Kedungwuni, Wartadesa. – Sejak pukul 07.00 wib puluhan orang tua dan siswa Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan sudah memenuhi ruang tunggu Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Kedungwuni untuk melakukan pembukaan rekening dan pengambilan uang Beasiswa Siswa Miskin (BSM), Kartu Indonesia Pintar (PIP).
Semakin siang, jumlah orang tua dan siswa yang mengantri di ruang tunggu makin banyak. Wartadesa yang berada di lokasi, sempat mewawancarai salah seorang ibu, Rohmawati, salah seorang warga Paesan Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Selasa (15/8).
Rohmawati mengungkapkan bahwa saat ini pengambilan dana BSM dinilai ribet. “Sebelumnya saya ambil di Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Kedungwuni, secara kolektif. Tidak perlu antri seperti ini. Tinggal perwakilan masing-masing sekolah saja, kemudian orang tua tinggal ambil,” ujar ibu yang anaknya duduk di kelas enam di salah satu SD Negeri di Kedungwuni.
Menurutnya, saat ini, untuk mengurus pencairan dana BSM, orang tua beserta putra-putrinya yang masih sekolah, harus hadir di kantor bank. Dengan membawa berkas surat pengantar dari sekolah, fotokopi kartu keluarga, fotokopi identitas (KTP), fotokopi Kartu Indonesia Pintar (KIP). Berkas tersebut kemudian diserahkan ke bagian costumer service untuk selanjutnya menunggu antrian dibuatkan buku tabungan. Baru setelah buku tabungan jadi, langsung bisa dicairkan ke bagian teller.
Agus Yanto, salah seorang warga Capgawen, yang putranya duduk di SMP Negeri 01 Kedungwuni mengaku sudah datang sejak pukul 07.00 wib, untuk mencairkan dana BSM.
Dari pantauan wartadesa hingga pukul 09.00 wib, puluhan siswa SD Negeri dan SMP Negeri di Kecamatan Kedungwuni, ikut antri membuat buku tabungan. Hal tersebut, menurut Agus, berdampak pada siswa-siswi yang harus ijin tidak masuk sekolah.
“Paginya masuk sekolah dulu, kemudian langsung minta ijin ke pihak sekolah, mas. Kasihan, kalau seluruh siswa yang dapat beasiswa harus meninggalkan pelajaran sekolah, bayangkan berapa banyak siswa SD dan SMP se Kabupaten Pekalongan, kalau harus meninggalkan pelajaran,” tutur Agus.
Sementara salah seorang perwakilan guru dari SMP Muhammadiyah Pekajangan yang ada di lokasi mengungkapkan bahwa pihaknya datang ke BRI Unit Kedungwuni untuk menanyakan proses pengambilan dana BSM.
“Kami datang, hanya untuk menanyakan proses pengambilan dana BSM. Ternyata diurus oleh orang tua dan siswa masing-masing,” ujar guru tersebut. (WD)










