close
Hukum & Kriminal

Penyiram air keras di Silirejo ditangkap

bolot

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Ruslam alias Bolot (32), warga Desa Pandanarum, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pelaku penyiraman air keras istri dan mertua di Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, akhirnya berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian, setelah sempat buron lebih dari satu bulan.

Ruslam merupakan pelaku penyiraman air keras kepada IPR (32) istri tersangka dan K (42) mertua perempuan pada Selasa (18/06) lalu.

Kapolresta Pekalongan, AKBP Ferry Sandy Sitepu dalam ekspos kasus di aula Mapolresta, Rabu (31/07) mengatakan bahwa   motif dari penyiraman air keras tersebut lantaran tersangka tidak mau digugat cerai oleh korban.

Tersangka mengaku selepas menyiram air keras, dia melarikan diri ke Jakarta selama satu pekan, kemudian ke Balikpapan, Kalimantan Timur selama satu pekan. Setelah dari Balikpapan, ia kembali ke Jakarta selama sepuluh hari. Hingga akhirnya Bolot ditangkap oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Pekalongan Kota.

“Saya ke Jakarta, kemudian ke Kalimantan, lalu ke Jakarta lagi. Di sana saya tinggal di rumah teman saya, kerja jadi buruh jahit,” ujar Bolot.

Bolot mengaku bahwa perbuatannya sudah ia rencanakan sejak lama. Ia mengatakan, mendapatkan air keras di toko batik sejak beberapa minggu sebelumnya, kemudian air keras tersebut ia simpan dan disembunyikan di semak-semak dekat rumah istrinya di Silirejo.

Aksi nekat penyiraman air keras tersebut dilakukan Bolot lantaran sangat kesal atas gugatan cerai yang dilakukan oleh istrinya. Beberapa kali sidang cerai di Pengadilan Agama, sang istri tetap meminta cerai kepada pria yang pernah dinjara dua tahun lantaran pencurian motor tersebut.

Pada Selasa (18/06) sekitar pukul 10.00 WIB, Bolot mendatangi rumah korban dan mengambil air keras yang telah disiapkannya. Saat kedua korban berada di teras rumah, Bolot langsung menyiramkan air keras ke arah istrinya dua kali dan kearah mertua perempuannya satu kali.

Akibat perbuatan Bolot, kedua korban mengalami luka bakar serius pada bagian wajah, tangan, dan beberapa bagian tubuh lainnya dan harus dirawat di rumah sakit.

Selain menangkap tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa kaleng bekas isi air keras, antara lain beberapa pakaian korban bekas kena air keras, tas korban, dan beberapa barang bukti lainnya.

Perbuatan tersangka tersebut akan dijerat dengan Pasal 44 ayat (2) dan Pasal 44 ayat (1) UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.  (Eva Abdullah)

 

Terkait
Banyak kasus kekerasan seksual tak dilaporkan

Batang, Wartadesa. - Angka kekerasan seksual di Kabupaten Batang masih mendominasi dari sejumlah kasus yang dilaporkan warga. Menurut Kabid Pemberdayaan Read more

Siram air keras, Bolot divonis 10 tahun kurungan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Ruslam alias Bolot (32), warga Desa Pandanarum, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pelaku penyiraman air keras  kepada Read more

Rendah kesadaran melapor kasus kekerasan perempuan, perlindungan tidak maksimal

Batang, Wartadesa. - Kasus kekerasan terhadap perempuan di Batang pada Tahun 2018 menurut Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Read more

Perempuan jangan enggan laporkan KDRT

Ilustrasi: Perempuan diharapkan tidak enggan melaporkan kekerasan dalam rumah tangga, demikian disampaikan Ketua Fatayat NU Lumajang Read more

Tags : bolotkdrtpenyiram air keras