Warta Desa, Pekalongan – Proyek pengaspalan jalan di Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, yang dibiayai dari dana bantuan keuangan (Bankeu) sebesar Rp200 juta, menuai sorotan. Pasalnya, belum lama selesai dikerjakan, permukaan jalan tersebut kini sudah ditumbuhi rumput di beberapa titik.

Pantauan di lapangan, kondisi jalan yang seharusnya rapi justru tampak tidak terawat. Rumput liar mulai tumbuh di celah-celah aspal, menandakan lemahnya kualitas pengerjaan atau minimnya pengawasan dalam pelaksanaannya.
Nama pekerjaan, pembangunan atau rehabilitasi sarana prasarana aspal jalan.
Lokasi Dusun karangmoncol
Volume panjang 490 m x lebar 3 m
Waktu pelaksanaan 14 hari
Anggaran 200 juta
Pelaksana CV. Putra Gunung Sagara
Salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa. “Baru selesai beberapa waktu lalu, tapi sekarang sudah tumbuh rumput. Padahal dananya besar, Rp200 juta katanya,” ujarnya, Kamis (24/7/2025).
Warga berharap pihak desa maupun instansi terkait bisa memberikan penjelasan terbuka soal kualitas proyek tersebut. Mereka menilai anggaran yang cukup besar seharusnya bisa menghasilkan jalan yang awet dan berkualitas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa Windurojo maupun pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi.
Pihak Inspektorat dan Dinas PUPR Kabupaten Pekalongan diharapkan segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan audit proyek, demi menjamin akuntabilitas penggunaan dana Bankeu tersebut. (Agung Dwi Wicaksono)










