WARTA DESA, PEKALONGAN – Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) terus berkomitmen memperkuat nilai-nilai dasar kampus melalui Kajian Rutin Bulanan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Kegiatan yang ditujukan bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) ini digelar pada Jumat, 26 Desember 2025, bertempat di Ruang Theater Lantai 7 Gedung Rektorat UMPP.
Hadir sebagai narasumber utama, Drs. KH. Jumari, M.Pd., yang merupakan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. Kajian ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana pembinaan spiritual dan penyatuan visi bagi seluruh sivitas akademika.
Pesan Utama: Meluruskan Orientasi Hidup
Dalam paparannya, KH. Jumari memberikan penekanan pada tiga poin penting bagi para pejuang pendidikan di lingkungan Muhammadiyah:
- Menata Niat: Beliau mengingatkan agar setiap individu tidak terjebak pada sikap bermegah-megahan duniawi. Orientasi hidup harus dikembalikan pada tujuan utama sebagai hamba Allah.
- Iman dan Kepedulian Sosial: Keimanan tidak boleh berhenti pada keyakinan pribadi, melainkan harus nyata dalam bentuk kepedulian terhadap rekan kerja, lingkungan kampus, dan masyarakat luas.
- Kekuatan Keikhlasan: Menjadikan pekerjaan di kampus sebagai ladang ibadah. Dengan ikhlas, setiap aktivitas akan membawa kebermanfaatan yang lebih luas.
Membangun Budaya Kampus yang Seimbang
Melalui kajian ini, UMPP berharap dapat menumbuhkan budaya kerja yang seimbang antara prestasi akademik dan akhlak mulia. Nilai-nilai AIK diharapkan tidak hanya menjadi wacana dalam forum, tetapi tercermin dalam etos kerja dan interaksi sehari-hari di lingkungan kampus.
Harapan ke Depan
KH. Jumari menegaskan bahwa kegiatan ini adalah ruh bagi perguruan tinggi Muhammadiyah untuk menjaga nilai “Islam Berkemajuan”. Beliau berharap kajian rutin ini dapat dikemas lebih menarik di masa mendatang agar semakin relevan dengan tantangan keseharian sivitas akademika.
“Kegiatan ini menjadi upaya membangun kesatuan visi dalam mengamalkan nilai-nilai Islam berkemajuan di lingkungan perguruan tinggi,” pungkasnya. (Davina Zafa)










