close
hamu fauzi

Pemalang, Wartadesa. – Bupati Pemalang, Junaedi akhirnya memaafkan penggiat Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya (Gempar) Hamu Fauzi yang dianggap menghina dirina melalui cuitan di media sosial Facebook. Namun status Hamu Fauzi masih tetap sebagai tersangka.

“Saya secara pribadi memaafkan sebelum mereka meminta maaf kepada saya, tetapi inikan proses hukum, ini ranahnya polisi”, kata Junaedi, saat hadir di pers conference, Kamis, (13/2/2020) di Mapolres Pemalang.

Hamu Fauzi yang didampingi ibunya meminta maaf langsung kepada Bupati Pemalang, Junaedi dengan mencium tangannya dan bersumpah tidak akan mengulangi perbuatannya kepada Junaedi mapun orang lain.

“Apabila hal itu diulangi lagi, maka warga Desa Klarean kecamatan Petarukan tersebut rela diproses melalui jalur hukum.” Demikian disampaikan Kapolres Pemalang, AKBP Edy Suranta Sitepu dalak konpers.

Dalam konpers tersebut Edy menunjukkan print out akun Facebook Hamu Fauzi. Ia disangkakan melanggar UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara. “Ancaman pidana 4 tahun penjara karena melakukan ujaran kebencian kepada Bupati Pemalang, tetapi saat ini tersangka koperatif dan meminta maaf kepada pelapor dan Bupati Pemalang,” ujar Edy.

Diberitakan Warta Desa sebelumnya, penggiat Gempar (Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya) Gamu Fauzi ditangkap polisi, setelah sebelumnya dilaporkan oleh Sudarsono, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pemalang lantaran dianggap menghina Bupati Pemalang, Junaedi.

Informasi penangkapan Hamu dibenarkan oleh Satreskrim Polres Pemalang. “Iya, benar, masih diperiksa penyidik. Nanti akan kami realese setelah selesai pemeriksaan,” ujar Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Suhadi, Rabu (12/2/2020) siang.

Hamu ditangkap di Parung Bogor pada Selasa (12/02). Ia dibawa oleh tim Reskrim Polres Pemalang ke Mapolres Pemalang untuk menjalani pemeriksaan.

Pria asal  Desa Klarean, Kecamatan Petarukan, Pemalang, ini sering memposting kritikan pedas pada Pemkab Pemalang. Ia dilaporkan oleh Pemuda Pancasila dan Pengurus PDIP Pemalang lantaran dianggap menghina Bupati Pemalang melalui ciutan diakun facebook, pelaku juga dilaporkan karena telah membakar gambar  Junaedi dan menyebarkannya di media sosial.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pemalang didampingi oleh Penasehat Hukumnya Edy Hermanto, SH.,MKn dan Mochamad Tri Atmodjo, SH, secara resmi melaporkan 2 Pemilik Akun Facebook yaitu Adi dan Hamu Fauzi, Laporan diterima SPKT Polres Pemalang hari ini Jumat, 8 November 2019 Sekitar Pukul 09.45 WIB. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

Penggiat Gempar, Hamu Fauzi ditangkap polisi akibat hina Bupati Pemalang

 

Tags : bupati pemalanggemparhamu fauzihina bupati pemalang