close
klji pekalongan

Batang, Wartadesa. – Fotografi tidak melulu tentang perangkat, tetapi proses fotografi itu sendiri. Bahkan fotografi bisa dilakukan dengan barang-barang bekas. Demikian disampaikan Muhammad Benbella, dari Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI) Pekalongan, disela-sela kegiatan workshop fotografi lubang jarum, Ahad (15/1) di Alun-alun Batang.

Fotografi lubang jarum merupakan hal baru di Pekalongan dan sekitarnya, sehingga KLJI Pekalongan menggandeng Batang Heritage untuk memperkenalkan kepada masyarakat seni potret dengan kamera lubang jarum. Ujar Benbella.

Dengan pelaksanaan workshop ini diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan kekayaan Indonesia akan bahan baku yang bisa menjadi modal dasar kreatifitas fotografi dengan kamera lubang jarum yang bersifat handmade, tambah pria yang menekuni dunia percetakan ini.

“Fotografi dengan KLJ menekankan pada proses, fotografi dengan KLJ tidak menyoalkan kegagalan dan kesempurnaan hasil. Maka eksplorasi makna ‘lubang jarum’ yang menjadi tujuan,” tuturnya kepada Wartadesa.

Tuntutannya adalah kita mampu meloloskan diri dari situasi sulit, tambah Benbella, kreatifitas menjadi alat bantu meloloskan diri dari lubang jarum. Seperti yang dikatakan Leonardo da Vinci, ‘Siapa yang akan percaya dari sebuah lubang kecil, kita dapat melihat alam semesta’. Slogan KLJI sendiri adalah ‘membuat bukan membeli’

Antusiasme peserta workshop KLJ Pekalongan ini sangat bagus. Kegiatan yang diikuti oleh 15 peserta ini dimulai dari pengenalan hingga praktik foto dan mencetak hasil karya masing-masing peserta.

“Alhamdulillah dikegiatan ini banyak ilmu yang saya dapatkan, dari membuat kamera kaleng sampe proses cetaknya di kamar gelap dengan larutan-larutan yang dicairkan,” ujar Adhi Haryanto, salah seorang peserta dari Batang.

Adhi menambahkan bahwa kamera kaleng ini melatih insting kita, waktu yang diperlukan untuk menjepret dan objek yang akan kita hasilkan karena kita tidak tahu akan semua itu (hasil foto_red.). Kamera kaleng ini mengajarkan kita akan proses foto tersebut.

Fotografi lubang jarum ini penuh dengan kejutan, kita tidak akan mengira hasilnya seperti apa, “Maklum namanya saja baru belajar. Bukan kayak kamera dslr ataupun yang canggih-canggih kayak sekarang. Kita tinggal klik geser-geser tombol speed sama apertur,” pungkas Adhi. ***(Bono, Foto: koleksi pribadi Adhi Haryanto)

Tags : FotografiFotografi Lubang JarumKLJI PekalonganKomunitas Lubang Jarum IndonesiaLubang Jarum