close
LingkunganPendidikan

Menuju Adiwiyata Mandiri, SMAN 1 Sukorejo dan Garda Prau Hijaukan Lereng Gunung Prau dengan Ribuan Bibit Alpukat

IMG-20251215-WA0009

WARTA DESA,KENDAL – Sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan lingkungan dan menuju predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri, SMA Negeri 1 Sukorejo, Kendal, menggelar kegiatan konservasi bertajuk “Reboisasi Lereng Gunung Prau Menuju Adiwiyata Mandiri” pada Senin, 15 Desember 2025. Aksi penanaman pohon ini dipusatkan di lahan pertanian warga di Desa Genting Gunung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal.

​Kegiatan reboisasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata untuk menunda kerusakan alam, sejalan dengan perintah dalam Kitab Suci agar manusia menjadi khalifah yang menjaga dan merawat bumi untuk keberlanjutan generasi mendatang. SMAN 1 Sukorejo, yang telah berpredikat Sekolah Adiwiyata Nasional, menggandeng Komunitas Lingkungan Garda Prau Indonesia untuk memastikan efektivitas penanaman.

Fokus pada Lahan Pertanian Curam dan Pilihan Komoditas Ramah Lingkungan

​Pemilihan lokasi di lereng Gunung Prau didasari oleh posisi SMAN 1 Sukorejo yang berada di kaki gunung tersebut, menjadikannya bentuk pengabdian yang paling tepat. Meskipun kondisi hutan di lereng Prau wilayah Kendal masih tergolong baik, perhatian difokuskan pada lahan pertanian warga yang kini didominasi oleh tanaman musiman seperti tembakau dan sayuran.

​Lahan-lahan curam yang terbuka tanpa tanaman tegakan (penyeimbang) menimbulkan kekhawatiran akan tingginya erosi, yang dapat menyumbang sedimentasi ke daerah hilir serta mengancam sumber mata air, longsor, dan banjir bandang.

​Menariknya, jenis tanaman yang dipilih dalam reboisasi ini adalah alpukat. Keputusan ini didasari oleh tren positif di kalangan petani lereng Prau selama empat tahun terakhir yang mulai mengganti komoditas lama mereka dengan tanaman buah.

​”Tanaman alpukat menjadi harapan cerah warga lereng Gunung Prau. Harga jual yang stabil, pasar yang terbuka lebar, dan biaya perawatan yang tidak terlalu tinggi menjadikan alpukat semakin diminati masyarakat petani,” demikian laporan dari pihak sekolah.

Metode Tanam Bertahap Melibatkan Petani

​Guna memastikan bibit yang ditanam dapat bertahan hidup dan memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini menerapkan metode tanam bertahap dengan melibatkan petani secara langsung. Diharapkan, proses penanaman yang baik ini tidak hanya berfungsi sebagai konservasi tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi petani melalui hasil buah alpukat di masa mendatang.

​Kegiatan reboisasi berjalan lancar dan diterima dengan baik, bahkan dibuka langsung oleh Kepala Desa Gentinggunung, Rudi Darmawan, yang menyambut baik inisiatif SMAN 1 Sukorejo dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. (Andi Gunawan)

Terkait
Agak risih sih dengernya, tapi ….

Wonopringgo, Wartadesa. - Agak risih juga sih dengernya, disebutin organ reproduksi, trus masa-masa remaja ... kadang mimpi basah, tapi karena Read more

Warga sambut baik kegiatan praktik manasik haji SMPN 01 Pekalongan

Pekalongan, Wartadesa. - Tidak kurang 600 peserta praktik manasik haji memadati komplek Islamic Centre Kota Pekalongan, Kompleks Pondok Pesantren Modern Al-Qur'an, Read more

Awas penipuan berkedok pengiriman data guru

Pekalongan, Wartadesa. Hati-hati terhadap email yang dikirim dari Hamid Muhammad dengan alamat email humasdikdasmen@gmail.com, email  berupa permintaan data guru dan Read more

Pensiunan guru diduga jadi korban pembunuhan

Kesesi, Wartadesa. - Sumarti  (60), pensiunan guru yang tinggal di desa Sidosari rt 04/02 Kec. Kesesi Kab. Pekalongan, diduga menjadi korban Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : adiwiyatasman 1 sukorejo