Pekalongan, Wartadesa. – Musyawarah Wilayah Nasyi’atul Aisyiyah (Muswil NA) XIII Jawa Tengah digelar hari ini di SMK Muhammadiyah Kota Pekalongan. Kota Pekalongan ditunjuk Pimpinan Wilayah (PW) NA sebagai penyelenggara kegiatan lima tahunan ini.

Muswil yang digelar selama tiga hari, Selasa-Kamis (20-22/12) ini dijadikan tonggak bagi kebangkitan perempuan-perempuan muda Pekalongan yang berjuang untuk syi’ar Islam. Demikian disampaikan oleh Tri Bagus Prasetyo, Panitia Pelaksana ketika diwawancarai Wartadesa.
“Muswil NA ini merupakan ajang kebangkitan Nasyi’atul Aisyiyah di Kota Pekalongan. Respon warga Pekalongan yang positif, diharapkan paska kegiatan ini muncul ranting-ranting baru di Kota Pekalongan.” Ujar Bagus.
Meskipun lokasi Muswil baru saja terkena rob, namun panitia mampu menyulap arena musyawarah demikian mewah. “Persiapan muswil kali ini kami mengerahkan banyak panitia karena kondisi lingkungan yang becek akibat rob. Becek kita tutup dengan lempeng, bocor ditutup dengan terpal,” lanjut Bagus.
Saat ditanya apakah suasana pemilihan Ketua NA yang baru akan panas, Bagus menjawab, “Tidak ada yang memperebutkan ketua, pengalaman selama ini tidak ada yang mencalonkan diri, tidak laku kalo mencalonkan diri, pasti mereka dicalonkan. Tiap daerah mengusulkan sembilan orang untuk dicalonkan sebagai pimpinan. Selanjutnya mereka dipilih dalam sidang pleno.” Ujarnya.
Bagus menambahkan bahwa agenda acara hari ini adalah, pembukaan, dilanjutkan dengan seminar, dan sidang pleno hingga malam hari. “Acara pemilihan Pimpinan Wilayah (PW) NA akan digelar hari kedua (Rabu, 21/12 -red.), hari terakhir pengumuman Pimpinan NA sekaligus upacara penutupan,” ujarnya.
Dari pantauan di lapangan, selain kegiatan Muswil, panitia juga menyediakan 27 stand bazar untuk meramaikan kegiatan ini. “Kami menyediakan 27 stand bazar, bahkan masih banyak permintaan stand dari peserta saat ini. Ini merupakan rekor stand bazar terbesar selama penyelenggaraan Muswil.” Tutup Bagus. ***(Bono)










