Wiradesa, Wartadesa. – Pordes Zona Utara Babak 16 Besar antara Tim Sepakbola dari Desa Karanganyar Tirto melawan Tim Sepakbola Desa Dadirejo (Gandu) Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan berlangsung ricuh dimenit ke-75, Kamis (23/3). Kericuhan dipicu oleh kesalah-pahaman antara suporter dan wasit pertandingan bola antar desa tersebut. Suporter tim Desa Dadirejo menganggap pertandingan yang digelar di lapangan bola Desa Ketandan/Wiradesa ini terjadi pelanggaran namun diabaikan oleh wasit.
Suporter dari Desa Dadirejo masuk ke arena pertandingan dan memukul wasit pertandingan. “Kejadiane suporter Dadirejo pada menit 75 terjadi pelanggaran tapi wasit menganggap tidak ada pelanggaran…dan satu suporter masuk lapangan dan melakukan pemukulan terhadap wasit,” ucap Hamam Triadi, penonton pertandingan yang tinggal di Desa Kepatihan.
Suporter tim Desa Dadirejo kemudian mengepung wasit untuk menuntut pertandingan ulang. Namun hingga hari ini, Jum’at (24/3) Hamam Triadi belum memperoleh informasi apakah panitia Lawan Tanding (LT) menyetujui dilakukan pertandingan ulang antara PS Dadirejo melawan PS Karanganyar.
Sementara itu melalui laman media sosial LT, pertandingan sebelumnya antara PS Desa Sidorejo melawan PS Desa Api-Api juga terjadi kericuhan. Pertandingan yang digelar pada Selasa (21/3) tersebut dianggap sebagai kejadian luar biasa dan panitia LT memberikan sanksi kepada Tim Sidorejo dan Tim Api-Api sebagai berikut,
Jika terjadi perkelahian baik di dalam maupun di luar pertandingan, akan dikenakan sanksi sebagai berikut:
1) Perkelahian perorangan (melibatkan 2 orang) maka kedua pemain tersebut akan dikeluarkan dari turnamen dan tidak diperkenankan mengikuti LT Zona Utara 2017 beriktunya.
2) Perkelahian massal (melibatkan lebih dari 2 orang) maka kedua team tersebut akan dikeluarkan dari turnamen dan tidak diperkenankan mengikuti LT Zona Utara 2017 beriktunya.
3) Pemain, official, dan supporter DILARANG KERAS menghina (secara verbal atau non verbal) wasit, panitia Lawan Tanding LT LT Zona Utara 2017 , petugas pertandingan dan anggota peserta Lawan Tanding LT Zona Utara 2017 lainnya. Pelanggaran pasal ini dikenakan sanksi dikeluarkan dari turnamen dan tidak diperkenankan mengikuti LT Zona Utara 2017 berikutnya.
4) Jika terbukti supporter team membuat keonaran, maka sanksi yang dikenakan kepada team adalah dikeluarkan dari turnamen dan di denda Rp 20.000.000,-serta perkara dilimpahkan kepada yang berwajib. Kemudian team juga dilarang mengikuti turnamen LT Zona Utara 2017 tahun berikutnya .
5) Team yang terbukti melakukan manipulasi pemain akan dikeluarkan dari turnamen dan tidak diperkenankan mengikuti turnamen LT LT Zona Utara 2017 .
Hamam menambahkan bahwa kericuhan yang terjadi dalam beberapa kali pertandingan Pordes tersebut merupakan kelemana panitia LT yang belum bisa memperhitungkan massa yang hadir untuk mendukung pertandingan desa masing-masing dengan jumlah pengaman yang ada.
“Yang jelas panitia LT belum bisa memperhitungkan massa (suporter) yang mendukung dengan jumlah pengamanan …pas desaku main, jumlah tenaga keamanan ketat dan banyak … namun kemarin pas Dadirejo pengamanan agak kendor dan sedikit,” tutur Hamam.
Informasi yang kami himpun, untuk pertandingan babak berikutnya, Desa Api-Api melawan Desa Sidorejo dilakukan pertandingan ulang dengan tanpa suporter. “Tadi dari temen Sidorejo, infonya Sidorejo tetep bisa main tapi tidak boleh didukung suporter yang bawa musik. Tapi masih boleh ada penonton.” Pungkas Hamam Triadi. (Bono)










