Pemalang, Wartadesa. – Diduga lagi kalut karena baru 40 hari ditinggal mati ibunya, Imam Santoso bin M. Ma’aruf (31), seorang pemuda asal Jalan Cempaka Gg. 3 No.6 Tegal timur kota Tegal tewas lantaran tertabrak kereta api di Km 122+7/8 kelurahan Pelutan. Rabu (20/9) pukul 16.00 WIB.
Menurut saksi mata, kejadian berawal saat korban berjalan dari arah timur menuju ke barat. Dari arah yang sama, timur, berjalan Kereta Api Tawang Jaya Nomor Loko CC2061377 dan sesampai di Km 122+7/8 kelurahan Pelutan, korban tidak melihat dan tidak mendengarkan klakson kereta, dan akhirnya tertabrak.
Kemudian Masinis kereta, Mulyadi memberi informasi tersebut ke Stasiun Kereta Api Pemalang, selanjutnya dua anggota keamanan PT.KAI Pemalang, Kastolani dan Adi Sutrisno langsung mengecek ke lokasi.
“Kami langsung melaporkan ke Polsek Pemalang, ‘ ujar Kastolani.
Korban selanjutnya langsung membawa korban ke RSUD Dr. M. Ashari Pemalang untuk dilakukan visum oleh dokter, dan diambil sidik jari korban oleh petugas dari Polres Pemalang untuk mengetahui identitas yang bersangkutan.
Setelah dilakukan penyidikan lewat sidik jari, diketahui bahwa korban bernama Imam Santoso bin M. Ma’aruf, umur 31 tahun, pekerjaan buruh, alamat Jl.Cempaka Gg.3 no.6 Tegal timur kota Tegal.
“Sementara sambil menunggu dijemput oleh pihak keluarga, jenazah diserahkan ke kamar jenazah RSUD Dr.M.Ashari, karena keluarga korban sudah kami hubungi, ‘ jelas AKP Tarhim.
Pada malamnya sekitar pukul 21.00 WIB, pihak keluarga korban datang ke RSUD Dr. M. Ashari dan membenarkan bahwa korban adalah keluarganya, dan menurut keterangan keluarga yang bernama Wahyono kemungkinan korban kalut, banyak pikiran karena baru 40 hari ditinggal ibunya meninggal. (Humas Polres Pemalang)










