Pekalongan Kota, Wartadesa. – Selain telur, harga ikan di Pekalongan dan sekitarnya masih tinggi. Minimnya pasokan dan tingginya kebutuhan warga disinyalir menjadi penyebab tingginya harga kebutuhan pokok tersebut.
Nur Sukma (36), salah seorang pedagang ikan keliling di Pekalongan mengaku bahwa saat ini untuk mendapatkan ikan segar di TPI lumayan susah. “Agak susak mendapatkan ikan segar di TPI, sejak sehabis lebaran hingga sekarang karena pasokan berkurang. Akibatnya harga ikan terus naik,” tuturnya disela-sela melayani pembeli di Wonopringgo, Selasa (17/07)
Sukarna (43), pedagang ikan lainnya asal Panjang Wetan, mengaku sudah beberapa hari terakhir aktivitas TPI cenderung sepi. Bahkan dalam dua hari terakhir tak ada satu kapal ikanpun yang bongkar muatan. “Hari ini hanya ada dua kapal yang bongkar, akibatnya hargapun melonjak tajam,” katanya.
menyikapi kenaikan harga ikan yang tinggi, dia mengaku mengurangi jumlah kulakan. “Untuk menyiasatinya terpaksa kami tak bisa kulakan dalam jumlah banyak, karena para pembeli juga tidak mau kalau harganya mahal dan kami tak ingin merugi,” tambah Sukarna.
Pihak TPI Kota Pekalongan mengakui, pasokan ikan di Pekalongan memang berkurang. Sugiyono, Kepala TPI Kota Pekalongan menyebut bahwa selama sepekan ini aktivitas TPI Sepi karena nelayan baru berangkat melaut. Hal tersebut berimbas pada naiknya harga ikan.
Sugiyono menambahkan turunnya produksi ikan menyebabkan harga ikan naik. Jika harga ikan jenis lemuru semula Rp12 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp14 ribu/kilogram, layang semula Rp18 ribu/ kg naik Rp20 ribu/ kg hingga Rp23 ribu/ kg, dan banyar Rp26 ribu/ kilogram
Aktivitas TPI Kota Pekalongan diperkirakan akan mulai ramai pekan depan. Hingga saat ini, masih menurut Sugiyono, pasokan ikan hanya dari nelayan kecil atau nelayan yang beraktivitas malam hari dan pulang pada pagi harinya. (WD)










