close
warga miskin pemalang
Gubuk Marwiah

Pemalang, Wartadesa.– Sungguh miris melihat nasib Marwiah(59) dan Madirin(48),  pasangan suami-istri ini hidup penuh kekurangan bahkan mereka tinggal disebuah gubuk tua. Disaat pemerintah pusat sedang menggalakan pembangunan nasional dan bantuan ke masyarakat, Marwiyah malah belum mendapatkan bantuan.

Saat disambangi kontributor Warta Desa, kondisi rumah Marwiah di Dukuh Bantakan Rt. 02/01 Desa Susukan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang ini sungguh memprihatinkan. Pasangan suami istri (pasutri) ini tinggal di sebuah gubuk tidak layak huni berukuran 3 x 8 meter.

Guguk sederhana berlantai tanah dan beratap rumbia (jawa=welit) ini sebagian memakai genteng dengan dinding rumah menggunakan anyaman bambu (jawa=gedhek). Saat hujan, bocor disana-sini, hampir seluruh rumah.

Marwiah mengungkapkan bahwa dirinya hanya mendapat bantuan raskin dua liter perbulan. “kulo namung angsal bantuan raskin, niku mawon kenten kalih liter perbulan.  Riyen terose saking deso bade wonten bantuan, nggeh sampun difoto (rumahnya) tapi dugi sakniki dereng wenten kejelasan,”  Tuturnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh Suminah selaku adik dari Marwiah. “Kolo riyen nggeh sampun di takenake teng pak bayan, tapi nggeh niku dereng wenten kabar saking pusat terose” Tutur suminah.

Keseharian Marwiyah yang hanya pedagang kecil-kecilan di Pasar Bantakan, penghasilannya pas-pasan, bahkan boleh dibilang kurang. Untuk menutupi kebutuhannya, dia bersama suaminya bekerja sebagai buruh serabutan. Untuk makan sehari-hari saja kekurangan.

Kondisi rumahnya yang tidak layak huni dan bocor disana-sini saat hujan, membuat dia berharap ada bantuan untuk rehabilitasi rumahnya.  (Eky Diantara)

Tags : gubuk tua