close
Opini

Membangun Masa Depan dari Pekerjaan Layak

WhatsApp Image 2026-09-06 at 17.53.32(1)

Oleh : Adriyan Febri Lesmna Putra

Pendahuluan

 Sebagaimana memasuki fase kehidupan dunia perkuliahan, setiap mahasiswa mulai berpikir mengenai masa depan dan dunia kerja setelah selesai menempuh pendidikan. Apakah bidang studi yang di tempuh cocok atau sesuai kebutuhan dunia kerja? Apa keterampilan/kemampuan yang perlu dikuasai agar mampu bersaing dalam dunia kerja? Apa lapangan kerja yang ada mampu menyerap lulusan setiap tahun lulusan perguruan tinggi? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini terlebih penting keterkaitan dunia kerja yang selalu terus berubah akibat kecanggihan teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan.

Perekonomian Indonesia menunjukkan trend perkembangan yang relatif positif. Menurut data Badan Pusat Statistik, perekonomian Indonesia tercatat tumbuh 5,11 persen selama tahun 2025 (Badan Pusat Statistik, 2026a). Pada bulan Februari 2026, tercatat ada 147,67 juta orang penduduk yang bekerja, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka di level 4,68 persen (Badan Pusat Statistik, 2026b). Dari data tersebut, menunjukkan perekonomian Indonesia dan penyerapan tenaga kerja Indonesia berpolarisasi positif. Namun, keterkaitan permasalahan ketenagakerjaan tetap memerlukan perhatian serius.

Permasalahan dunia kerja tidak hanya terbatas di angka pengangguran. Namun, permasalahan dunia kerja terkait kualitas pekerjaan. Bagian masyarakat tetap menghuni lapangan pekerjaan informal dengan pendapatan yang tidak selalu menjamin kestabilan, sementara perlindungan sosial terbatas dan kemampuan seseorgon di dunia kerja jauh lebih terbatas. Disisi lain, ketimpangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja tetap jadi tantangan. Seseorgon mungkin lulus tetapi belum tentu mampu bercakap-cakap, memakai teknologi digital, bercolaborasi, kreatif dan menyelesaikan permasalahan.

Hal ini menunjukkan kebutuhan SDGs Tujan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Tujuan ini bukan sekadar memerhatikan pertumbuhan ekonomi, tetapi  memastikan pekerjaan layak yang produktif, aman, adil, inclusive sekaligus kesempatan setara yang ada bagi semua orang. United Nations (2015) menguraikan tujuan ke 8 digerakkan mengimbuh pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja produktif, sekaligus pekerjaan layak yang ada bagi semua orang.

Pekerjaan Layak di Tengah Perubahan

Pertumbuhan ekonomi bukan hanya diukur di angka. Pertumbuhan ekonomi mesti menghasilkan kesejahteraan masyarakat, lapangan kerja, kenaikkan pendapatan, keseimbangan kesenjangan, serta perlindungan bagi pekerja. Pertumbuhan ekonomi tanpa peningkatan kualitas pekerjaan justru berisiko menggabungkan kesejahteraan yang tidak merata.

Pekerjaan layak meliputi pekerjaan produktif, pekerjaan yang memberi pendapatan adil, perluasan keamanan di tempat kerja, perlindungan sosial, sekaligus kesempatan adil bagi setiap orang. International Labour Organization (2025) menguraikan pekeraan layak terkait kemampuan memperoleh pekeraan produktif, hak pekerja, perlindungan sosial, dialog sosial.

Dengan demikian, pekeraan layak bukan pekeraan sekarang aja. Pekerjaan layak diartikan pekerjaan yang memungkinkan seseorgon memenuhi kebutuhan hidup, merencanakan masa depan, mengasah kemampuan, sekaligus diayomi adil. Pekeraan tiada keastian, kepuasan pendapatan, dan perlindungan sosial, seseorgon justru tetap dalam kondisi rentan walaupun bekerja.

Kementerian PPN/Bappenas (2020) memutuskan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi jadi bagian penting pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Artinya, pembangunan dihindari hanya menekan peningkatan produksi dan investasi, tetapi perlu memperhatikan kualitas tenaga kerja, pemerataan kesempatan kerja, perlindungan pekerja sekaligus perekonomian yang tumbuh berkelanjutan. Pertumbuhan teknologi jauh lebih menawarkan peluang sekaligus tantangan.

