Pemalang, Wartadesa. – Bagi pecinta kicau mania di Kabupaten Pemalang, Pasar Burung Pemalang yang berada di depan pasar pagi, tentu sudah tidak asing lagi. Tempat ini menjadi surga bagi pecinta burung di wilayah Pemalang, Pekalongan, Tegal dan sekitarnya.
Pasar yang buka tiap hari, mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB ini juga menjadi rujukan utama pecinta burung dari berbagai wilayah di kecamatan Pemalang.
Sebagai surganya para pecinta burung. Penikmat, pecinta kicau mania dapat menemukan beragam jenis burung, seperti Kacer, Kenari, Murai Batu, Anis Bata, Cucak Ijo, Perkutut. Bahkan para pedagang menyediakan berbagai jenis sangkar burung dan siap melayani konsultasi perawatan burung.
Salah seorang pecinta kicau mania, Tarno, warga Comal yang ditemui Warta Desa mengungkapkan dia tiap dua hari sekali datang ke pasar tersebut. “Ya mas … Saya hampir tiap dua hari sekali ke sini untuk beli pakan dan konsultasi ke para pedagang burung di sini.” Ujar tarno, Sabtu (08/12).
Sayang, ramainya pasar burung dengan banyaknya pecinta kicau mania yang datang untuk melakukan transaksi jual beli maupun konsultasi tersebut, belum diimbangi dengan sarana dan prasarana yang nyaman. Jalan pada area pasar becek saat hujan. Selain itu penataan pedagang belum tertata rapi karena lokasi yang sempit dan fasilitas pasar yang tidak memadai.
Keluhan tersebut diungkapkan oleh Tarno, dia berharap agar Pemerintah Kabupaten Pemalang, memperhatikan kondisi Pasar Burung Pemalang. “Seharusnya, pemerintah setempat segera menata para pedangang mas … Selain itu juga pasar sangat sempit dan kalau hujan … becek, jadi pengunjung pasar burung kurang nyaman.” Lanjutnya.
Pedagang Pasar Burung Pemalang pun mengiyakan, “Keinginan pedagang supaya direnovasi dan menjadi nyaman untuk berdagang … kita nyaman berjualan … pembelipun nyaman saat melihat-lihat burung kesayangan mereka,” tutur Suharyono, salah seorang pedagang.
Fahmi, pedagang lainnya mengungkapkan hal senada, “semoga pihak Pemkab Pemalang bisa segera merenovasi dan memperluas pasar burung kebanggaan masyarakat Pemalang ini,” pungkasnya. (Eky Diantara)










