PEKALONGAN, WARTA DESA. – Geliat Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di sektor pelayanan jasa transportasi dan perjalanan resmi bertambah. Tepat pada Ahad, 1 Maret 2026, Travelmu Pekalongan melaksanakan soft launching yang ditandai dengan pemberangkatan rombongan Dakwah on the Road menuju Masjid Jogokariyan, Yogyakarta.
Seremoni peluncuran ini dilakukan secara resmi oleh Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono Kastari. Sebanyak 100 peserta yang terbagi dalam dua bus dilepas dalam suasana penuh semangat dan khidmat, dihadiri oleh jajaran pimpinan Muhammadiyah serta tokoh masyarakat setempat.
Sinergi untuk Persyarikatan
Anggota DPRD Jawa Tengah, Sofwan Sumadi, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan harapannya agar Travelmu tidak sekadar menjadi unit bisnis, tetapi benar-benar menjadi AUM yang menunjang kegiatan persyarikatan.
”Travelmu harus memberikan kontribusi nyata bagi gerak langkah Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ini adalah bagian dari upaya kita memperkuat kemandirian ekonomi organisasi,” ujar Sofwan.
Senada dengan hal tersebut, Khairudin dari MPKSDI Pekajangan menjelaskan bahwa pemilihan destinasi Masjid Jogokariyan dalam momen peluncuran ini merupakan langkah strategis untuk menggeber semangat dakwah sejak awal. Ia menekankan pentingnya pelayanan profesional agar Travelmu menjadi pilihan utama warga.
Manajemen Profesional dan Energik
Ketua PCM Pekajangan, Abdus Somad, memberikan apresiasi tinggi terhadap rintisan AUM baru ini. Di bawah komando Zafnat selaku Direktur yang dikenal energik, ia optimis Travelmu akan berkembang pesat melalui kolaborasi yang apik.
”Rintisan AUM harus dikelola dengan tata kelola yang baik. Dengan kepemimpinan yang muda dan energik, insyaAllah Travelmu akan besar melalui kolaborasi dan profesionalisme,” tutur Abdus Somad.
Apresiasi juga datang dari Mulyono Kastari. Ia menyoroti kemajuan luar biasa di PCM Pekajangan, terutama dalam menyatukan akar rumput (grassroot) dengan pimpinan, yang berujung pada masifnya pengembangan AUM saat ini.
Filosofi Perjalanan: Antara Nalar dan Ibadah
Dalam sambutannya sebelum melepas rombongan, Mulyono Kastari memaparkan esensi teologis dari sebuah perjalanan (safar). Mengutip spirit wahyu pertama, Surah Al-Alaq, ia menjelaskan bahwa membaca bukan sekadar tekstual, melainkan merangkai informasi dari apa yang kita lihat di bumi.
Beberapa poin penting yang ditekankan oleh Ketua PDM antara lain:
- Penghargaan Nalar: Al-Qur’an memerintahkan manusia menjelajahi bumi untuk mengambil pelajaran dari sejarah umat terdahulu.
- Kemudahan Safar: Allah telah mendesain bumi sedemikian rupa agar mudah dijalajahi oleh manusia.
- Misi Travelmu: Kehadiran Travelmu harus menjadi jalan ibadah, meminimalisir kendala perjalanan melalui jaringan (channeling) dan kolaborasi yang kuat.
”Karena membawa brand Muhammadiyah, Travelmu harus memegang teguh prinsip: Amanah, Profesional, dan Ibadah. Orientasi kita bukan hanya mencari untung, tetapi juga mencari berkah,” pungkas Mulyono. ***










