close
Hukum & Kriminaltabligh akbar

Tabligh Akbar dan Haul KH. Muhammad Hasyim di Pemalang Ricuh, Puluhan Luka Akibat Bentrok Massa

IMG_20250724_114209

Warta Desa, PEMALANG – Kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1447 H dan Haul KH. Muhammad Hasyim di Kabupaten Pemalang pada Rabu (23/7/2025) berakhir ricuh. Acara yang menghadirkan Habib Rizieq Bin Syihab sebagai penceramah ini dihadiri sekitar 3.000 jamaah dan sejumlah pejabat daerah, namun bentrok antara massa Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Warga Islam Laskar Sabilillah (PWI LS) pecah hingga mengakibatkan puluhan orang luka-luka.

Tabligh Akbar tersebut dimulai pukul 13.00 WIB di Majlis Nurul Habib, Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, dengan agenda pembacaan maulid dan ratib, serta tausiyah oleh Habib Rizieq Bin Syihab pada pukul 15.15 WIB. Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Dandim 0711 Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif, Kapolres Pemalang AKBP Eko Sunaryo, serta pimpinan Majlis Nurul Habib Habib Ali Bin Abdurrahman Assegaf.

Dalam tausiyahnya, Habib Rizieq mengingatkan jamaah untuk menjaga agama, negara, ulama, dan habaib, serta menolak perpecahan. Ia juga menyinggung soal PKI dan menegaskan bahwa yang menolak pengajian adalah bagian dari paham tersebut.

Namun, sekitar pukul 23.19 WIB sebelum Habib Rizieq hadir di lokasi pengajian kedua di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, bentrok terjadi saat anggota PWI LS menerobos area pengajian melalui jalan tikus. Bentrok pecah di depan panggung utama, kedua massa saling pukul dengan tongkat kayu dan melempar batu. Bentrokan berlangsung dua kali dan menyebabkan sejumlah korban luka serius.

Korban luka dalam kejadian ini antara lain:

Adi (Kab. Sragen): Luka robek kepala, dirawat di RS Islam.

Khaerul Farid (Demak): Luka robek kepala, RS Siaga Medika.

Rizki Nur Fauzi (Pemalang): Tangan kanan terkilir, RS Siaga Medika.

Ahmad Warsono (Brebes): Luka robek kepala belakang, RS Siaga Medika.

Khaerul Anam (Kebumen): Luka robek kepala belakang, RS Siaga Medika.

Mahmudi (Demak): Luka robek hidung, RS Siaga Medika.

Mono (Karanganyar): Luka robek punggung, RS Siaga Medika.

Bripka Muhammad Bintoro (Polres Pemalang): Luka robek pelipis kanan, RS Siaga Medika.

Bripda Nicolas Aji Wicaksono (Polres Pemalang): Luka robek kepala belakang, RS Siaga Medika.

Pono (Karanganyar): Luka robek bibir dan jari kiri, RS Islam.

Khoerul Huda (Bumiayu): Luka, dirawat di Puskesmas Petarukan.

Analisa kejadian menyebutkan, bentrok dipicu upaya PWI LS menerobos masuk lokasi pengajian melalui jalan setapak dan menyerang penjaga FPI. Meski sempat dilakukan negosiasi pada pukul 03.00 WIB antara PWI LS, Kapolsek Petarukan, anggota BIN, dan Kesbangpol, bentrok tetap terjadi akibat provokasi saat rombongan PWI LS melintasi lokasi dan meneriaki massa FPI.

Hingga pukul 03.15 WIB, sebagian massa PWI LS masih bertahan di Masjid Ukhuwah Islamiya Desa Klareyan, Petarukan, dengan jumlah sekitar 1.100 orang, sementara massa FPI sekitar 1.000 orang.

Kesbangpol Kabupaten Pemalang dan Pekalongan bersama aparat kepolisian melakukan langkah cepat, mengevakuasi korban ke RS Siaga Medika dan RS Islam Pemalang serta mendata seluruh korban luka untuk penanganan lebih lanjut.

Pihak panitia melalui Ustad Imron menyayangkan kericuhan tersebut, mengingat acara digelar untuk memperingati Tahun Baru Islam dan Haul KH. Muhammad Hasyim dengan tujuan menambah iman dan mempererat ukhuwah umat. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : bentrok massafpiormaspwi