Pemalang, Wartadesa. – Keberadaan kapal tongkang PST 115 Batam yang terdampar di bibir pantai Komplek Makam Syeh Maulana Syamsudin, Desa Widuri, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, sejak Ahad (27/01) pukul 23.10 WIB belum diketahui pemiliknya.
Keberadaan kapal tongkang, awalnya diketahui oleh warga pada Ahad malam, Abdul Latif bin Supàdi (48) warga jalan Mujàher Dukuh Tanjungsari Kel Sugihwaras Kec/Kab. Pemalang mengungkapkan, ia besarta dua rekannya, Abdul Basit Bin Margono (30) dan Pajilal (60) melihat ada kapal besar berwarna hitam terapung-apung di tengah laut sebelah utara pantai Tanjungsari Pemalang.
Kapal tongkang kemudian terbawa ombak yang cukup besar hingga ke pantai Widuri, pada Senin (28/01) sekitar pukul 04.20 WIB. “Kapal Tongkang PST.115 Batam terdampar di bibir pantai komplek Makam Syeh Maulana Syamsudin Widuri Pemalang dengan posisi melintang ke arah timur.” Ujar Kasat Pol Air Polres Pemalang, AKP Sunardi dalam jumpa pers pagi ini.
Sunardi menambahkan, awal mula kejadian diketahui pada hari Ahad tanggal 27 Januari 2019 sekira pukul 23.10 WIB didapat dari informasi dari masyarakat disekitaran bahwa ada kapal tongkang yang terdampar.
Untuk data kapal tongkang sebagai berikut, Nama : Tongkang PST 115 Batam/GT.4334/6382i PPM 2014/ 300 Feet; Panjang : 115 meter; Pemilik/agen : belum diketahui; Muatan : batubara (tapi kosong); No. Ijin Syahbandar No. 3831/VI tgl 28-01-2019. Lanjut Kasat Pol Air Polres Pemalang.
Petugas saat ini sudah mengamankan kapal tongkang tersebut dengan mengevakuasi dan mengamankan tali penarik kapal yang putus ke Mako Satpolair Pemalang. Selain itu, petugas juga melakukan koordinasi dengan instansi kemaritiman untuk mencari pemilik atau agen kapal tongkang PST 115 Batam tersebut. (Eky Diantara)










