- Empat Kabupaten Terdampak Kerusakan Parah
JAWA TENGAH, WARTA DESA. – Sebagai langkah cepat dalam menangani rangkaian bencana hidrometeorologi yang meluas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah Jawa Tengah melalui Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Langkah strategis ini mencakup penaburan bahan semai NaCl (natrium klorida) dan CaO (kalsium oksida) untuk mereduksi curah hujan berlebih di wilayah hulu, sekaligus meminimalkan risiko banjir bandang susulan serta mempercepat proses penanganan darurat di wilayah terdampak lereng Gunung Slamet.
Rangkaian bencana yang dipicu oleh curah hujan ekstrem ini telah melanda empat kabupaten, yakni Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang signifikan. Di Kabupaten Purbalingga, banjir bandang menerjang Kecamatan Rembang dan Karangreja yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan terputusnya akses jembatan Kali Bambangan, sementara di Kabupaten Pemalang, banjir bandang serupa juga merenggut satu nyawa dan memaksa ratusan warga di Kecamatan Pulosari untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Dampak serius juga dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Brebes, di mana hujan lebat memicu tanah longsor yang menghanyutkan sembilan unit rumah serta menutup jaringan listrik dan akses jalan provinsi. Sementara itu, di kawasan wisata Guci Kabupaten Tegal, banjir bandang kembali melanda aliran Sungai Gung yang menyebabkan kerusakan pada sarana wisata seperti Jembatan Jedor dan area Pancuran 13, sehingga memaksa pihak berwenang menutup sementara seluruh aktivitas wisata di lokasi tersebut guna menjamin keselamatan pengunjung.
Melalui hasil kaji cepat dan analisis forensik, BNPB mengidentifikasi bahwa karakteristik lereng Gunung Slamet yang curam menjadi faktor utama cepatnya respons hidrologi yang memicu aliran muatan sedimen tinggi saat hujan ekstrem melanda. Oleh karena itu, selain menjalankan operasi modifikasi cuaca, BNPB bersama pemerintah daerah tengah mengupayakan penguatan pengelolaan daerah aliran sungai secara terpadu, termasuk rencana pemasangan jembatan Bailey untuk memulihkan aksesibilitas wilayah yang terisolasi.
Pemerintah melalui BNPB terus mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang alur sungai lereng Gunung Slamet untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Kepatuhan terhadap sistem peringatan dini dan arahan petugas di lapangan menjadi faktor krusial dalam mengurangi risiko dampak bencana, mengingat kondisi cuaca di sebagian besar wilayah terdampak saat ini terpantau masih sering mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. (Redaksi)