Kecerdasan buatan mampu menunjang pekerjaan manusia mengolah data, menelorkan desain, merancang strategi pasaran, sekaligus meningkatkan produktivitas. Namun, teknologi jauh lebih mengurangi kebutuhan pekerjaan rutin. Maka, mahasiswa bukan sekadar melangkaukan di belakang raihan angka dan ijazah. Mahasiswa mesti mempunyai kapasitas berupaya terus belajar, beradaptasi di tengah pertumbuhan teknologi.

Kemampuan teknis tentu diwajibkan, tetapi bukan solo berdiri sendiri. Dunia kerja butuh kemampuan berpikir kritis, bercakap-cakap, kreatif, berkolaborasi, kedisiplinan, sekaligus integritas. Mahasiswa mampu menggabungkan kompetensi sesuai bidang studi sekaligus keterampilan teknologi digital mampu diwujudkan kepeluangan melebih besar diwujudkan pekerjaan layak. Konsepsuanya, mahasiswa yang gak berupaya  memperbaharui keterampilan justru bepat riskan mengalami kesusahan mengekor pertumbuhan kebutuhan dunia kerja.

Tantangan aniaya, kesenjangan akses. Tidasemua orang memperoleh kesempatan serupa diwujudkan pendidikan berkualitas, pelatihan, peralatan teknologi, jaringan. Pelaku usaha mikro, kecil, menengah selaga mengalami rintangan memanfaatkan teknologi digital, menangkat mutu produk, sekaligus melebarkan pasaran. Jika dibiarkan, pertumbuhan perekonomi justru memperlebar kesenjangan di antarabagian yang punya akses dan di antarabagian yang jadi tertinggal.

Peran Mahasiswa

 Mahasiswa diwajibkan posisi kusam, karena merupakan calon tenaga kerja profesional sekaligus bagian masyarakat. Mahasiswa tidak mesti jadi penerima pasif pertumbuhan perekonomian, sekaligus perlu ikut menyelesaikan permasalahan sosial sekaligus tenaga kerja.

Pertama, peningkatan kompetensi diri. Menempuh pendidikan, mahasiswa mampu

mengikuti pelatihan, sertifikasi, seminarya, pratik kerja, kompetisi, kegiatan organisasi, proyek berduet. Beragam kegiatan memudah kan mahasiswa menautkan teori di ruang kuliah sama kebutuhan realita dunia kerja.

Mahasiswa perlu membentuk portofolio. Portofolio mampu berupa proyek, tulisan, desain, penelitian sederhana, pendataan kegiatan organisasi, kegiatan sosial, hasil kerja lainta. Portofolio penting karna memperlihatkan kemampuan realita seseorgon, bukan mampu berlelakuan pendidikan asal. Dengan portofolio realita, mahasiswa bepat mampu bepat menghadapi proses rekrutmen pekerjaan sekaligus persaingan kerja.

Kedua, memanfaatkan teknologi digital beralasan. Kecerdasan buatan mampu dimanfaatkan menelorkan ide, mampu menolong analyse data, mampu menelorkan tata bahasa, mampu menangkat produktivitas kerja. Namun, pemanfaatannya mesti disertai pemeriksaan, pemahaman, sekaligus memperlihatkan gagasan sendiri. Mahasiswa tidak boleh memutuskan teknologi jadi sarana mejiplak sekaligus menggantikan proses berpikir.

Ketiga, memperbahi jiwa kewirausahan. Tidasemua mahasiswa mesti jadi wirausaha, tapi setiap mahasiswa perlu punya keberanian melihat peluang sekaligus menyelesaikan masalah. Usaha sederhana, misalnya melepak produk lokal, menyediakan jasa desain, mengelola media sosial, sekaligus menelorkan makanan inovatif mampu jadi upaya awal. Jika digerakkan bagus, usaha mahasiswa jastu tidak cuma mengalikan pendapatan, tetapi bepat potensial mengalikan lapangan kerja bagi seseorgon.

Gagsan Aksi Mahasiswa

 Sebagaimana mahasisiswa UMPP, satu aksi realistis mahasiswa mampu memutuskan membangun Program Pendampingan UMKM Berbasis Mahasiswa lingkungan kampus sekaligus sekitar. Program bepat dilaksanakan melalui organisasi mahasiswa sekaligus kelompok lintas program studi dengan melibatkan dosen, alumni, pemerintah desa, sekaligus pelaku usaha.

