Pekalongan Kota, Wartadesa. – Pondok pesantren Al-Mubarok Medono Kota Pekalongan menggelar pesantren kilat bersama habaib dan ulama, selama Ramadhan 1438 H ini.
Pesantren kilat yang digelar dalam rangka memperkuat paham ahli sunnah wal jama’ah (Aswaja) dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesantren yang dipimpin oleh KH. Zakaria Ansor ini secara rutin menggelar pesantren kilat tiap bulan Ramadhan. “Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diikuti oleh santri dan masyarakat Pekalongan dan sekitarnya.” Tutur KH. Zakaria.
Pesantren kilat yang dimulai dari sholat isya berjama’ah, dilanjutkan dengan sholat tarawih ini pada sesi pertama diisi dengan pembacaan kitab Al Hujjah Ahlussunah Waljama’ah, karya KH. Ali Maksum.
Pada sesi kedua, materi pesantren kilat diisi dengan materi penguatan Aswaja dengan mengadopsi gaya seminar di kampus-kampus. Beberapa pemateri dari dosen IAIN Pekalongan, kyai dan habaib secara bergantian mengisi acara tersebut.
Peserta pesantren kilat yang berhasil ditemui Wartadesa mengungkapkan bahwa acara tersebut sangat penting, mengingat paham Aswaja menjadi benteng bagi gerakan ekstrim.
“Pesantren kilat semacam ini, sangatlah penting untuk penguatan Aswaja. Agar tidak menjadi muslim yang ekstrim seperti yang kita lihat akhir-akhir ini. Juga untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap Pancasila dan NKRI,” Ujar Mufti Zamani, peserta dari Pondok Pesantren Nurul Qur’an Podo Kecamatan Kedungwuni Kab. Pekalongan.
Acara pesantren kilat ini akan ditutup dengan materi khusus dari Habib Luthfi bin Ali bin Yahya. (Bono)










