapan hingga skooring mengungkapkan bahwa pelaksanaan tahapan Pilkades desa setempat dianggap tidak fair.

Sementara Camat Wonopringgo, Rachmawati berharap agar warga Desa Surobayan menerima tahapan Pilkades dan melaksanakan Pilkades dengan memilih calon yang ada. https://youtu.be/LdCstEzy3K0

Beberapa hari setelah pengunduran massal anggota P2KD Desa Surobayan, beredar spanduk dan tandatangan warga setempat yang mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati Pekalongan, karena Pilkades Desa Surobayan diundur hingga 2022. (Eva Abdullah, dengan tambahan sumber dari Antara Jateng)

Tags : gagal pilkadesPekalongan