close
Ekonomi

Harga kedelai naik tinggi, penjual tempe jual dengan harga tetap

tempe daun 1

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Harga kedelai di Kota Pekalongan mengalami kenaikan cukup tinggi. Dari harga sebelumnya Rp. 6.800 per kilo, sejak dua minggu terakhir naik menjadi Rp. 7 ribu per kilo. Hal tersebut dinilai memberatkan pedagang tempe yang ada di Kota Pekalongan.

Hasanudin, penjual tempe di pasar Grogolan mengungkapkan bahwa sudah dua minggu terakhir ini harga kedelai selalu naik, “Kenaikan sejak dua minggu terakhir, sebelumnya perkilo seharga Rp. 6.800, sekarang ini harga kedelai menjadi Rp. 7 ribu,” ujarnya, Sabtu (7/10).

Hasanudin mengungkapkan bahwa kenaikan harga kedelai ini dipicu oleh naiknya kurs dollar terhadap rupiah. “Ya … dolarnya naik, jadi kedelainya naik, karena kedelai impor,” lanjutnya.

Saat ini, lanjut Hasanudin, dia mendapatkan kedelai di Desa Menguneng Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang.

“Sementara saya tidak bisa menaikkan harga penjualan tempe, meski harga bahan bakunya naik, sementara mengurangi pendapatan dulu, karena kondisi pasar masih lesu,” tuturnya. (WD)

Terkait

[caption id="attachment_1619" align="alignnone" width="960"] Ngiyup. Warga yang memadati bukaan bendung Gembiro terlihat berteduh karena gerimis. (1/11). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

Gogoh iwak ramaikan bukaan Gembiro

Gogoh iwak. perserta lomba gogoh iwak kesulitan menangkap ikan dengan tangan, hal ini menambah keramaian acara Read more

Warga Kesesi tunggu kali asat

Warga sekitar jembatan Jagung memanfaatkan peristiwa dibukanya bendung Gembiro untuk mencari ikan (1/11). Foto: Eva Abdullah Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : kedelaikedelai naiktempe