close
Hukum & KriminalSosial Budaya

Masih ada makanan kadaluarsa dijual di Pekalongan

makanan kadaluarsa
Monitoring tim gabungan menemukan makanan kadaluarsa dijual di beberapa minimarket di Pekalongan

Kajen, Wartadesa. – Masih didapati makanan kadaluarsa (expired) yang dijual di toko modern (supermarket) di Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut terungkap saat petugas gabungan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Pekalongan, Sat Intelkam dan Sat Reskrim Polres Pekalongan melakukan monitoring di beberapa toko modern di wilayah tersebut, Rabu (13/02).

Monitoring yang menyisir minimarket di bilangan Kecamatan Kedungwuni, Wonopringgo dan juga Karanganyar menemukan makanan kadaluarsa dan makanan ringan yang disinyalir menggunakan ijin POM palsu.

Hadir dalam kegiatan tersebut dari Disperindag Dewi Fabanyo (selaku ketua tim), dinas kesehatan saudara Islakhul Mila, Sat Reskrim Polres Pekalongan Iptu Bambang Sutrisno dan Sat Intelkam Ipda Eko Widiyanto.

Efek Makanan Kadaluarsa

Beredarnya makanan kadaluarsa, pada umumnya warga tidak selalu cermat mengenal tanda-tanda makanan yang menggunakan bahan yang sudah kedaluwarsa.

Dilansir dari Rappler Indonesia, Pakar diet dan ahli fisiologi, dr. Grace Judio-Kahl dari klinik Lighthouse Indonesia mngungkapkan pengaruh konsumsi makanan kadaluarsa.

Menurut Grace, yang terpenting adalah memahami dulu definisi tentang tanggal kedaluwarsa. “Biasanya tanggal ini berdasarkan jangka waktu yang ditetapkan oleh produsen sebagai antisipasi penurunan kualitas makanan atau minuman yang diproduksinya,” kata Grace.

“Dalam menetapkan tanggal kedaluwarsa, suatu produsen biasanya sudah melakukan serangkaian tes, melihat dari perubahan fisik, bau dan dari jumlah bakteri yang tumbuh. Produsen akan mengambil tanggal atau menetapkan jangka waktu sebelum batas maksimal. Misalnya, jika ditemukan kualitas akan buruk sekali pada tahun kedua, maka mereka akan memilih tanggal kedaluwarsa pada tahun pertama saja sejak tanggal produksi.”

Nah, jika kualitas makanan atau minuman sudah buruk, maka efeknya akan terlihat saat itu juga. Yang paling dikhawatirkan dari makanan kedaluwarsa adalah pertumbuhan bakteri.

“Bakteri dalam makanan kedaluwarsa bisa menimbulkan efek seperti keracunan makanan, yaitu diare, demam, kejang dan muntah,” jelas Grace lebih lanjut.

Menurut Grace lagi, persis di tanggal kedaluwarsa tersebut, sebenarnya kualitas produk masih dijamin oleh produsen. Tapi setelah tanggal tersebut, kualitas sudah tidak bisa dijamin lagi.

“Tanda-tandanya bisa berupa perubahan warna, kerenyahan berkurang atau makanan makin kering. Perhatikan perubahan-perubahan tersebut jika ingin mengecek makanan atau minuman yang akan dikonsumsi. Yang harus dicatat adalah, kalau sudah ada perubahan rasa biasanya sudah ada pertumbuhan bakteri. Ini yang bisa berefek pada kesehatan tubuh.”

Tapi sebenarnya tanggal kedaluwarsa juga bukan menjadi patokan pasti sebuah produk makanan atau minuman bisa dikonsumsi dan berbahaya bagi tubuh. “Bahkan satu bulan tujuh hari setelah tanggal kedaluwarsa pun, belum tentu bakteri akan tumbuh. Tapi memang yang paling prima adalah jika dikonsumsi sebelum tanggal itu,” kata Grace.

Jika sudah melewati tanggal kedaluwarsa, selain rasa dan kualitas berkurang, bakteri akan menggunakan protein dan karbohidrat sebagai makanannya. Ini yang menyebabkan timbul gas. Efek gas tersebut membuat kemasan makanan atau minuman jadi melembung atau bisa juga keluar buih, busa, dan perubahan rasa seperti alkohol.

Yang jelas, kata Grace, efek makanan kedaluwarsa akan terjadi pada saat itu juga. Gejalanya seperti keracunan makanan, mual, muntah, diare, kejang dan demam.

“Jika tidak terjadi apa-apa di hari itu atau keesokan harinya, berarti kemungkinan makanan atau minumannya belum ada perkembangan bakteri dan masih aman dikonsumsi. Jika memang ada tanda-tanda seperti itu, penanganan medis bisa dilakukan saat itu juga. Tindakan bisa disesuaikan dengan gejala,” ungkapnya. (WD dengan penambahan sumber Rappler.com)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : makanan kadaluarsa