close
balaidesa surobayan

Wonopringgo, Wartadesa. – Sekretaris Desa Surobayan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan telah mengembalikan kekurangan uang pembelian kursi stainless GOR ke kas desa. Demikian disampaikan oleh Pjs Kades Surobayan, Kuswono yang dikonfirmasi Senin (15/06).

“Mas Feri sudah mengembalikan dana sesuai dengan LPJ pembelian kursi untuk GOR Desa Surobayan, sudah masuk ke rekening desa,” ujar Kuswono.

Kuswono menambahkan bahwa pengembalian dana dilakukan pada Sabtu (06/06). Ia mengaku akan berkonsultasi dengan pejabat diatasnya terkait penggunaan dana yang sudah dikembalikan tersebut.

Sementara itu Ketua BPD Desa Surobayan, Riskiyanto mengaku sudah mengetahui bahwa kekurangan dana pembelian kursi tersebut sudah dikembalikan yang bersangkutan ke kas desa.

“Dah bilang sama saya (pak lurah) … uangnya sudah dikembalikan ke kas desa,  yang pertama ngomong (memberi kabar) itu pagi-pagi … itu bendahara desa, ia bilang … pak ris uangnya sudah dikembalikan 23 juta   sekian …. Terus saya tanya ke Pjs Kades, dan dibenarkan bahkan Pjs kades yang mengantar ke bank untuk ditransfer ke rekening desa,” ujar Riskiyanto, Selasa (16/06).

“Terkait langkah selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan anggota BPD lainnya,” pungkas Riskiyanto.

Diberitakan sebelumnya, Sekretasis Desa Surobayan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Feri Husni, diduga melakukan mark-up (menaikkan) harga kursi proyek perlengkapan Gedung Olahraga (Gor) desa setempat. Pengadaan kursi dengan anggaran lebih dari Rp 43 juta tersebut dibiayai anggaran Dana Desa tahun 2019 tahap tiga dengan kuantitas 100 buah dengan merk Sapporo.

Diketahuii bahwa jumlah kursi yang dibelanjakan sebelumnya, sebanyak 55 kursi yang disimpan di balaidesa dan 6 kursi yang ada di dalam gedung Gor Surobayan.

Bukti kuitansi pembelian kursi merk Sapporo yang dipegang oleh Ketua BPD desa setempat tertulis nominal Rp 13.750.000,- tertanggal 25 Februari 2020 dengan kuantitas sebanyak 55 kursi. (Tim Liputan: Buono/Eva Abdullah)

Berita terkait:

Sekdes Surobayan diduga “mark-up” dana pembelian kursi

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : markup kursisurobayan