KAJEN, WARTA DESA. – Kondisi infrastruktur jalan di Desa Tambakroto, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Sebuah lubang besar di badan jalan yang kerap dijuluki warga sebagai “lubang maut” telah memicu kecelakaan tragis yang mengakibatkan seorang siswa meninggal dunia pada Ahad (25/01/2026).
Peristiwa memilukan tersebut bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor berusaha menghindari lubang di ruas jalan tersebut. Namun, saat melakukan manuver untuk menghindar, korban justru terlibat tabrakan hebat atau “adu banteng” dengan sebuah mobil yang melaju kencang dari arah berlawanan. Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka yang sangat serius di beberapa bagian tubuh.
Warga dan saksi mata di lokasi kejadian segera melarikan korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Sayangnya, meski tim medis telah berupaya maksimal, nyawa siswa tersebut tidak dapat diselamatkan akibat parahnya cedera yang diderita. Korban pun dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah tiba di fasilitas kesehatan.
Insiden ini memicu gelombang keprihatinan dan kekecewaan dari warga setempat. Menurut penuturan warga, kondisi jalan berlubang di titik tersebut sudah berlangsung lama dan telah berulang kali dikeluhkan karena sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua. Warga menilai hilangnya nyawa seorang siswa merupakan preseden buruk yang seharusnya bisa dicegah jika pemeliharaan jalan dilakukan tepat waktu.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan hingga hari ini, lubang yang menjadi pemicu kecelakaan maut tersebut terpantau masih menganga dan belum mendapatkan penanganan fisik dari pihak terkait. Belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan permanen maupun pemberian rambu peringatan tambahan di area tersebut.
Masyarakat Desa Tambakroto kini mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret melakukan perbaikan sebelum jatuh korban jiwa berikutnya. Kondisi ini menjadi pengingat bagi pemangku kebijakan bahwa keterlambatan dalam pemeliharaan infrastruktur dasar dapat berdampak fatal bagi keselamatan masyarakat. (Andi Purwandi)










