Pemalang, Wartadesa. – Rumah perangkat Desa Kebagusan, Kecamatan Ampelgading, Pemalang, Maesaroh dilempari batu orang tidak dikenal. Pelemparan batu tersebut terjadi kemarin pukul 04.30 WIB, hingga Maesaroh dan suaminya, Nurhasim melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
Menurut Kapolsek Ampelgading, AKP Imam Khanafi, kronologi kejadian pada pukul 03.00 WIB, Nurhasim bangun tidur, saat itu belum ada kejadian perusakan. Sekitar pukul 03.35 WIB dia berangkat ke mushola untuk sholat subuh.
Saat di mushola, Nurhasim dipanggil tetangganya, Abdurahman Hakim untuk pulang, karena rumahnya ada yang melempar batu. ”Pada pukul 04.35 Nurhasim sampai rumah dan mendapati banyak orang berkerumun dan juga ada kaca pecah akibat dilempar batu besar.” Tutur Imam Khanafi.
Didapati batu yang dilemparka ke rumah korban sebesar kepalan tangan orang dewasa. Saksi mata, Maesaroh mengungkapkan bahwa dia mendengar ada suara lemparan batu. Namun ketika dilihat tidak ada orang. Kepada polisi Maesaroh mengatakan, beberapa hari sebelum kejadian rumahnya kedatangan tamu yang mengeluarkan kata-kata bernada keras dengan tujuan agar dia mengikuti calon kepala desa seperti keinginan tamu tersebut. Kalau keinginan tidak dipenuhi, Maesaroh diancam akan diperkarakan seperti halnya perangkat desa lainnya.
Sebelumnya ada perangkat Desa Kebagusan yang diadukan ke polisi karena melakukan pungutan kepada warga yang mengurus surat-surat pembuatan akta tanah. Akibat pengaduan terasebut sejumlah perangkat diperiksa penyidik Polres Pemalang. (WD)










