close
Layanan PublikPendidikan

PPDB Online SMP di Pekalongan dibuka, ini yang harus diketahui

ppdb

Pekalongan, Wartadesa. –  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) daring (online) tahun pelajaran 2019/2020 tingkat SMP di Kota Pekalongan akan dibuka mulai tanggal 1 Juli 2019 dan Kabupaten Pekalongan pada 17-19 Juni 2019. Orangtua calon siswa dapat mengakeses laman situs PPDB online Kabupaten Pekalongan di https://pekalongan.siap-ppdb.com/ dan untuk Kota Pekalongan dengan mengakses laman http://ppdb.dindik.pekalongankota.go.id.

Sugiyo, Kabid Pembinaan Dikdas Dindik Kota Pekalongan mengatakan bahwa laman PPDB akan dibuka pada 1 Juli 2019 dan baru digunakan untuk pendaftaran pada 2-4 Juli 2019.

Sugiyo menambahkan kuota peserta didik baru untuk SMP Negeri sebanyak 3.104 siswa dan SMP Swasta sebanyak 1.856 dengan jumlah keseluruhan 4.960 yang diperkirakan dapat menampung lulusan SD/MI di Kota Pekalongan.

Menurut Sugiyo PPDB tahun ini masih menggunakan sistem zonasi, jalur prestasi dan jalur mutasi atau perpindahan orang tua. Pada sistem zonasi, lanjut Sugiyo,   sekolah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zonasi terdekat dari sekolah. Hal ini untuk meratakan akses mutu pendidikan, mencegah adanya diskriminasi anak yang tidak diterima sekolah karena sekolah favorit.

“Jalur dengan sistema zonasi ini maksimal 90% kemudian sebanyak 5% memalui jalur prestasi dan 5%nya lagi jalur mutasi. Siswa yang memilih jalur prestasi harus melampirkan bukti berupa sertifikat prestasi di tingkat kota, provinsi, atau nasional,” ujar Sugiyo.

Setiap calon peserta didik baru yang telah mendaftar wajib melakukan verifikasi yakni verifikasi kartu keluarga/surat keterangan domisili dari RT/RW bagi jalur zonasi, verifikasi titik koordinat /jarak calon peserta didik, serta verifikasi sertifikat atau piagam prestasi dan dokumen pendaftaran. Pungkas Sugiyo.

PPDB Kabupaten Pekalongan

Sementara itu, Subkhan, Kabid Dikdas Dindikbud Kabupaten Pekalongan mengugkapkan hal yang sama dalam PPDB online di Kota Santri.  ” PPDB dilaksanakan melalui tiga jalur, yakni zonasi dengan kuota minimal 90 persen, prestasi dengan kuota maksimal 5 persen, dan jalur perpindahan orang tua dengan kuota maksimal 5 persen. Hal ini berpedoman pada Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 dan Perbup Nomor 18 Tahun 2019 tentang PPDB tingkat TK, SD, SMP Tahun Ajaran 2019/2020.” Tuturnya.

Subkhan menambahkan satuan pendidikan Negeri tingkat TK, SD dan SMP dilarang melakukan pungutan dan atau menerima sumbangan yang terkait dengan PPDB. Bagi kepala sekolah yang melanggar aturan tersebut akan dikenakan sanksi administratif.

Menurut Subkhan, untuk jalur zonasi domisili berdasarkan alamat kartu keluarga (KK) yang diterbitkan minimal satu tahun sebelumnya. Menurutnya, KK dapat diganti dengan surat keterangan (suket) domisili dari RT/RW, kecuali untuk Tahun Ajaran 2019/2020 dapat menggunakan KK yang diterbitkan minimal enam bulan sebelumnya. Sekolah memprioritaskan peserta didik yang memiliki KK atau suket domisili sesuai dengan dalam satu wilayah kabupaten/kota yang sama dengan sekolah asal.

Untuk usia calon peserta didik sesuai dengan Kemendikbud, terang Subkhan, untuk TK 4 tahun (A) dan 5 tahun (B). Diterangkan, untuk SD usia 7 tahun diutamakan, 6 tahun bisa, dan 5,6 tahun dengan rekomendasi psikolog. “Jika sulit mendapatkan rekomendasi dari psikolog, maka rekomendasi ini bisa diperoleh dari guru bimbingan konseling atau dewan guru,” kata Subkhan.

Sedangkan untuk SMP maksimal 15 tahun dan memiliki ijazah/STTB SD. Untuk SMA/SMK maksimal 21 tahun, memiliki ijazah/STTB SMP, memiliki SHUN SMP. Lanjut Subkhan.

Jadwal PPDB untuk jenjang TK dan SD adalah sebagai berikut, pendaftaran 20-22 Juni, pengumuman 24 Juni, daftar ulang 25-26 Juni, dan mulai masuk sekolah pada 15 Juli 2019. Sementara untuk jenjang SMP, ujar Subkhan, PPDB online  17-19 Juni, pengumuman 20 Juni, daftar ulang 21-22 Juni, dan mulai masuk sekolah 15 Juli 2019.

PPDB secara offline 20-22 Juni, pengumuman 24 Juni, daftar ulang 25-26 Juni, dan mulai masuk sekolah 15 Juli 2019. Sebanyak 11 SMP di Kota Santri yang akan menerapkan PPDB online dari 63 sekolah setingkat yang ada. Kesebelas SMP yang siap dengan pendaftaran secara online ini masing-masing SMPN 1 Bojong, SMPN 1 Kajen, SMPN 1 Karanganyar, SMPN 1 Kedungwuni, SMPN 2 Kedungwuni, SMPN 1 Kesesi, SMPN 1 Sragi, SMPN 2 Sragi, SMPN 1 Tirto, SMPN 1 Wiradesa, dan SMPN 1 Wonopringgo. (Eva Abdullah)

Tags : Pekalonganppdb online

Leave a Response