Pendampingan dilaksanakan melewati rancangan sederhana:

  • Membantu UMKM menciptakan identitas merek, katalog
  • Mengenalkan pemanfaatan media sosial, platform penjualan
  • Memudah kan penelorkan foto produk lebih
  • Mengajarkan pencatata pemasukan pengeluaran
  • Mendampingi evaluasi harga, kemasan, kualitas produk, pelayan
  • Membantu UMKM memahami strategi promosi digital sesuai target

Program melindungkan manfaat 2 pihak. Pelaku UMKM memperoleh dukungan

menangkat produktivitas sekaligus melebarkan pasar, sekaligus mahasiswa diperoleh pendirian menerapkan ilmu menyelesaikan persoalan ekonomi masyarakat. Gagsan terkait SDGs Tujuan 8 mengundang produktivitas, kewirausahan, inovasi, sekaligus memperkuat usaha mikro, kecil, menegah (United Nations, 2015).

Melengkapi pendampingan UMKM, mahasiswa mampu membentuk Komunitas

Persiapan Kerja lingkungan kampus. Komunitas mampu melaksanakan kelas susunan curriculum vitae, simulasi wawancara kerja, pelatihan keterampilan digital, diskusi profesi, sekaligus memperbagian informasi terkait magang, pelatihan, sertifikasi.

Kegiatan bepat mampu menolong mahasiswa persiapan diri mampu bepat terpandu sekaligus diwujudkan memasuk dunia kerja. Mahasiswa perlu membangun budaya kerja menekan kejujuran, tanggug jawab, disiplin, sekaligus respect sesama. Pekerjaan layak bukan tugas muncul pemerintah sekaligus perusahaan. Tenaga kerja calon pun perlu punya sikap profesional. Di masa depan, kala jadi pimpinan, wirausaha, sekaligus pelaku kebijakan, mahasiswa mesti membentuk lingkungan pekerjaan aman, adil, inklusi, sekaligus respect hak pekerja.

Penutup

Pekerjaan layak sekaligus pertumbuhan ekonomi jadi dua hal sambung-melambung. Pertumbuhan ekonimi perlu mengalikan pekerjaan produktif, aman, sekaligus bermartabat. Sebaliknya pekerjaan layak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesengang, sekaligus memperkuat perekonomian nasional. Olehnya, SDGs Tujuan 8 memiliki hubungan ramping keterkaitan cita-cita wujudkan Indonesia Emas 2045.

Mahasiswa UMPP mampu mengambil peran melalui peningkatan kompetensi diri, memanfaatkan teknologi digital beralasan, pengembangan kewirausahan, pendampingan UMKM, sekaligus kegiatan pengabdian masyarakat. Peran mesti dimulai sederhana, tetapi bakal memberikan dampak lebih apabila diwujudkan konsekuent sekaligus berkelanjutan.

Referensi

 Badan Pusat Statistik. 2026a. Ekonomi Indonesia Tahun 2025 Tumbuh 5,11 Persen. Siaran Pers Nomor 14/02/Th. XXIX, 5 Februari 2026. Jakarta: Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.

Badan Pusat Statistik. 2026b. Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2026.

Berita Resmi Statistik, 5 Mei 2026. Jakarta: Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.

International Labour Organization. 2025. Decent Work: The ILO’s Approach to Productive Employment, Rights at Work, Social Protection, and Social Dialogue. Geneva: International Labour Office.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2020. Metadata Edisi II Pilar Pembangunan Ekonomi: Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals. Jakarta: Kementerian PPN/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

United Nations. 2015. Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. Resolution Adopted by the General Assembly on 25 September 2015. New York: United Nations.

United Nations Department of Economic and Social Affairs. 2023. The Sustainable

Development Goals Report: Goal 8—Decent Work and Economic Growth. New York: United Nations Department of Economic and Social Affairs.

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi S1 Manajemen Universitas: Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Terkait
Seleksi kades memihak bakal calon dari kalangan birokrat

Kabupaten Pekalongan kembali akan memasuki musim Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Sebagai payung hukum, Pilkades serentak tahun ini tetap memakai Peraturan Read more

Mengusung pemimpin warga, perlukah?

Pertarungan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Pekalongan 2020, diperkirakan dipenuhi dengan 3L, alias Lu lagi, Lu lagi, Lu Read more

Ironi Batik Pekalongan: Produk asli yang dibenci masyarakat Pekalongan sendiri

Oleh: Muhammad Arsyad, mahasiswa  IAIN Pekalongan Menjamurnya industri batik pekalongan, membuat derasnya limbah yang terbuang ke sungai. Alhasil, sungai di Read more

Janji Bupati bukan janji Joni dalam cerita komedi

Penulis : Cholis Setiawan Pilkades telah usai, tetapi masih menyisakan persoalan yang cukup pelik dan berpotensi kisruh jelang pelantikan, hal Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : pekerjaan layakumpp