close
Olahraga

Kantor KONI Pekalongan terancam gelap dan tanpa air

koni pekalongan
Ilustrasi. Koni Kabupaten Pekalongan menggelar audiensi dengan Bupati Pekalongan, 10 Maret 2021

Kajen, Wartadesa. – Kantor Koni (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten Pekalongan terancam gelap gulita dan tanpa air akibat belum ditandatanganinya NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) untuk Koni.

Menurut Ketua Koni, Gus Eko Ahmadi, saat ini pihaknya sudah ditagih PLN dan PDAM untuk melunasi tagihan. “Kita hanya bisa menunggu (penandatanganan NPHD), kemarin kita sudah berkomunikasi dengan bupati. Saat ini, Koni sudah ditagih PLN dan PDAM, jika tidak segera dibayar akan maka kantor Koni akan padam dan dan tidak ada air,” ujarnya.

Menurut Gus Eko, pihaknya mempertanyakan keseriusan Pemkab Pekalongan saat ini, yang belum juga mencairkan anggaran untuk olahraga.  Menurutnya kendala yang dihadapi terkait anggaran adalah belum ditandatanganinya Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Padahal pihaknya sudah berkomunikasi dan bertemu langsung dengan Bupati Pekalongan selaku pimpinan daerah.

“Dari dinas yang membidangi keolahragaan belum bertindak cepat dan solutif terkait kebutuhan anggaran yang telah dibutuhkan teman-teman cabang olahraga (cabor),” ujar Gus Eko.

Penundaan pencairan anggarn untuk Koni tersebut, lanjut Gus Eko, berakibat  tidak terbayarkannya gaji staff dan operasional cabor. Padahal selama ini mereka juga sudah beraktivitas dan sudah mulai latihan.

“Padahal anggaran sebelumnya yakni tahun 2020 kita sudah melaporkan, dan ada peningkatan administrasi cabor. Laporan penggunaan 2020 sudah kita selesaikan dan ada Silpa sebesar 180 juta yang kita kembalikan ke kas negara,”  lanjut Gus Eko.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan Subhan menuturkan, untuk masalah anggaran Koni Kabupaten Pekalongan belum bisa berkomentar, karena masih menunggu disposisi dan hasil refocusing anggaran.

Sebelumnya, pada 10 Maret 2021, Koni telah menggelar audiensi dengan Pemkab Pekalongan terkait penyelenggaran Porkab yang akan dilaksanakan pertengahan tahun ini.

Dalam audiensi yang dihelat di Rumah Dinas Bupati tersebut, Gus Eko mengungkapkan  rencananya menggalar Porkab sebagai persiapan Porprov Jateng. Selain itu, ia menyampaikan berbagai terobosan, yakni tertib administrasi dan tertib organisasi, membangkitkan partisipasi masyarakat untuk berolahraga dengan mempersilahakan warga membentuk event organizer (EO) kegiatan olahraga dan digitalisasi pertemuan Koni.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengatakan akan mengkaji usulan kegiatan tersebut. Terlebih dimasa pandemi Covid-19. Menurut Asip, ditengah pandemi seperti saat ini banyak kegiatan yang dibatasi, namun setelah vaksinasi ini berjalan kita akan lihat. Intinya kita akan kaji dulu, tentunya jika bisa dilaksanakan harus dengan protokol kesehatan yang ketat. (Eva Abdullah)

Terkait
Gerimis warnai bukaan Gembiro

Ngiyup. Warga yang memadati bukaan bendung Gembiro terlihat berteduh karena gerimis. (1/11). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

Kebakaran di Binagriya hanguskan rumah

Pekalongan Barat, Wartadesa. -Rumah Rofi yang berada di Jalan Pesona Raya No. 510-511 komplek perumahan Bina Griya, Pekalongan Barat, hangus Read more

Desa bersih akan diberi tambahan ADD 10 persen

Kajen, Wartadesa. - Bagi desa-desa/kelurahan di Kabupaten Pekalongan dengan kondisi lingkungan yang bersih, Bupati akan memberikan penghargaan berupa penambahan 10 Read more

Kunci sukses UPK, bangun komunikasi dan saling percaya

Kedungwuni, Wartadesa. - Suksesnya program pinjaman bergulir tanpa agunan bagi warga miskin di Desa Tangkilkulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan ternyata Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : koniPekalongan